Beton Bertulang IFT12414 · Teknik Sipil · Universitas Teuku Umar© 2026 @andrismansatria
3 sks · Semester 3 SNI 2847:2019

RPS FT12414 · Ganjil 2026/2027

Struktur Beton Bertulang I

Sifat beton dan baja tulangan, lalu analisis dan desain balok serta pelat satu arah terhadap lentur dan geser sesuai SNI 2847, sampai menyusun lembar kerja perhitungan sendiri.

Gedung kuliah dua lantai yang menjadi kasus berjalan semester ini. Seret untuk memutar, cubit atau gulir untuk memperbesar.

Cara belajar di kelas ini

Pertanyaan pemantikSetiap pertemuan dibuka dengan fenomena nyata yang belum bisa dijelaskan dengan rumus.
Mekanisme fisikApa yang terjadi di dalam beton dan baja: regangan, retak, leleh, lekatan.
Simulasi konsepUbah satu besaran dan amati akibatnya sebelum menghafal rumus.
Rumus dan pasal SNIRumus muncul sebagai ringkasan dari mekanisme yang sudah dipahami.
Bedah soal, miskonsepsi, dan cek pemahamanDiskusi kelas, contoh soal bertahap, dan kuis singkat dengan umpan balik langsung.

Kasus berjalan: Gedung Kuliah Teknik, Meulaboh

Satu balok dan satu pelat dari gedung kuliah dua lantai dipakai sejak pertemuan 2 sampai 15. Mahasiswa melihat bagaimana satu elemen berkembang dari pembebanan, kapasitas lentur, geser, sampai lendutan, lalu diotomasi dalam lembar kerja.

ElemenDataDipakai di pertemuan
Balok B1, lantai 2Bentang 6 m tumpuan sederhana, 300 × 500 mm, qD = 18 kN/m, qL = 8 kN/m, f'c = 25 MPa, fy = 420 MPa2, 3, 4, 5, 10, 12, 13, 14, 15
Pelat S1, ruang kelasBentang 3,5 m, beban mati tambahan 1,5 kN/m², beban hidup 1,92 kN/m²11, 15

Capaian pembelajaran

KodeRumusan
CPL-2Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif serta memanfaatkan teknologi informasi dan perangkat digital dalam pengembangan dan penerapan ilmu teknik sipil.
CPL-4Mampu menerapkan pengetahuan matematika, sains alam, ilmu material, dan dasar-dasar rekayasa untuk memperoleh pemahaman menyeluruh tentang prinsip teknik sipil.
CPL-5Mampu mengidentifikasi, merumuskan, menganalisis, dan menyelesaikan masalah rekayasa kompleks di bidang struktur, geoteknik, transportasi, sumber daya air, dan manajemen konstruksi.
CPMK-1Mahasiswa mampu menerapkan sifat mekanik beton dan baja tulangan serta konsep kekuatan batas pada penampang beton bertulang.
CPMK-2Mahasiswa mampu menganalisis dan mendesain balok serta pelat satu arah terhadap lentur dan geser sesuai SNI 2847.
CPMK-3Mahasiswa mampu menggunakan lembar kerja untuk menghitung kapasitas dan tulangan penampang secara sistematis.

Rencana pembelajaran 16 minggu

MgMateriCPMKPenilaianBobot

Rencana evaluasi

Unsur nilaiMetodeCPMK-1CPMK-2CPMK-3Total
KuisKognitif – kuis124016
UTSKognitif – ujian tengah semester87015
UASKognitif – ujian akhir semester108220
PartisipasiAktivitas partisipatif209029
Case methodKognitif – tugas012820
Jumlah504010100

Pustaka

  1. Badan Standardisasi Nasional. (2019). SNI 2847:2019 Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung dan Penjelasan. BSN.
  2. McCormac, J. C., & Brown, R. H. (2015). Design of Reinforced Concrete (10th ed.). John Wiley & Sons.
  3. Wight, J. K. (2016). Reinforced Concrete: Mechanics and Design (7th ed.). Pearson.
  4. Pendukung: Setiawan, A. (2016). Perancangan Struktur Beton Bertulang Berdasarkan SNI 2847:2013. Erlangga.

Satuan: gaya kN, momen kNm, dimensi mm, tegangan MPa (N/mm²), desimal memakai koma. Media: Microsoft Excel, laptop, layar, proyektor.

Minggu 1 · CPMK-1

Beton menahan tekan, baja menahan tarik

Beton bertulang adalah pembagian kerja: masing-masing material ditempatkan di tempat ia paling kuat, dan keduanya dipaksa bergerak bersama oleh lekatan.

Sub-CPMK 1.1
Mahasiswa mampu menjelaskan sifat beton, baja tulangan, dan perilaku komposit beton bertulang.
Penilaian
Diskusi kelas: keaktifan dan ketepatan penjelasan
Metode
Ceramah interaktif dan diskusi kelas; kontrak perkuliahan
Pustaka
SNI 2847 Ps. 19–20; McCormac Bab 1
Bobot
5%
Pertanyaan pemantik

Sebatang beton 15 × 15 cm patah bila ditekuk dengan tangan dan palu. Mengapa jembatan dari bahan yang sama bisa dilewati truk 30 ton?

Diskusikan berpasangan 3 menit sebelum melanjutkan.

Benda uji silinder 150 × 300 mm untuk menentukan f'c, dan batang ulir dengan sirip yang mengunci batang ke beton.

Konsep inti mekanisme fisik

Beton adalah batuan buatan. Agregat kasar dan halus diikat oleh pasta semen yang mengeras melalui hidrasi. Bahkan sebelum dibebani, sudah ada retak mikro di bidang batas antara pasta dan agregat.

Mengapa lemah tarik. Saat ditekan, retak mikro cenderung merapat sehingga beton bisa menahan tegangan besar. Saat ditarik, retak mikro terbuka dan menjalar dengan cepat. Akibatnya kuat tarik beton hanya sekitar 10% kuat tekannya, dan keruntuhan tarik terjadi tiba-tiba.

Baja liat dan seragam. Baja meregang elastis sampai leleh, lalu memanjang jauh tanpa putus. Sifat ini memberi tanda peringatan sebelum runtuh.

Syarat komposit. Kedua material bisa bekerja sama karena tiga hal:

  1. Lekatan: sirip batang ulir mengunci batang ke beton, sehingga selama lekatan utuh, regangan baja sama dengan regangan beton di sekitarnya.
  2. Muai termal hampir sama: beton sekitar 10 × 10⁻⁶/°C dan baja sekitar 12 × 10⁻⁶/°C. Perbedaannya kecil, sehingga perubahan suhu sehari-hari tidak merusak lekatan.
  3. Selimut beton: lingkungan basa di dalam beton (pH sekitar 12,5–13) membentuk lapisan pelindung tipis di permukaan baja. Lapisan ini rusak bila klorida dari laut atau karbonasi menembus selimut, dan sejak itu baja mulai berkarat. Selimut juga menahan panas saat kebakaran.

Simulasi di atas menjawab pertanyaan pemantik. Balok polos runtuh begitu beton retak. Balok bertulang retak pada momen yang hampir sama (tulangan hanya menaikkannya sedikit), tetapi setelah retak baja mengambil alih gaya tarik dan balok masih memikul beban beberapa kali lipat.

Sifat mekanik dan rumus

Ec = 4700 √f'c fr = 0,62 λ √f'c εcu = 0,003
Es = 200.000 MPa εy = fy / Es
SNI 2847:2019 Ps. 19.2.2.1, 19.2.3.1, 20.2.2.2 · λ = 1,0 untuk beton berat normal

Visualisasi material beton tiga simulasi

Tiga simulasi berikut memperlihatkan hal yang tidak terlihat dari luar: retak mikro di dalam beton, pori yang ditinggalkan air, dan kekuatan yang terus tumbuh selama semen masih berhidrasi.

1. Menyelami beton: retak mikro saat ditarik dan ditekan

Potongan beton diperbesar sekitar 10 kali. Butir abu-abu adalah agregat, latar terang adalah pasta semen. Bidang batas di antara keduanya (zona transisi antarmuka) adalah bagian terlemah. Naikkan tegangan dan bandingkan perilaku tarik dengan tekan.

2. Rasio air–semen dan pori kapiler

Semen hanya memerlukan air sekitar 0,25 kali beratnya untuk bereaksi penuh, dan sedikit air tambahan terperangkap di pori gel. Air di atas kebutuhan itu membuat beton mudah dicor, tetapi setelah menguap meninggalkan pori kapiler. Pori inilah yang menurunkan kekuatan dan menjadi jalan masuk air laut.

3. Kekuatan bertambah dengan umur dan perawatan

Beton tidak "kering lalu kuat". Beton menguat karena semen bereaksi dengan air, dan reaksi itu berhenti bila beton kehilangan air terlalu cepat. Karena itu f'c ditetapkan pada umur 28 hari dan beton harus dirawat basah setelah dicor.

Bedah soal 1: menerima atau menolak beton dari truk mixer

Beton untuk kolom gedung kuliah dipesan dengan f′c = 25 MPa. Tiga pasang silinder 150 × 300 mm umur 28 hari hancur pada beban 450 kN, 420 kN, dan 479 kN. Apakah beton diterima?

  1. Kuat tekan satu benda uji = beban/luas penampang silinder A = ¼π × 150² = 17.671 mm²
  2. f₁ = 450.000/17.671 = 25,5 MPa ; f₂ = 420.000/17.671 = 23,8 MPa ; f₃ = 479.000/17.671 = 27,1 MPa
  3. Syarat 1 (SNI 2847 Ps. 26.12.3): rata-rata tiga uji berurutan ≥ f′c (25,5 + 23,8 + 27,1)/3 = 25,5 MPa ≥ 25 MPa OK
  4. Syarat 2: tidak ada satu uji pun di bawah f′c − 3,5 MPa (untuk f′c ≤ 35 MPa) nilai terkecil 23,8 MPa ≥ 25 − 3,5 = 21,5 MPa OK

Beton diterima. Satu benda uji di bawah 25 MPa tidak otomatis berarti gagal: f′c adalah nilai yang diharapkan dilampaui sebagian besar benda uji, bukan batas mutlak setiap silinder.

Mengapa? Kekuatan beton selalu bervariasi karena air, pemadatan, dan perawatan tidak pernah persis sama. Itu sebabnya penerimaan memakai rata-rata dan batas bawah, dan perencana memakai faktor φ.

Bedah soal 2: sifat material dari f′c

Hitung modulus elastisitas, modulus runtuh, rasio modulus, dan regangan leleh untuk beton f′c = 30 MPa dan baja fy = 420 MPa.

  1. Modulus elastisitas beton normal Ec = 4.700√f′c = 4.700 × √30 = 25.743 MPa
  2. Modulus runtuh (kuat tarik lentur) fr = 0,62λ√f′c = 0,62 × √30 = 3,40 MPa
  3. Rasio modulus n = Es/Ec = 200.000/25.743 = 7,77
  4. Regangan leleh baja εy = fy/Es = 420/200.000 = 0,0021

Kuat tarik beton hanya 3,40 MPa, sekitar 11% dari kuat tekannya, dan baja 7,8 kali lebih kaku dari beton. Dua angka ini menjelaskan mengapa tulangan dipasang di sisi tarik.

Bedah soal 3: balok beton tanpa tulangan

Balok beton polos 200 × 300 mm bentang 3 m, f′c = 25 MPa, ditumpu sederhana. Berapa beban terpusat di tengah bentang yang membuatnya retak (dan langsung patah)?

  1. Modulus runtuh fr = 0,62√25 = 3,10 MPa
  2. Modulus penampang S = bh²/6 = 200 × 300²/6 = 3,0 × 10⁶ mm³
  3. Momen retak Mcr = fr·S = 3,10 × 3,0 × 10⁶ = 9,30 kNm
  4. Momen akibat berat sendiri q = 24 × 0,2 × 0,3 = 1,44 kN/m → M = 1,44 × 3²/8 = 1,62 kNm
  5. Sisa momen untuk beban P PL/4 = 9,30 − 1,62 → P = 4 × 7,68/3 = 10,2 kN

Balok seberat 432 kg ini patah bila ditambah beban sekitar 1 ton di tengahnya, dan patahnya tiba-tiba. Dengan tulangan 2D13, balok yang sama sanggup memikul beberapa kali lipat dan memberi tanda retak sebelum runtuh.

Latihan 1.1 — Silinder yang gagal
Tiga uji: 26,0 ; 20,5 ; 28,0 MPa untuk f′c = 25 MPa. Diterima?
Pembahasan: Rata-rata 24,8 MPa < 25 MPa dan satu uji 20,5 < 21,5 MPa: kedua syarat gagal. Beton perlu diselidiki, misalnya dengan uji inti (core drill).

Miskonsepsi umum

AnggapanTulangan mencegah beton retak.
SebenarnyaBerkat lekatan, tulangan sudah ikut meregang sejak awal, tetapi beton retak pada regangan sangat kecil (sekitar 0,00013), saat tegangan baja baru sekitar 5% fy. Tulangan hanya menunda retak sedikit. Setelah retak, gaya tarik pindah ke baja, dan lekatan mengendalikan jarak serta lebar retak.
AnggapanBeton makin kuat bila airnya ditambah agar mudah dicor.
SebenarnyaAir berlebih meninggalkan pori setelah menguap. Kenaikan rasio air–semen menurunkan kuat tekan dan membuat beton lebih mudah ditembus air laut.

Lekatan sudah bekerja sebelum retak, lalu mengapa beton tetap retak?

Karena baja dan beton terikat oleh lekatan, keduanya meregang sama. Beton retak begitu regangan tariknya mencapai εcr = fr/Ec, sekitar 0,00013 untuk f'c = 25 MPa. Pada regangan sekecil itu baja baru bertegangan sekitar Es·ε ≈ 20 MPa. Retak ditentukan oleh regangan, bukan oleh gaya, sehingga tulangan hanya menunda retak sedikit dengan menambah kekakuan penampang. Begitu retak terbentuk, gaya tarik yang tadinya dipikul beton pindah ke baja dan tegangan baja melonjak. Geser momen pada simulasi berikut melewati Mcr dan amati lonjakannya.

Setelah retak, lekatan tetap bekerja. Di antara dua retak, lekatan mengembalikan sebagian gaya tarik ke beton, sehingga beton di antara retak masih membantu kekakuan (tension stiffening). Lekatan pula yang menentukan jarak retak: makin baik lekatan dan makin banyak batang kecil, makin rapat retaknya dan makin halus lebarnya.

Di lapangan

Mutu K dan f'c. Di proyek masih sering disebut "beton K-250". K adalah kuat tekan karakteristik kubus 15 cm dalam kg/cm². Kubus memberi angka lebih tinggi dari silinder, sehingga dipakai pendekatan f'c ≈ 0,83 × K/10: K-250 ≈ 20,75 MPa. Konversi ini hanya perkiraan; spesifikasi dan gambar kerja harus menyebut f'c silinder seperti di SNI 2847.

Pesisir Meulaboh. Gedung di dekat pantai dapat terpapar klorida dari percikan dan uap air laut. Perencana menetapkan kelas paparannya; untuk elemen yang basah dan terkena klorida dari luar (kelas C2), SNI 2847 Tabel 19.3.2.1 mensyaratkan rasio air–semen maksimum 0,40 dan f'c minimum 35 MPa. Di lingkungan pesisir, karat tulangan sering menjadi penyebab kerusakan sebelum kekuatan beton sendiri menjadi masalah.

Video pendukung buka di YouTube

Tonton sebelum atau sesudah kelas. Setiap video diberi satu pertanyaan pengarah untuk dibawa ke diskusi.

Why Concrete Needs Reinforcement

Practical Engineering · bahasa Inggris, teks otomatis tersedia

Tonton sambil mencari: bagaimana video menjelaskan perbedaan kuat tekan dan kuat tarik beton, dan apa peran tulangan setelah beton retak? Bandingkan dengan simulasi Mcr di atas.

Buka di YouTube ↗

What is Concrete?

Bahasa Inggris · seri pengantar material beton

Tonton sambil mencari: apa saja bahan penyusun beton dan apa yang terjadi saat semen bereaksi dengan air? Hubungkan dengan simulasi rasio air–semen.

Buka di YouTube ↗

Uji Kuat Tekan Beton dengan Benda Uji Silinder (SNI 1974:2011)

Bahasa Indonesia · materi pelatihan bidang pekerjaan umum

Tonton sambil mencari: bagaimana f'c dihitung dari beban maksimum dan luas penampang silinder, dan bagaimana benda uji disiapkan sebelum diuji?

Buka di YouTube ↗

Concrete cylinder compressive strength test

Bahasa Inggris · rekaman uji laboratorium

Tonton sambil mencari: perhatikan bentuk pecahan silinder setelah runtuh. Bagaimana arah retaknya terhadap arah beban? Bandingkan dengan simulasi retak mikro mode tekan.

Buka di YouTube ↗

Video dimiliki oleh kanal masing-masing di YouTube dan dapat dihapus atau diubah sewaktu-waktu oleh pemiliknya.

Cek pemahaman

Soal 1Mengapa kuat tarik beton jauh lebih kecil dari kuat tekannya?

Soal 2Jika koefisien muai baja dua kali koefisien muai beton, apa akibatnya pada siang hari yang panas?

Bahan diskusi

Diskusi 1.1 — Benda di sekitar kampus
Sebutkan tiga elemen beton bertulang di gedung Fakultas Teknik. Untuk tiap elemen, tunjukkan sisi mana yang tertarik dan di mana tulangan utama seharusnya berada. Bandingkan dengan pasangan Anda.
Latihan 1.2 — Sifat material f'c = 30 MPa
Hitung Ec, fr, dan β1.
Jawaban: Ec = 25.743 MPa; fr = 3,40 MPa; β1 = 0,85 − 0,05(30 − 28)/7 = 0,836.