RPS FT12440 · Genap 2026/2027 · Topik proyek: bangunan air
Capstone Desain: Perancangan Bendung Irigasi
Varian topik bangunan air dari mata kuliah Capstone Desain. Tim merancang bangunan utama (bendung tetap) untuk satu daerah irigasi: mengolah data debit dan kebutuhan air, menetapkan elevasi dan lebar mercu, memilih tipe bendung, menghitung hidraulika mercu dan kolam olak, memeriksa rembesan, gaya angkat, dan stabilitas, merancang pengambilan dan kantong lumpur, lalu menyerahkan gambar, spesifikasi, RAB, dan evaluasi kelayakan ekonomi.
Bendung tetap mercu bulat dengan pembilas, pengambilan, kantong lumpur, kolam olak, dan tangga ikan (kasus berjalan). Seret untuk memutar, cubit atau gulir untuk memperbesar.
Cara kerja kelas ini
Kasus berjalan: Bendung Krueng Alue Raya (fiktif), Aceh Barat
| Data | Nilai | Minggu |
|---|---|---|
| Hidrologi | Debit puncak tahunan 20 tahun, rata-rata 250,65 m³/s → Q100 = 419,8 m³/s | 2 |
| Daerah irigasi | 1.500 ha, NFR puncak 1,2 L/s/ha, efisiensi 0,65 → debit pengambilan 3,32 m³/s | 2 |
| Sungai di lokasi | Lebar dasar ±40 m, talud 1:1, n = 0,035, kemiringan 0,001, dasar +20,00 | 2, 6–7 |
| Bendung terpilih | Bendung tetap mercu bulat, mercu +24,20, lebar total 40 m (mercu 34 m + pembilas 2 × 2 m + 2 pilar) | 3–6 |
| Fondasi | Pasir sedang bercampur kerikil, CL Lane 6, daya dukung izin 300 kPa; kh gempa 0,15 (ilustrasi) | 9–10 |
Capaian pembelajaran
| Kode | Rumusan |
|---|---|
| CPL-3 | Mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan analisis informasi dan data, dengan mengkaji implikasi ekonomi, sosial, lingkungan, keselamatan, dan keberlanjutan dari suatu solusi rekayasa. |
| CPL-5 | Mampu mengidentifikasi, merumuskan, menganalisis, dan menyelesaikan masalah rekayasa kompleks di bidang struktur, geoteknik, transportasi, sumber daya air, dan manajemen konstruksi. |
| CPL-6 | Mampu merancang komponen, sistem, atau proses bangunan teknik sipil sesuai standar teknis yang berlaku dengan memanfaatkan metode dan perangkat lunak rekayasa modern, serta mempertimbangkan kinerja, biaya, dan kemudahan pelaksanaan. |
| CPL-9 | Mampu berkomunikasi secara efektif secara lisan, tulisan, dan gambar teknik, serta bekerja sama dalam tim lintas disiplin dan lintas budaya. |
| CPMK-1 | Mahasiswa mampu merumuskan permasalahan dan kriteria perancangan suatu bangunan sipil berdasarkan data lapangan, kebutuhan pengguna, dan peraturan yang berlaku. |
| CPMK-2 | Mahasiswa mampu merancang struktur, fondasi, dan komponen bangunan sipil sesuai SNI dengan perangkat lunak rekayasa, serta menghasilkan gambar, spesifikasi teknis, dan rencana anggaran biaya. |
| CPMK-3 | Mahasiswa mampu membandingkan alternatif rancangan berdasarkan kriteria teknis, biaya, keselamatan, dan lingkungan, lalu memilih alternatif yang paling layak. |
| CPMK-4 | Mahasiswa mampu bekerja sama dalam tim serta mengomunikasikan hasil rancangan secara tertulis, grafis, dan lisan. |
Rencana pembelajaran 16 minggu
| Mg | Materi | CPMK | Penilaian | Bobot |
|---|
Rencana evaluasi
| Unsur nilai | CPMK-1 | CPMK-2 | CPMK-3 | CPMK-4 | Total |
|---|---|---|---|---|---|
| UTS (presentasi kemajuan) | 8 | 0 | 0 | 7 | 15 |
| UAS (ujian lisan) | 0 | 12 | 3 | 5 | 20 |
| Partisipasi (asistensi) | 2 | 8 | 6 | 0 | 16 |
| Hasil proyek (team-based project) | 10 | 20 | 6 | 13 | 49 |
| Jumlah | 20 | 40 | 15 | 25 | 100 |
Pustaka
- Kementerian PU (2013). Standar Perencanaan Irigasi: Kriteria Perencanaan KP-01 Perencanaan Jaringan Irigasi dan KP-02 Bangunan Utama (Head Works); KP-06 Parameter Bangunan; KP-07 Standar Penggambaran.
- BSN. SNI 2415:2016 Tata Cara Perhitungan Debit Banjir Rencana; SNI 8460:2017 Persyaratan Perancangan Geoteknik.
- Mawardi, E. & Memed, M. (2010). Desain Hidraulik Bendung Tetap untuk Irigasi Teknis. Bandung: Alfabeta.
- Peterka, A. J. (1958). Hydraulic Design of Stilling Basins and Energy Dissipators (Engineering Monograph 25). USBR; Chow, V. T. (1959). Open-Channel Hydraulics.
- Pendukung: Dym, Little & Orwin (2014). Engineering Design: A Project-Based Introduction; Permen PUPR No. 1 Tahun 2022 (AHSP bidang sumber daya air).
Satuan SI. Desimal memakai koma. Data debit, tanah, gempa, dan harga pada kasus berjalan adalah ilustrasi; nilai tabel dan kriteria diringkas untuk pembelajaran dan harus dicek dengan dokumen KP dan SNI asli pada proyek nyata. Media: AutoCAD, HEC-RAS, Microsoft Excel.
Minggu 1 · CPMK-1
Bendung adalah proyek lintas disiplin
Bendung menaikkan muka air sungai agar air dapat dialirkan ke saluran irigasi. Satu rancangan menyatukan hidrologi (debit banjir dan kebutuhan air), hidraulika (mercu, kolam olak, pengambilan), geoteknik (rembesan dan stabilitas), struktur, pelaksanaan di sungai, dan dampaknya terhadap lingkungan. Tim menetapkan lingkup, luaran, peran, dan rencana kerja 16 minggu.
Komponen bangunan utama dan penanggung jawab
| Komponen | Isi rancangan | Peran |
|---|---|---|
| Tubuh bendung dan mercu | Elevasi, lebar, bentuk dan jari-jari mercu, muka air banjir hulu, tanggul | Hidraulika |
| Peredam energi | Kolam olak, ambang ujung, lantai, perlindungan dasar hilir | Hidraulika |
| Fondasi dan rembesan | Lantai muka, koperan, gaya angkat, stabilitas, daya dukung | Struktur dan geoteknik |
| Pengambilan dan pembilas | Pintu pengambilan, pembilas, kantong lumpur, saluran pembilas | Hidrologi dan kebutuhan air |
| Gambar, spesifikasi, biaya | Gambar rencana, spesifikasi, volume, RAB, metode pelaksanaan dan pengalihan sungai | Gambar dan biaya |
Cek pemahaman
Soal 1Elevasi mercu bendung irigasi terutama ditentukan oleh…
Debit banjir menentukan tinggi energi di atas mercu dan tanggul, bukan elevasi mercu.
Minggu 2 · CPMK-1
Dua debit yang menentukan bendung
Bendung dirancang dengan dua debit: debit banjir rencana (untuk mercu, kolam olak, dan tanggul) dan debit pengambilan (untuk pintu, kantong lumpur, dan saluran induk). Data yang dikumpulkan: debit puncak tahunan atau hujan harian maksimum, topografi dan penampang sungai, peta daerah irigasi, data bor dan sampel dasar sungai, serta peraturan.
Penampang sungai alami di lokasi bendung dengan muka air banjir Q100 tanpa bendung, papan duga, dan petak sawah.
Konsep inti Gumbel dan debit pengambilan
Bedah soal: debit rencana Krueng Alue Raya kasus berjalan
Debit puncak tahunan 20 tahun (m³/s): 182, 245, 198, 310, 226, 275, 204, 338, 261, 219, 289, 240, 197, 322, 253, 231, 268, 212, 296, 247. Daerah irigasi 1.500 ha, NFR puncak 1,2 L/s/ha, efisiensi total 0,65.
- X̄ = 250,65 m³/s ; s = 44,11 m³/s ; Yn = 0,5236 ; Sn = 1,0628
- Y100 = 4,6001 ; K = (4,6001 − 0,5236)/1,0628 = 3,8357 ; Q100 = 250,65 + 3,8357 × 44,11 = 419,83 m³/s
- Pemeriksaan Q1000 = 515,6 m³/s (untuk tinggi jagaan dan keamanan bangunan)
- Pengambilan 1.500 × 1,2/0,65/1000 × 1,2 = 3,323 m³/s
Q100 = 419,8 m³/s dipakai untuk mercu dan kolam olak; 3,32 m³/s untuk pintu pengambilan dan kantong lumpur.
Bank soal soal per NIM
Tugas proyek 1
Minggu 3 · CPMK-1
Elevasi mercu dari sawah, bukan dari sungai
Elevasi mercu dihitung mundur dari sawah tertinggi yang harus diairi: muka air di sawah ditambah semua kehilangan tinggi di saluran dan bangunan sampai pintu pengambilan. Dokumen kriteria juga memuat banjir rencana, faktor keamanan stabilitas, tinggi jagaan, umur bangunan, serta batasan biaya, jadwal (pelaksanaan di musim kemarau), lahan tergenang, dan lingkungan sungai.
Konsep inti kehilangan tinggi dan kriteria utama
Bedah soal: elevasi mercu dan kriteria kasus kasus berjalan
Sawah tertinggi +22,50. Saluran induk dan sekunder ke petak tertinggi ±3 km dengan kemiringan 0,0002. Dasar sungai di as bendung +20,00. Anggaran bangunan utama ±Rp 25 miliar.
- Σh = 0,10 + 0,10 + 0,10 + 0,15 + 0,60 + 0,10 + 0,25 + 0,20 + 0,10 = 1,70 m
- mercu = 22,50 + 1,70 = +24,20 ; P = 24,20 − 20,00 = 4,20 m
- Kriteria Q100 = 419,8 m³/s ; SF 1,5 (normal) dan 1,25 (gempa, kh = 0,15) ; jagaan 1,0 m
- Batasan: pengecoran tubuh dan kolam di musim kemarau dengan pengalihan sungai, tangga ikan untuk ruaya ikan, lahan tergenang akibat pengempangan diinventarisasi
Tinggi bendung 4,20 m masih wajar untuk bendung tetap. Kriteria ini dipakai untuk memeriksa rancangan akhir di minggu 13.
Bank soal soal per NIM
Tugas proyek 2
Minggu 4 · CPMK-3
Mercu bulat, ogee, bendung gerak, atau bendung karet?
Alternatif bangunan utama dibandingkan pada lebar yang sama. Bendung tetap (mercu bulat atau ogee) sederhana dan murah dirawat, tetapi menaikkan muka air banjir di hulu. Bendung gerak dan bendung karet hampir tidak menaikkan muka air banjir dan mampu menggelontor sedimen, tetapi mahal dan butuh operasi. Prarancangan menetapkan lebar bendung, lebar pembilas, dan perkiraan biaya.
Empat alternatif: mercu bulat, mercu ogee, bendung gerak berpintu radial, dan bendung karet.
Konsep inti lebar bendung dan pembilas
Bedah soal: lebar bendung kasus kasus berjalan
Lebar rata-rata alur sungai 36 m. Pengambilan di tepi kiri dengan 2 bukaan pembilas 2 m dan 2 pilar 1 m.
- Bmaks = 1,2 × 36 = 43,2 m → dipakai B = 40 m
- Bm = 40 − 2 × 2 − 2 × 1 = 34 m
- Perkiraan biaya bangunan utama mercu bulat Rp 24,0 miliar ; ogee 27,2 ; bendung gerak 52,0 ; bendung karet 38,0
Bendung karet tidak dibawa ke matriks karena sungai membawa batu gelundung dan kayu hanyutan yang dapat merobek karet. Tiga alternatif lain dinilai di minggu 5.
Minggu 5 · CPMK-3
Memilih tipe bendung dengan alasan
Kriteria dan bobot disepakati sebelum memberi skor: biaya, keandalan saat banjir, pengendalian sedimen, kebutuhan operasi dan pemeliharaan, kemudahan pelaksanaan, dan dampak lingkungan. Untuk daerah irigasi yang dikelola petani dan dinas setempat, kemudahan operasi sering lebih menentukan daripada keunggulan hidraulik.
Konsep inti skor terbobot
Bedah soal: memilih tipe bendung kasus berjalan
Bobot: biaya 25, keandalan banjir 20, sedimen 15, O&P 15, pelaksanaan 15, lingkungan 10. Skor mercu bulat 4-4-3-5-4-3; ogee 3-4-3-5-3-3; bendung gerak 2-5-5-2-2-4.
- mercu bulat = (100 + 80 + 45 + 75 + 60 + 30)/100 = 3,90
- ogee = 3,50 ; bendung gerak = 3,25
- Kepekaan: bobot sedimen +10 mercu bulat 3,82 ; bendung gerak 3,41 → pilihan tetap
Bendung tetap mercu bulat dipilih karena murah, tahan batu gelundung, dan mudah dioperasikan. Kelemahannya (kenaikan muka air banjir dan sedimen di hulu) menjadi syarat rancangan: tanggul banjir di daerah pengempangan, pembilas di depan pengambilan, dan kantong lumpur.
Bank soal soal per NIM
Tugas proyek 3
Minggu 6 · CPMK-2
Berapa tinggi air banjir di atas mercu?
Beban utama bendung adalah air. Pada banjir rencana, tinggi energi di atas mercu H1 dihitung dari rumus debit pelimpah dengan lebar efektif yang dikurangi kontraksi pilar dan pangkal. Muka air banjir di hulu menentukan tinggi tembok pangkal dan tanggul, serta panjang sungai yang terpengaruh pengempangan. Hasil hitungan tangan diverifikasi dengan model HEC-RAS.
Muka air banjir Q100: air melimpas mercu, loncat air di kolam olak, dan muka air hilir.
Konsep inti debit pelimpah mercu bulat
Bedah soal: tinggi energi dan tanggul kasus berjalan
Q100 = 419,83 m³/s, Bm = 34 m, pembilas 4 m, 2 pilar, Kp = 0,01, Ka = 0,1, Cd = 1,25, mercu +24,20, P = 4,20 m. Sungai di hulu: b = 40 m, z = 1, n = 0,035, S = 0,001.
- Be = 34 + 3,2 − 2(0,02 + 0,1)H1 ; iterasi → H1 = 3,079 m ; Be = 36,46 m ; q = 11,51 m²/s
- v0 = 1,61 m/s ; v0²/2g = 0,13 m ; h1 = 2,95 m → muka air banjir +27,15 ; garis energi +27,28
- Tanpa bendung yn = 4,37 m → +24,37 ; Δh = 2,77 m ; L ≈ 2 × 2,77/0,001 ≈ 5,5 km
- Tanggul dan tembok pangkal +27,15 + 1,0 = +28,15; jari-jari mercu dipakai r = 1,0 m (0,3–0,7H1 = 0,92–2,16 m)
Bendung menaikkan muka air banjir 2,77 m di as bendung dan pengaruhnya terasa sampai ±5,5 km ke hulu. Tanggul banjir dirancang di ruas yang rawan; lahan dan permukiman yang terdampak dicantumkan di laporan lingkungan.
Bank soal soal per NIM
Minggu 7 · CPMK-2
Energi air harus dihabiskan di kolam, bukan di dasar sungai
Air yang jatuh dari mercu mencapai kaki pelimpah dengan kecepatan tinggi (aliran superkritis). Kolam olak memaksa loncat air terjadi di atas lantai beton. Syaratnya: muka air hilir harus cukup tinggi untuk menahan kedalaman konjugasi y2. Bila tidak, loncat air bergeser ke hilir dan menggerus dasar sungai.
Konsep inti loncat air dan tipe kolam
Bedah soal: kolam olak kasus kasus berjalan
q = 11,51 m²/s, garis energi hulu +27,28, lantai kolam +19,00 (1 m di bawah dasar sungai). Sungai hilir sama dengan hulu: yn pada Q100 = 4,37 m, dasar +20,00.
- H = 27,28 − 19,00 = 8,28 m → y1 = 0,960 m ; V1 = 11,98 m/s ; Fr1 = 3,90
- y2 = ½ × 0,960 × (√(1 + 8 × 3,90²) − 1) = 4,84 m → perlu +23,84
- muka air hilir +24,37 ≥ +23,84 ✓ (cadangan 0,53 m)
- Fr1 2,5–4,5 → USBR IV, L ≈ 6 × 4,84 = 29,1 m → 29,5 m, dengan blok halang dan ambang ujung
Loncat air tertahan di kolam pada banjir rencana. Pemeriksaan yang sama diulang untuk debit kecil (Q2–Q25): di HEC-RAS, posisi loncat air harus tetap berada di dalam kolam untuk seluruh rentang debit.
Cek pemahaman
Soal 2Muka air hilir lebih rendah dari zf + y2. Tindakan yang tepat adalah…
Lantai yang lebih rendah menambah kedalaman air hilir di atas lantai sehingga loncat air tertahan.
Bank soal soal per NIM
Minggu 8 · CPMK-1 dan CPMK-4
Ujian Tengah Semester
Presentasi kemajuan proyek bendung dan laporan antara (pertemuan 1–7). Bobot 15%: kriteria perancangan (CPMK-1, 8%) serta laporan dan presentasi (CPMK-4, 7%).
Isi laporan antara
| Bab | Isi | Porsi |
|---|---|---|
| 1. Data dan kriteria | Analisis frekuensi banjir, kebutuhan air, topografi, tanah, elevasi mercu, kriteria | 30% |
| 2. Konsep | Tipe bendung, tata letak, lebar, matriks keputusan | 20% |
| 3. Hidraulika | Tinggi energi, muka air banjir, pengempangan, tanggul; model HEC-RAS | 25% |
| 4. Peredam energi dan verifikasi | Loncat air, kolam olak, pemeriksaan pada beberapa debit | 15% |
| 5. Rencana sisa pekerjaan | Jadwal minggu 9–16 dan pembagian tugas | 10% |
Rubrik presentasi kemajuan
| Aspek | Sangat baik | Perlu perbaikan |
|---|---|---|
| Kriteria perancangan | Elevasi mercu dari kehilangan tinggi, banjir rencana dari analisis frekuensi, kriteria stabilitas tertulis | Elevasi mercu ditetapkan tanpa hitungan jaringan |
| Struktur penyampaian | Masalah → keputusan → bukti | Membaca tabel |
| Kerja tim | Semua anggota menjelaskan bagiannya | Satu orang mendominasi |
Minggu 9 · CPMK-2
Air juga mengalir di bawah bendung
Beda muka air hulu dan hilir mendorong air merembes di bawah bangunan. Bila jalur rembesan terlalu pendek, butir pasir terbawa keluar di hilir (erosi bawah tanah atau piping) dan bendung runtuh dari bawah. Metode Lane memeriksa panjang jalur dan memberi tekanan angkat di setiap titik, yang dipakai untuk merancang tebal lantai dan stabilitas tubuh bendung.
Irisan memanjang: lantai muka 15 m, koperan, tubuh bendung, kolam olak, dan jalur rembesan Lane (merah).
Konsep inti metode Lane
Bedah soal: jalur rembesan dan lantai kolam kasus berjalan
Muka air hulu +24,20 (setinggi mercu), muka air hilir +20,00 → ΔH = 4,20 m. Tanah pasir sedang, CL = 6. Lantai muka 15 m tebal 0,5 m dengan koperan 1,5 m; koperan hulu tubuh 1,5 m di bawah dasar tubuh (+18,00); koperan hilir 2 m; kolam olak 29,5 m tebal 1,2 m (lantai +19,00); koperan ambang ujung 1,5 m.
- Tanpa lantai muka Lw = 24,17 m < 6 × 4,20 = 25,20 m ✗
- Dengan lantai muka 15 m ΣLV = 14,5 ; ΣLH = 53,0 ; Lw = 14,5 + 53,0/3 = 32,17 m ≥ 25,20 ✓
- Tekanan angkat di dasar tubuh tumit (titik 7) P = 6,20 − 12,83/32,17 × 4,20 = 4,52 m ; ujung hilir (titik 8) P = 4,26 m → dipakai di minggu 10
- Awal lantai kolam (titik 11) Px = 3,70 m ; Wx = 1,0 m ; d ≥ 1,5 × (3,70 − 1,0) × 10/23 = 1,76 m > 1,2 m ✗
- Dengan lubang pengering berfilter, tekanan di bawah lantai mendekati tekanan air hilir d ≥ 1,5 × 1,2 × 10/23 = 0,78 m ≤ 1,2 m ✓
Lantai muka 15 m diperlukan agar jalur rembesan cukup dan sekaligus menurunkan gaya angkat di bawah tubuh bendung. Lantai kolam 1,2 m dipakai dengan lubang pengering Ø 100 mm berfilter kerikil di separuh hilir kolam; tanpa pengering lantai harus lebih tebal dari 1,76 m (dan bertambah lagi karena dasar lantai yang lebih tebal ikut turun).
Cek pemahaman
Soal 3Mengapa koperan (vertikal) lebih efektif daripada lantai horizontal dengan panjang yang sama dalam metode Lane?
Lane menganggap rembesan lebih mudah terjadi di bidang kontak horizontal.
Bank soal soal per NIM
Tugas proyek 4
Minggu 10 · CPMK-2
Tidak terguling, tidak tergeser, tidak menekan tanah berlebihan
Tubuh bendung ditinjau per meter lebar pada dua kondisi: normal (muka air setinggi mercu, lumpur di hulu, gaya angkat) dan gempa. Gaya yang menahan adalah berat sendiri dan gesekan dengan tanah fondasi, ditambah tahanan pasif tanah di depan koperan hilir. Hasilnya diperiksa terhadap faktor keamanan guling, geser, letak resultan, dan daya dukung tanah dari data penyelidikan tanah.
Gaya pada irisan tubuh bendung: berat sendiri, tekanan air dan lumpur, gaya angkat, dan gempa.
Konsep inti stabilitas gravitasi
Bedah soal: stabilitas tubuh bendung kasus berjalan
Tinggi 6,2 m dari dasar fondasi +18,00, lebar puncak 2 m, lebar dasar 8 m, γb = 23 kN/m³. Air hulu 6,2 m, air hilir 2,0 m di atas dasar, lumpur 4,2 m. Gaya angkat 4,52 dan 4,26 m. kh = 0,15, f = 0,75, koperan hilir 4 m di bawah dasar sungai (Kp = 3).
- W = (2 × 6,2 + ½ × 6 × 6,2) × 23 = 713,0 kN ; U = 10 × (4,52 + 4,26)/2 × 8 = 351,2 kN ; ΣV = 361,8 kN
- Hair = 192,2 − 20,0 = 172,2 kN ; Hlumpur = 29,4 kN ; E = 0,15 × 713,0 = 107,0 kN
- Pp = 0,5 × ½ × 10 × 3 × 4² = 120 kN
- Normal SFguling = 2,00 ; SFgeser = (0,75 × 361,8 + 120)/201,6 = 1,94 ; e = −1,15 m ; σ = 6,2 dan 84,3 kPa ✓
- Gempa SFguling = 1,75 ; SFgeser = 1,27 ≥ 1,25 ; e = −0,42 m ; σ = 31,0 dan 59,4 kPa ✓
Tubuh bendung stabil, tetapi tanpa tahanan pasif SF geser hanya 1,35 (normal) dan 0,88 (gempa). Maka koperan hilir harus dicor langsung pada tanah asli tanpa galian berlebih, dan spesifikasi melarang penimbunan kembali dengan bahan lepas di depannya. Tegangan tanah maksimum 84,3 kPa jauh di bawah daya dukung izin 300 kPa. Eksentrisitas negatif berarti resultan bergeser ke arah hulu karena muka hulu tegak memusatkan berat di tumit.
Bank soal soal per NIM
Tugas proyek 5
Minggu 11 · CPMK-2
Air masuk ke saluran, sedimen tertinggal di sungai
Gambar bangunan utama memuat tata letak (denah bendung, pengambilan, pembilas, kantong lumpur, tanggul), potongan memanjang tubuh bendung dan kolam olak, potongan pengambilan, detail mercu, koperan, lubang pengering, pintu, dan tangga ikan. Pintu pengambilan dirancang untuk debit rencana dengan kehilangan tinggi kecil; ambangnya dinaikkan di atas dasar sungai agar sedimen dasar tidak masuk, dan kantong lumpur mengendapkan sedimen melayang sebelum air memasuki saluran induk.
Konsep inti pintu dan kantong lumpur
Bedah soal: pengambilan kasus kasus berjalan
Q = 3,323 m³/s, μ = 0,8, bukaan 1,0 m, z = 0,2 m. Ambang 1,2 m di atas dasar sungai. Partikel rencana 0,07 mm (w = 0,004 m/s).
- b = 3,323/(0,8 × 1,0 × √(2 × 9,81 × 0,2)) = 2,10 m → 2 pintu × 1,10 m
- Ambang +21,20; muka air di hilir pintu +24,00
- Qn = 3,99 m³/s ; L·B = 3,99/0,004 = 997 m² → B = 11 m, L = 91 m (L/B = 8,3)
Dua pintu memungkinkan satu pintu tetap mengalirkan air saat pintu lain diperbaiki. Kantong lumpur 11 × 91 m dengan pintu pembilas di ujung hilirnya.
Bank soal soal per NIM
Tugas proyek 6
Minggu 12 · CPMK-2
Berapa biaya bendung ini?
Volume dihitung dari gambar: galian, beton siklop tubuh, beton bertulang lantai dan kolam, koperan, pilar dan tembok, tulangan, timbunan tanggul, riprap, pintu, kantong lumpur, tangga ikan, serta pekerjaan sementara (kisdam, pengeringan, pengalihan sungai) yang sering menjadi komponen besar. Spesifikasi teknis menetapkan mutu beton dan lapis tahan aus mercu, water stop, filter, pintu dan alat angkat, pemadatan tanggul, dan pengujian.
Konsep inti komponen biaya bendung
Bedah soal: RAB bangunan utama kasus berjalan
Tubuh ½(2 + 8) × 6,2 × 34 = 1.054 m³ beton siklop; lantai muka 15 × 0,5 × 40 = 300 m³; kolam 29,5 × 1,2 × 40 = 1.416 m³; koperan 200 m³; pilar dan tembok 900 m³; galian 6.500 m³; tanggul 25.000 m³; riprap 600 m³; harga ilustrasi di kalkulator.
- Kalkulator menyusun RAB per jenis pekerjaan dan PPN: subtotal Rp 22,15 miliar ; total Rp 24,58 miliar
- Rp 24,58 miliar/40 m = Rp 0,61 miliar per meter lebar
Total sedikit di bawah anggaran ±Rp 25 miliar dan sesuai perkiraan minggu 4 (Rp 24,0 miliar). Beton bertulang lantai dan kolam beserta tulangannya adalah komponen terbesar, diikuti tanggul banjir dan pekerjaan sementara; ketiganya menjadi sasaran pertama bila biaya harus ditekan.
Tugas proyek 7
Minggu 13 · CPMK-3
Apakah bendung ini layak dibangun?
Evaluasi akhir membandingkan manfaat irigasi (tambahan produksi padi) dengan biaya investasi bangunan utama dan jaringan serta biaya operasi dan pemeliharaan selama umur ekonomi. Rancangan juga dinilai dari risiko K3 pelaksanaan di sungai dan dampak lingkungan: ruaya ikan, sedimen, genangan akibat pengempangan, dan debit pemeliharaan sungai di hilir bendung.
Konsep inti B/C, NPV, EIRR
Bedah soal: kelayakan bendung kasus berjalan
Investasi bangunan utama dan jaringan 1.500 ha Rp 85 miliar, O&P Rp 0,85 miliar/tahun, manfaat bersih Rp 13,5 miliar/tahun, umur 50 tahun, diskonto 8%.
- (P/A, 8%, 50) = 12,233 ; PVmanfaat = Rp 165,2 miliar ; PVbiaya = 85 + 0,85 × 12,233 = Rp 95,4 miliar
- B/C = 1,73 ; NPV = Rp 69,8 miliar ; EIRR = 14,9%
- Kepekaan biaya +20%: 1,44 ; manfaat −20%: 1,38 ; keduanya: 1,15
Proyek tetap layak pada skenario terburuk. Risiko K3 tertinggi adalah banjir saat pelaksanaan: jadwal pengecoran dibatasi di musim kemarau, kisdam dirancang untuk Q5–Q10, dan prosedur evakuasi alat disusun. Tangga ikan dan debit pemeliharaan menjadi bagian dari pola operasi bendung.
Bank soal soal per NIM
Minggu 14 · CPMK-4
Laporan perancangan bendung
Laporan harus dapat diperiksa ulang: data hidrologi dan uji distribusi terlampir, asumsi hidraulika dan geoteknik tertulis, kriteria dikutip dari KP dan SNI, hitungan contoh lengkap, keluaran HEC-RAS diringkas dan diverifikasi, gambar, spesifikasi, RAB, dan evaluasi ekonomi terlampir.
Sistematika laporan
| Bab | Isi |
|---|---|
| Ringkasan eksekutif | Lokasi, luas daerah irigasi, tipe bendung, elevasi mercu, biaya, B/C, risiko utama |
| 1. Pendahuluan | Latar belakang, rumusan masalah, lingkup, batasan |
| 2. Data dan kriteria | Hidrologi, kebutuhan air, topografi, tanah, elevasi mercu, kriteria |
| 3. Pemilihan tipe | Alternatif, tata letak, lebar, matriks keputusan |
| 4. Hidraulika | Mercu, muka air banjir, pengempangan, tanggul, kolam olak |
| 5. Rembesan dan stabilitas | Lane, gaya angkat, lantai, stabilitas, daya dukung |
| 6. Pengambilan dan pembilas | Pintu, kantong lumpur, pembilas, tangga ikan |
| 7. Biaya dan pelaksanaan | Spesifikasi, RAB, metode pelaksanaan dan pengalihan sungai, K3 |
| 8. Evaluasi dan kesimpulan | Pemenuhan kriteria, B/C, lingkungan, pola operasi, rekomendasi |
| Lampiran | Gambar, hitungan, keluaran HEC-RAS, data, AHSP, notulen asistensi |
Tugas proyek 8
Minggu 15 · CPMK-4
Satu nilai tim, kontribusi yang berbeda
Tim mempresentasikan rancangan bendung kepada penguji dan kelompok lain. Penilaian sejawat metode WebPA menyesuaikan nilai tim dengan kontribusi setiap anggota.
Ringkasan kasus berjalan
| Tahap | Hasil | Minggu |
|---|---|---|
| Data | Q100 419,8 m³/s; pengambilan 3,32 m³/s | 2 |
| Kriteria | Mercu +24,20 (P = 4,20 m); SF 1,5/1,25; jagaan 1,0 m | 3 |
| Tipe | Mercu bulat 3,90 > ogee 3,50 > bendung gerak 3,25; lebar 40 m, Bm 34 m | 4–5 |
| Hidraulika | H1 3,08 m; banjir hulu +27,15; tanggul +28,15; USBR IV 29,5 m | 6–7 |
| Rembesan dan stabilitas | Lw 32,2 ≥ 25,2 m; lantai kolam 1,2 m berpengering; SF geser 1,94/1,27 | 9–10 |
| Pengambilan, biaya, kelayakan | 2 pintu 1,1 m; kantong 11 × 91 m; RAB Rp 24,58 miliar; B/C 1,73 | 11–13 |
Bank soal campuran
Minggu 16 · CPMK-2 sampai CPMK-4
Ujian Akhir Semester
Ujian lisan individual atas produk rancangan bendung: laporan, gambar, spesifikasi, dan RAB. Bobot 20% (CPMK-2 12%, CPMK-3 3%, CPMK-4 5%).
Contoh pertanyaan penguji
| Topik | Pertanyaan |
|---|---|
| Kriteria | Dari mana elevasi mercu +24,20? Apa akibatnya bila sawah tertinggi ternyata 0,5 m lebih tinggi? |
| Tipe | Mengapa tidak memakai bendung gerak padahal muka air banjir hampir tidak naik? |
| Hidraulika | Apa yang terjadi pada kolam olak bila dasar sungai hilir turun 1 m akibat penambangan pasir? |
| Rembesan | Mengapa lantai muka diperlukan, dan apa fungsi lubang pengering di lantai kolam? |
| Stabilitas | Mengapa tahanan pasif koperan hilir menentukan, dan bagaimana menjaminnya di lapangan? |
| Biaya dan lingkungan | Komponen apa yang paling memengaruhi biaya? Bagaimana ikan melewati bendung? |