RPS FT12440 · Genap 2026/2027 · Topik proyek: gedung beton bertulang
Capstone Desain: Perancangan Gedung Beton Bertulang
Varian topik gedung beton bertulang dari mata kuliah Capstone Desain. Satu semester, satu tim, satu bangunan nyata. Mahasiswa memadukan ilmu struktur, geoteknik, dan manajemen konstruksi: merumuskan kriteria dari data lapangan, membandingkan alternatif, merancang struktur dan fondasi sesuai SNI dengan perangkat lunak, lalu menyerahkan gambar, spesifikasi teknis, dan rencana anggaran biaya, serta mempertahankannya di depan penguji.
Gedung laboratorium 3 lantai (kasus berjalan): rangka beton bertulang pemikul momen khusus di atas fondasi tiang pancang. Seret untuk memutar, cubit atau gulir untuk memperbesar.
Cara kerja kelas ini
Kasus berjalan: Gedung Laboratorium Teknik Sipil (fiktif), kampus UTU Meulaboh
| Data | Nilai | Minggu |
|---|---|---|
| Fungsi dan ukuran | Laboratorium dan ruang kuliah, 3 lantai, denah 30 × 18 m (grid 6 m), tinggi lantai 4 m | 1–3 |
| Tanah | N-SPT sampai 30 m, N̄ = 18,0 → kelas situs SD | 2, 10 |
| Gempa | Ss = 1,40 g, S1 = 0,60 g (ilustrasi) → SDS = 0,933, SD1 = 0,680, KDS D | 2–3, 6 |
| Sistem terpilih | Beton bertulang SRPMK f′c 30 MPa, kolom 50 × 50, balok 35 × 60, pelat 13 cm | 4–5 |
| Fondasi | Tiang pancang spun pile D40 sedalam 18 m | 10 |
Capaian pembelajaran
| Kode | Rumusan |
|---|---|
| CPL-3 | Mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan analisis informasi dan data, dengan mengkaji implikasi ekonomi, sosial, lingkungan, keselamatan, dan keberlanjutan dari suatu solusi rekayasa. |
| CPL-5 | Mampu mengidentifikasi, merumuskan, menganalisis, dan menyelesaikan masalah rekayasa kompleks di bidang struktur, geoteknik, transportasi, sumber daya air, dan manajemen konstruksi. |
| CPL-6 | Mampu merancang komponen, sistem, atau proses bangunan teknik sipil sesuai standar teknis yang berlaku dengan memanfaatkan metode dan perangkat lunak rekayasa modern, serta mempertimbangkan kinerja, biaya, dan kemudahan pelaksanaan. |
| CPL-9 | Mampu berkomunikasi secara efektif secara lisan, tulisan, dan gambar teknik, serta bekerja sama dalam tim lintas disiplin dan lintas budaya. |
| CPMK-1 | Mahasiswa mampu merumuskan permasalahan dan kriteria perancangan suatu bangunan sipil berdasarkan data lapangan, kebutuhan pengguna, dan peraturan yang berlaku. |
| CPMK-2 | Mahasiswa mampu merancang struktur, fondasi, dan komponen bangunan sipil sesuai SNI dengan perangkat lunak rekayasa, serta menghasilkan gambar, spesifikasi teknis, dan rencana anggaran biaya. |
| CPMK-3 | Mahasiswa mampu membandingkan alternatif rancangan berdasarkan kriteria teknis, biaya, keselamatan, dan lingkungan, lalu memilih alternatif yang paling layak. |
| CPMK-4 | Mahasiswa mampu bekerja sama dalam tim serta mengomunikasikan hasil rancangan secara tertulis, grafis, dan lisan. |
Rencana pembelajaran 16 minggu
| Mg | Materi | CPMK | Penilaian | Bobot |
|---|
Rencana evaluasi
| Unsur nilai | CPMK-1 | CPMK-2 | CPMK-3 | CPMK-4 | Total |
|---|---|---|---|---|---|
| UTS (presentasi kemajuan) | 8 | 0 | 0 | 7 | 15 |
| UAS (ujian lisan) | 0 | 12 | 3 | 5 | 20 |
| Partisipasi (asistensi) | 2 | 8 | 6 | 0 | 16 |
| Hasil proyek (team-based project) | 10 | 20 | 6 | 13 | 49 |
| Jumlah | 20 | 40 | 15 | 25 | 100 |
Pustaka
- BSN. SNI 1726:2019 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Nongedung.
- BSN. SNI 1727:2020 Beban Desain Minimum dan Kriteria Terkait untuk Bangunan Gedung dan Struktur Lain.
- BSN. SNI 2847:2019 Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung.
- BSN. SNI 1729:2020 Spesifikasi untuk Bangunan Gedung Baja Struktural.
- BSN. SNI 8460:2017 Persyaratan Perancangan Geoteknik.
- Pendukung: Dym, Little & Orwin (2014). Engineering Design: A Project-Based Introduction (4th ed.); Permen PUPR No. 1 Tahun 2022 tentang Pedoman Penyusunan Perkiraan Biaya Pekerjaan Konstruksi.
Satuan SI: kN, kN·m, MPa, mm, m. Desimal memakai koma. Parameter gempa kasus berjalan adalah nilai ilustrasi; untuk proyek nyata ambil Ss dan S1 dari aplikasi spektrum respons desain resmi untuk koordinat lokasi. Media: AutoCAD, SAP2000/ETABS, Microsoft Excel.
Minggu 1 · CPMK-1
Proyek berhasil bila lingkupnya jelas sejak minggu pertama
Tim menetapkan bangunan yang dirancang, luaran yang harus diserahkan, pembagian peran, dan rencana kerja 16 minggu dengan tonggak (milestone) yang dikaitkan dengan jadwal asistensi, UTS, dan UAS.
Luaran proyek
| Luaran | Isi minimum | Minggu |
|---|---|---|
| Laporan data dan kriteria | Data lokasi, tanah, fungsi, peraturan; rumusan masalah, kriteria, batasan | 2–3 |
| Laporan konsep | Minimal dua alternatif, prarancangan, matriks keputusan | 4–5 |
| Laporan antara (UTS) | Pembebanan, model, hasil analisis, verifikasi | 6–8 |
| Perhitungan desain | Balok, kolom, pelat, sambungan, fondasi | 9–10 |
| Gambar, spesifikasi, RAB | Denah, potongan, detail; spesifikasi teknis; volume, AHSP, RAB | 11–12 |
| Laporan akhir dan presentasi | Evaluasi rancangan, laporan lengkap, presentasi, penilaian sejawat, ujian lisan | 13–16 |
Cek pemahaman
Soal 1Mengapa peran dalam tim sebaiknya bergiliran saat asistensi?
UAS berupa ujian lisan atas seluruh produk rancangan.
Minggu 2 · CPMK-1
Data tanah menentukan gaya gempa dan fondasi
Data yang dikumpulkan: lokasi dan topografi, hasil penyelidikan tanah (bor dan N-SPT, sondir), kebutuhan ruang pengguna, dan peraturan (tata ruang, SNI, persyaratan bangunan gedung). Dari N-SPT dihitung kelas situs, lalu parameter spektrum respons desain.
Konsep inti kelas situs dan spektrum
Bedah soal: kelas situs dan spektrum lokasi kasus berjalan
N-SPT setiap 1,5 m sampai 30 m: 6, 7, 9, 11, 13, 15, 17, 18, 20, 24, 27, 30, 34, 38, 42, 46, 50, 50, 50, 50. Ss = 1,40 g, S1 = 0,60 g (ilustrasi).
- Σ(1,5/N) = 1,669 → N̄ = 30/1,669 = 18,0 → kelas situs SD
- Fa = 1,0 ; Fv = 1,7 → SMS = 1,400 ; SM1 = 1,020
- SDS = 0,933 ; SD1 = 0,680 ; T0 = 0,146 s ; Ts = 0,729 s
Situs SD dengan percepatan spektral desain tinggi. Karena S1 ≥ 0,2 pada situs SD, periksa pengecualian SNI 1726 Pasal 6.10.1 untuk memakai prosedur ini; tim mencatatnya sebagai batasan dalam kriteria.
Bank soal soal per NIM
Tugas proyek 1
Minggu 3 · CPMK-1
Kriteria perancangan: janji teknis tim kepada pemilik
Dokumen kriteria perancangan memuat rumusan masalah, fungsi dan kinerja yang dituju, standar yang dipakai, kategori risiko, faktor keutamaan, kategori desain seismik, sistem struktur yang diizinkan, batas simpangan, mutu bahan, serta batasan biaya, waktu, keselamatan, dan lingkungan.
Konsep inti kategori risiko dan KDS
Bedah soal: kriteria gedung laboratorium kasus berjalan
Fungsi pendidikan, SDS = 0,933, SD1 = 0,680, S1 = 0,60. Tinggi lantai 4 m. Anggaran struktur ±Rp 3,5 miliar untuk 1.620 m².
- Kategori risiko IV Ie = 1,5
- SDS ≥ 0,50 dan SD1 ≥ 0,20 → KDS D
- Sistem: SRPMK beton R = 8 ; Ω0 = 3 ; Cd = 5,5
- Simpangan izin 0,010 × 4.000/1,3 = 30,8 mm per lantai
- Mutu beton f′c 30 MPa, baja tulangan BjTS 420; batas biaya ±Rp 2,16 juta/m² untuk struktur
Kriteria ini menjadi acuan semua tahap berikutnya dan dicek ulang di evaluasi akhir (minggu 13).
Bank soal soal per NIM
Tugas proyek 2
Minggu 4 · CPMK-3
Sedikitnya dua cara menyelesaikan masalah yang sama
Tim menyusun alternatif sistem struktur, fondasi, dan bahan, lalu memberi dimensi awal (prarancangan) agar alternatif dapat dibandingkan secara adil: berat, biaya, waktu, dan kemudahan pelaksanaan.
Tiga alternatif: beton bertulang cor di tempat, rangka baja, dan beton pracetak.
Konsep inti prarancangan dimensi
Bedah soal: prarancangan alternatif beton kasus berjalan
Bentang 6 m, kolom 0,5 m, fy 420 MPa, Pu kolom interior lantai dasar ±1.850 kN, f′c 30 MPa.
- Balok h = 6.000/12 = 500 → dipakai 600 mm (gempa) ; b = 350 mm
- Pelat ℓn = 5,5 m → h = 5.500 × (0,8 + 0,3)/45 = 134 mm; tim memakai 130 mm, sehingga lendutan wajib dihitung (SNI 2847:2019 Pasal 8.3.2)
- Kolom Ag = 1.850.000/(0,35 × 30) = 176.190 mm² → 420 × 420 → dipakai 500 × 500 (strong column)
Alternatif A: beton SRPMK kolom 50 × 50, balok 35 × 60, pelat 13 cm. Alternatif B: baja WF dengan dek komposit. Alternatif C: beton pracetak dengan sambungan basah.
Minggu 5 · CPMK-3
Keputusan yang dapat dijelaskan dan diuji
Matriks keputusan membuat pemilihan alternatif transparan: kriteria dan bobot disepakati dulu (biaya, waktu, kemudahan pelaksanaan dengan sumber daya lokal, kinerja gempa, perawatan di lingkungan pesisir, dampak lingkungan), lalu setiap alternatif diberi skor dengan alasan.
Konsep inti skor terbobot dan kepekaan
Bedah soal: memilih sistem struktur kasus berjalan
Bobot: biaya 25, waktu 15, kemudahan lokal 20, kinerja gempa 20, perawatan 10, lingkungan 10. Skor A (beton cor di tempat) 4-3-5-4-4-3; B (baja) 3-5-2-5-2-4; C (pracetak) 3-4-3-3-4-4.
- A = (25×4 + 15×3 + 20×5 + 20×4 + 10×4 + 10×3)/100 = 3,95
- B = 3,50 ; C = 3,35
Beton bertulang cor di tempat dipilih: tenaga kerja dan bahan tersedia di Meulaboh, tahan korosi udara laut dengan selimut cukup, dan biaya terendah. Baja unggul dalam waktu dan kinerja tetapi lemah dalam perawatan dan ketersediaan tukang las bersertifikat.
Bank soal soal per NIM
Tugas proyek 3
Minggu 6 · CPMK-2
Beban yang benar lebih penting dari perangkat lunak yang canggih
Beban mati dan hidup ditetapkan dari SNI 1727:2020, beban gempa dari SNI 1726:2019. Gaya geser dasar statik ekivalen dihitung secara manual sebagai pembanding dan sebagai syarat skala analisis ragam spektrum respons di perangkat lunak.
Gaya gempa lateral Fx di setiap lantai, makin besar ke atas.
Konsep inti statik ekivalen
Bedah soal: gaya geser dasar gedung laboratorium kasus berjalan
Lantai 30 × 18 m: pelat 13 cm (3,12 kPa), finishing+ME+plafon 1,5 kPa, dinding ekuivalen 1,0 kPa; balok 228 m per lantai; 24 kolom 50 × 50. Atap: tanpa dinding, beban tambahan 1,0 kPa.
- Berat lantai 540 × 5,62 + 900 + 576 = 4.511 kN ; atap 3.413 kN ; W = 12.435 kN
- Ta = 0,0466 × 120,9 = 0,436 s ; Cs = 0,933/(8/1,5) = 0,175 (batas atas 0,292 ; bawah 0,062)
- V = 0,175 × 12.435 = 2.176 kN
- k = 1 F₁ = 413 ; F₂ = 826 ; F₃ = 937 kN
V statik = 2.176 kN (17,5% W). Gaya geser dasar ragam spektrum di ETABS diskalakan sampai minimal 100% V statik (SNI 1726:2019).
Bank soal soal per NIM
Minggu 7 · CPMK-2
Jangan percaya angka yang tidak bisa dijelaskan
Setelah dianalisis, keluaran perangkat lunak diperiksa: jumlah reaksi vertikal sama dengan berat bangunan, periode wajar, partisipasi massa ≥ 90%, simpangan dalam batas, dan gaya dalam sebanding dengan hitungan tangan sederhana.
Konsep inti simpangan dan verifikasi
Bedah soal: simpangan dan verifikasi momen kasus berjalan
Perpindahan elastik ETABS arah X di lantai 1–3: 6,5 ; 13,8 ; 18,9 mm. Cd = 5,5, Ie = 1,5, ρ = 1,3, h = 4 m. Balok interior: wD = 25,5 kN/m, wL = 7,68 kN/m, ℓn = 5,5 m; momen tumpuan gravitasi ETABS 108 kN·m.
- δ = 5,5 × (6,5 ; 13,8 ; 18,9)/1,5 = 23,8 ; 50,6 ; 69,3 mm → Δ = 23,8 ; 26,8 ; 18,7 mm ≤ 30,8 mm ✓
- wu = 1,2 × 25,5 + 1,6 × 7,68 = 42,9 kN/m ; M ≈ 42,9 × 5,5²/11 = 118 kN·m
- selisih dengan ETABS (108 kN·m) = 9% → wajar
Simpangan lantai 2 paling kritis (87% dari izin). Gaya dalam gravitasi terverifikasi; momen desain balok dari kombinasi gempa 285 kN·m dipakai di minggu 9.
Bank soal soal per NIM
Minggu 8 · CPMK-1 dan CPMK-4
Ujian Tengah Semester
Presentasi kemajuan proyek dan laporan antara (materi pertemuan 1–7). Bobot 15%: ketepatan kriteria perancangan (CPMK-1, 8%) serta kejelasan laporan dan presentasi (CPMK-4, 7%).
Isi laporan antara
| Bab | Isi | Porsi |
|---|---|---|
| 1. Data dan kriteria | Data lokasi dan tanah, spektrum, kategori risiko, KDS, batasan | 30% |
| 2. Konsep | Alternatif, prarancangan, matriks keputusan | 20% |
| 3. Pembebanan dan model | Beban, W, V statik, asumsi model | 25% |
| 4. Hasil awal dan verifikasi | Periode, partisipasi massa, simpangan, cek manual | 15% |
| 5. Rencana sisa pekerjaan | Jadwal minggu 9–16 dan pembagian tugas | 10% |
Rubrik presentasi kemajuan
| Aspek | Sangat baik | Perlu perbaikan |
|---|---|---|
| Kriteria perancangan | Lengkap, berdasar SNI dan data, terukur | Kriteria umum tanpa angka atau acuan |
| Struktur penyampaian | Masalah → keputusan → bukti | Membaca slide berisi tabel |
| Kerja tim | Semua anggota menjelaskan bagiannya | Satu orang mendominasi |
| Tanya jawab | Menjawab dengan data dan hitungan | Menebak atau mengalihkan |
Minggu 9 · CPMK-2
Dari gaya dalam ke tulangan
Elemen struktur atas dirancang dari gaya dalam kombinasi terbesar: balok untuk lentur dan geser dengan ketentuan SRPMK, kolom untuk aksial-lentur dan rasio kolom kuat–balok lemah, pelat dua arah, serta sambungan balok-kolom (atau sambungan baut/las untuk baja).
Detail balok SRPMK: tulangan atas dan bawah, sengkang rapat di daerah sendi plastis sepanjang 2h dari muka kolom.
Konsep inti balok SRPMK
Bedah soal: balok interior lantai 2 kasus berjalan
Balok 350 × 600, selimut 40 mm, sengkang D10, tulangan D19, f′c 30, fy 420. Mu− = 285 kN·m, Vu = 210 kN.
- d = 600 − 40 − 10 − 9,5 = 540,5 mm ; Rn = 285×10⁶/(0,9 × 350 × 540,5²) = 3,10 MPa
- ρ = 0,0079 → As = 1.492 mm² → 6D19 (1.701 mm²) ; φMn = 321,8 kN·m ≥ 285 ✓ ; εt = 0,014 (terkendali tarik)
- Vc = 176,1 kN ; Vs = 210/0,75 − 176,1 = 103,9 kN → s perlu 343 mm ; syarat SRPMK s ≤ 114 mm → D10-110 di daerah 2h
- Kolom 500 × 500 dengan 12D19 ρ = 1,36% ; φPn,maks = 4.013 kN ≥ 1.850 ✓; pelat 13 cm Mu = 16,1 kN·m/m → D10-180
Balok 6D19 atas di tumpuan dengan sengkang D10-110 sepanjang 1.200 mm dari muka kolom. Sengkang di tengah bentang dapat diperjarang sampai d/2.
Bank soal soal per NIM
Tugas proyek 4
Minggu 10 · CPMK-2
Beban kolom harus sampai ke lapisan yang kuat
Lapisan atas yang lunak di pesisir Meulaboh membuat fondasi dangkal tidak praktis untuk gedung tiga lantai. Daya dukung tiang dihitung dari N-SPT (tahanan ujung dan selimut), jumlah tiang dari beban kolom dan efisiensi kelompok, lalu penurunan dan kapasitas lateral diperiksa.
Konsep inti tiang dari N-SPT (Meyerhof)
Bedah soal: tiang pancang kolom interior kasus berjalan
Spun pile D400, panjang 18 m, N-SPT minggu 2, SF 2,5. Beban layan kolom interior P = 1.300 kN, jarak tiang 3D = 1,2 m.
- Nb = 32,3 → qp = min(40 × 32,3 × 18/0,4 ; 400 × 32,3) = 12.900 kPa ; Qp = 1.621 kN
- Qs = Σ2N × π × 0,4 × 1,5 = 743 kN ; Qu = 2.364 kN ; Qa = 945 kN
- n = 1.300/945 → 2 tiang ; E = 0,90 → Qg = 1.697 kN ≥ 1.300 ✓
Secara aksial cukup 2 tiang; tim memakai 3 tiang dengan pile cap segitiga agar momen gempa dan eksentrisitas pemancangan tertahan. Tahanan ujung mendominasi (69%), sehingga panjang tiang dan elevasi ujung harus dipastikan saat pemancangan (kalendering).
Bank soal soal per NIM
Tugas proyek 5
Minggu 11 · CPMK-2
Gambar adalah perintah kepada pelaksana
Gambar rencana harus bisa dilaksanakan tanpa bertanya: denah dan potongan dengan grid dan elevasi, denah balok dan kolom dengan kode elemen, tabel penulangan, detail tulangan dengan panjang penyaluran, sambungan lewatan, kait, dan selimut beton.
Konsep inti panjang penyaluran
Bedah soal: detail tulangan D19 kasus berjalan
D19, fy 420 MPa, f′c 30 MPa, tanpa epoksi.
- Tulangan bawah ℓd = 420 × 1,0/(2,1 × √30) × 19 = 694 mm; tulangan atas × 1,3 = 902 mm
- Kait di kolom tepi ℓdh = 0,24 × 420/√30 × 19 = 350 mm (kolom 500 mm cukup)
- Lewatan kelas B tulangan atas 1,3 × 902 = 1.172 mm → 1.200 mm di tengah bentang
Gambar detail balok mencantumkan lewatan 1.200 mm di sepertiga tengah bentang dan kait 90° dengan panjang lurus 350 mm di kolom tepi.
Bank soal soal per NIM
Tugas proyek 6
Minggu 12 · CPMK-2
Berapa biaya rancangan ini?
Volume pekerjaan dihitung dari gambar, harga satuan dari analisis harga satuan pekerjaan (AHSP) dengan harga bahan, upah, dan alat setempat, lalu disusun RAB. Spesifikasi teknis menjelaskan mutu bahan, metode, toleransi, dan pengujian setiap pekerjaan.
Komponen struktur diwarnai per jenis pekerjaan: pelat, balok, kolom, pile cap, dan tiang.
Konsep inti RAB
Bedah soal: RAB pekerjaan struktur kasus berjalan
Volume dari gambar: beton pelat 210,6 m³, balok 112,5 m³, kolom 72,0 m³, pile cap 43,0 m³, sloof 34,2 m³; tiang 72 × 18 m. Harga satuan ilustrasi di kalkulator.
- Beton total 472,3 m³; tulangan dari rasio kg/m³ ±67 ton
- Beton Rp 779 juta, tulangan Rp 1.231 juta, bekisting Rp 942 juta, tiang Rp 842 juta subtotal Rp 3,80 miliar ; PPN 11% → Rp 4,21 miliar
- Rp 4,21 miliar/1.620 m² = Rp 2,60 juta/m²
Biaya struktur melampaui batas Rp 2,16 juta/m² dari kriteria minggu 3 (anggaran awal belum memasukkan tiang pancang). Tulangan menyumbang 32% biaya, sehingga rasio tulangan 141 kg/m³ dan panjang tiang menjadi sasaran penghematan di minggu 13.
Bank soal soal per NIM
Tugas proyek 7
Minggu 13 · CPMK-3
Rancangan yang baik juga murah, mudah, aman, dan rendah emisi
Rancangan akhir dievaluasi terhadap kriteria minggu 3: biaya per m², kemudahan pelaksanaan (pengulangan bekisting, ukuran seragam), risiko K3 pelaksanaan, dan dampak lingkungan seperti karbon terkandung (embodied carbon). Hasilnya menjadi daftar perbaikan rancangan.
Konsep inti rekayasa nilai dan karbon
Bedah soal: rekayasa nilai pelat kasus berjalan
Opsi: pelat 13 cm dengan balok anak di tengah panel (bentang pelat 3 m, pelat 11 cm) dibandingkan pelat 13 cm tanpa balok anak.
- Beton pelat turun 540 × 0,02 × 3 = 32,4 m³, tetapi balok anak menambah ±20 m³ dan bekisting balok
- Kalkulator membandingkan biaya dan karbon kedua opsi; risiko K3 dinilai pada matriks peluang × dampak
Opsi balok anak justru 4% lebih mahal karena tambahan bekisting, dengan karbon hampir sama. Tim mempertahankan pelat 13 cm tanpa balok anak; penghematan dicari dari rasio tulangan hasil desain sebenarnya (bukan rasio perkiraan) dan dari uji beban tiang untuk memperpendek tiang. Selisih anggaran dilaporkan kepada pemilik sebagai keputusan yang harus diambil.
Minggu 14 · CPMK-4
Laporan yang bisa diperiksa orang lain
Laporan akhir harus memungkinkan pemeriksa mengulang setiap angka penting: asumsi tertulis, sumber data dan standar dikutip, hitungan contoh lengkap, keluaran perangkat lunak diringkas dan diverifikasi, gambar dan RAB terlampir.
Sistematika laporan
| Bab | Isi |
|---|---|
| Ringkasan eksekutif | Masalah, rancangan terpilih, biaya, jadwal, risiko utama (1 halaman) |
| 1. Pendahuluan | Latar belakang, rumusan masalah, tujuan, lingkup, batasan |
| 2. Data dan kriteria | Lokasi, tanah, fungsi, peraturan, kriteria perancangan |
| 3. Konsep dan pemilihan alternatif | Alternatif, prarancangan, matriks keputusan, kepekaan |
| 4. Analisis struktur | Beban, model, hasil, verifikasi |
| 5. Desain elemen dan fondasi | Hitungan contoh dan tabel rekap |
| 6. Biaya dan pelaksanaan | Spesifikasi, RAB, metode kerja, K3, lingkungan |
| 7. Evaluasi dan kesimpulan | Pemenuhan kriteria, perbaikan, rekomendasi |
| Lampiran | Gambar, keluaran perangkat lunak, data tanah, AHSP, notulen asistensi, pembagian kerja |
Tugas proyek 8
Minggu 15 · CPMK-4
Satu nilai tim, kontribusi yang berbeda
Tim mempresentasikan rancangan kepada penguji dan kelompok lain. Setiap anggota menilai kontribusi semua anggota (termasuk dirinya); nilai individu = nilai tim × faktor kontribusi (metode WebPA), sehingga kontribusi yang timpang terlihat adil.
Konsep inti WebPA
Ringkasan kasus berjalan
| Tahap | Hasil | Minggu |
|---|---|---|
| Data dan kriteria | Situs SD, SDS 0,933, SD1 0,680, kategori risiko IV, KDS D, Δa/ρ = 30,8 mm | 2–3 |
| Pemilihan alternatif | Beton SRPMK (3,95) > baja (3,50) > pracetak (3,35) | 4–5 |
| Analisis | W 12.435 kN, V 2.176 kN, simpangan maks 26,8 mm | 6–7 |
| Desain | Balok 35 × 60 (6D19, D10-110), kolom 50 × 50 (12D19), pelat 13 cm (D10-180) | 9 |
| Fondasi | Spun pile D40 L 18 m, Qa 945 kN, 3 tiang per kolom interior | 10 |
| Detail dan biaya | ℓd D19 694/902 mm, lewatan 1.200 mm; RAB struktur dari volume 472 m³ beton | 11–12 |
Bank soal campuran
Minggu 16 · CPMK-2 sampai CPMK-4
Ujian Akhir Semester
Ujian lisan individual atas seluruh produk rancangan: laporan, gambar, spesifikasi, dan RAB. Bobot 20% (CPMK-2 12%, CPMK-3 3%, CPMK-4 5%).
Contoh pertanyaan penguji
| Topik | Pertanyaan |
|---|---|
| Kriteria | Mengapa gedung ini kategori risiko IV? Apa akibatnya pada gaya gempa dan simpangan izin? |
| Alternatif | Bila bobot waktu dinaikkan menjadi 30, apakah pilihan berubah? |
| Analisis | Tunjukkan cara Anda memastikan keluaran ETABS benar. |
| Desain | Mengapa sengkang balok di tumpuan D10-110, bukan D10-150? |
| Fondasi | Berapa persen daya dukung tiang dari tahanan ujung, dan apa artinya saat pemancangan? |
| Gambar dan RAB | Di mana sambungan lewatan balok boleh diletakkan? Dari mana volume besi dihitung? |
Rubrik ujian lisan
| Nilai | Deskripsi |
|---|---|
| A | Menjelaskan setiap keputusan dengan data, SNI, dan hitungan; menemukan sendiri keterbatasan rancangan |
| B | Menjelaskan bagian sendiri dengan benar, bagian tim lain secara umum |
| C | Mengetahui hasil tetapi tidak dapat menjelaskan asal angka |
| D/E | Tidak memahami produk rancangan tim |