RPS FT12440 · Genap 2026/2027 · Topik proyek: jembatan
Capstone Desain: Perancangan Jembatan
Varian topik jembatan dari mata kuliah Capstone Desain. Tim merancang satu jembatan jalan raya bentang tunggal dari data sungai, tanah, dan lalu lintas: menetapkan elevasi dan bentang, memilih tipe bangunan atas, menghitung beban SNI 1725, merancang gelagar komposit, perletakan, kepala jembatan, dan fondasi tiang, lalu menyerahkan gambar, spesifikasi, dan RAB.
Jembatan gelagar baja komposit bentang 25 m di atas sungai (kasus berjalan). Seret untuk memutar, cubit atau gulir untuk memperbesar.
Cara kerja kelas ini
Kasus berjalan: jembatan Krueng Seunagan (fiktif), Nagan Raya–Aceh Barat
| Data | Nilai | Minggu |
|---|---|---|
| Sungai | Lebar dasar 15 m, talud 0,75, n = 0,035, kemiringan 0,0015, Q50 = 220 m³/s, dasar +10,00 | 2 |
| Jalan | Kolektor 2 lajur: lantai kendaraan 7,0 m + trotoar 2 × 1,0 m = 9,0 m | 2–3 |
| Bangunan atas terpilih | 5 gelagar pelat baja komposit @ 1,85 m, bentang 25 m, pelat lantai 200 mm | 4–9 |
| Bangunan bawah | Kepala jembatan beton di atas tiang pancang D50 sedalam 18 m; perletakan elastomer | 10 |
| Gempa | SDS = 0,933, SD1 = 0,680 (ilustrasi, sama dengan kelas Capstone gedung) → zona gempa 4 | 3, 6 |
Capaian pembelajaran
| Kode | Rumusan |
|---|---|
| CPL-3 | Mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan analisis informasi dan data, dengan mengkaji implikasi ekonomi, sosial, lingkungan, keselamatan, dan keberlanjutan dari suatu solusi rekayasa. |
| CPL-5 | Mampu mengidentifikasi, merumuskan, menganalisis, dan menyelesaikan masalah rekayasa kompleks di bidang struktur, geoteknik, transportasi, sumber daya air, dan manajemen konstruksi. |
| CPL-6 | Mampu merancang komponen, sistem, atau proses bangunan teknik sipil sesuai standar teknis yang berlaku dengan memanfaatkan metode dan perangkat lunak rekayasa modern, serta mempertimbangkan kinerja, biaya, dan kemudahan pelaksanaan. |
| CPL-9 | Mampu berkomunikasi secara efektif secara lisan, tulisan, dan gambar teknik, serta bekerja sama dalam tim lintas disiplin dan lintas budaya. |
| CPMK-1 | Mahasiswa mampu merumuskan permasalahan dan kriteria perancangan suatu bangunan sipil berdasarkan data lapangan, kebutuhan pengguna, dan peraturan yang berlaku. |
| CPMK-2 | Mahasiswa mampu merancang struktur, fondasi, dan komponen bangunan sipil sesuai SNI dengan perangkat lunak rekayasa, serta menghasilkan gambar, spesifikasi teknis, dan rencana anggaran biaya. |
| CPMK-3 | Mahasiswa mampu membandingkan alternatif rancangan berdasarkan kriteria teknis, biaya, keselamatan, dan lingkungan, lalu memilih alternatif yang paling layak. |
| CPMK-4 | Mahasiswa mampu bekerja sama dalam tim serta mengomunikasikan hasil rancangan secara tertulis, grafis, dan lisan. |
Rencana pembelajaran 16 minggu
| Mg | Materi | CPMK | Penilaian | Bobot |
|---|
Rencana evaluasi
| Unsur nilai | CPMK-1 | CPMK-2 | CPMK-3 | CPMK-4 | Total |
|---|---|---|---|---|---|
| UTS (presentasi kemajuan) | 8 | 0 | 0 | 7 | 15 |
| UAS (ujian lisan) | 0 | 12 | 3 | 5 | 20 |
| Partisipasi (asistensi) | 2 | 8 | 6 | 0 | 16 |
| Hasil proyek (team-based project) | 10 | 20 | 6 | 13 | 49 |
| Jumlah | 20 | 40 | 15 | 25 | 100 |
Pustaka
- BSN. SNI 1725:2016 Pembebanan untuk Jembatan.
- BSN. SNI 2833:2016 Perencanaan Jembatan terhadap Beban Gempa.
- BSN. SNI 1729:2020 Spesifikasi untuk Bangunan Gedung Baja Struktural (dipakai untuk kapasitas penampang; untuk proyek resmi gunakan standar baja jembatan yang berlaku).
- BSN. SNI 2847:2019 Persyaratan Beton Struktural; SNI 8460:2017 Persyaratan Perancangan Geoteknik.
- Pendukung: Dym, Little & Orwin (2014). Engineering Design: A Project-Based Introduction; Permen PUPR No. 1 Tahun 2022 (AHSP); pedoman perencanaan jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga.
Satuan SI. Desimal memakai koma. Data sungai, tanah, dan gempa kasus berjalan adalah ilustrasi; nilai tabel standar diringkas untuk pembelajaran dan harus dicek dengan dokumen asli pada proyek nyata. Media: AutoCAD, SAP2000/MIDAS/CSiBridge, Microsoft Excel.
Minggu 1 · CPMK-1
Jembatan adalah proyek lintas disiplin
Satu jembatan menyatukan hidrologi (muka air banjir dan gerusan), geometri jalan, struktur bangunan atas, geoteknik bangunan bawah, dan pelaksanaan di atas sungai. Tim menetapkan lingkup, luaran, peran, dan rencana kerja 16 minggu.
Komponen jembatan dan penanggung jawab
| Komponen | Isi rancangan | Peran |
|---|---|---|
| Geometri dan hidraulika | Bentang, elevasi lantai, ruang bebas, gerusan, oprit | Hidrologi dan geometri |
| Bangunan atas | Pelat lantai, gelagar, diafragma, penghubung geser, sandaran | Bangunan atas |
| Perletakan dan sambungan siar muai | Elastomer, penahan gempa, expansion joint | Bangunan atas |
| Bangunan bawah | Kepala jembatan, dinding sayap, pile cap, tiang | Bangunan bawah |
| Gambar, spesifikasi, biaya | Gambar rencana, spesifikasi, volume, RAB, metode kerja | Gambar dan biaya |
Cek pemahaman
Soal 1Data pertama yang menentukan panjang bentang dan elevasi lantai jembatan adalah…
Hidrologi dan hidraulika mendahului struktur.
Minggu 2 · CPMK-1
Muka air banjir menentukan tinggi jembatan
Data yang dikumpulkan: penampang dan profil sungai, debit banjir rencana, material dasar, data bor dan N-SPT di kedua tepi, lalu lintas, serta peraturan. Dari debit banjir dihitung muka air banjir (MAB) dan gerusan, sehingga elevasi bawah gelagar dan kedalaman fondasi dapat ditetapkan.
Konsep inti MAB, ruang bebas, dan gerusan
Bedah soal: elevasi jembatan Krueng Seunagan kasus berjalan
Penampang trapesium b = 15 m, z = 0,75, n = 0,035, S = 0,0015, Q50 = 220 m³/s, dasar sungai +10,00, dm = 0,5 mm. Ruang bebas 1,0 m. Tinggi bangunan atas: gelagar 1,198 m + haunch 0,05 + pelat 0,20 + aspal 0,05 m.
- y = 4,81 m ; V = 2,46 m/s ; lebar muka air 22,2 m → MAB = +14,81
- bawah gelagar ≥ +15,81 ; lantai = 15,81 + 1,198 + 0,05 + 0,20 + 0,05 = +17,31
- Gerusan f = 1,245 ; dL = 2,65 m ; 1,5 × 2,65 = 3,98 m dari MAB → elevasi gerusan +10,83, di atas dasar sungai (+10,00)
Lebar muka air banjir 22,2 m, sehingga bentang 25 m menempatkan kedua kepala jembatan di luar aliran banjir, dengan dinding sayap dan bronjong untuk melindungi tebing. Lantai jembatan +17,31 menentukan tinggi oprit dari jalan eksisting.
Bank soal soal per NIM
Tugas proyek 1
Minggu 3 · CPMK-1
Kriteria perancangan jembatan
Kriteria memuat fungsi dan kelas jembatan, lebar lantai, umur rencana, standar beban dan gempa, mutu bahan, batas lendutan, ruang bebas vertikal, serta batasan biaya, waktu pelaksanaan (musim kemarau), akses alat ke lokasi, K3 bekerja di atas air, dan dampak terhadap sungai.
Konsep inti kriteria utama
Bedah soal: kriteria jembatan kasus kasus berjalan
Jalan kolektor 2 lajur dengan trotoar untuk pejalan kaki sesekali, bentang 25 m, SD1 = 0,680. Anggaran ±Rp 6,5 miliar.
- Lebar 7,0 m lantai kendaraan + 2 × 1,0 m trotoar = 9,0 m; umur rencana 75 tahun
- Lendutan beban hidup ≤ 25.000/800 = 31,3 mm
- Gempa SD1 = 0,680 > 0,50 → zona 4: wajib penahan gempa lateral dan panjang dudukan minimum
- Mutu baja gelagar fy 345 MPa, beton pelat f′c 30 MPa, BjTS 420; batas biaya ±Rp 28,9 juta/m² lantai (6,5 miliar/225 m²)
Kriteria ini dipakai untuk memeriksa rancangan akhir di minggu 13.
Tugas proyek 2
Minggu 4 · CPMK-3
Gelagar baja komposit, gelagar pracetak, atau dua bentang beton?
Untuk bentang 20–40 m alternatif yang lazim adalah gelagar baja komposit, gelagar beton pracetak prategang (PCI), dan gelagar beton bertulang balok-T yang memerlukan pilar di tengah sungai. Prarancangan memberi tinggi gelagar, jumlah gelagar, dan berat sendiri untuk dibandingkan.
Tiga alternatif: baja komposit 25 m, PCI 25 m, dan balok-T beton 2 × 12,5 m dengan pilar.
Konsep inti rasio tinggi gelagar
Bedah soal: prarancangan gelagar baja komposit kasus berjalan
Bentang 25 m, lebar 9,0 m, 5 gelagar.
- jarak gelagar = (9,0 − 2 × 0,8)/4 = 1,85 m ; h ≈ 25.000/21 = 1.190 mm
- Penampang awal sayap atas 300 × 20, badan 1.150 × 12, sayap bawah 400 × 28 → hs = 1.198 mm ; A = 31.000 mm² ; 2,39 kN/m (2,68 kN/m dengan pengaku dan diafragma)
Alternatif PCI membutuhkan gelagar ±1,25–1,4 m dan crane besar; balok-T membutuhkan pilar di alur sungai yang mempersempit aliran banjir dan menambah gerusan.
Minggu 5 · CPMK-3
Memilih tipe jembatan dengan alasan
Kriteria dan bobot disepakati sebelum memberi skor: biaya, waktu pelaksanaan, akses dan ereksi, durabilitas di lingkungan pesisir, dampak terhadap sungai (pilar), dan kebutuhan perawatan.
Konsep inti skor terbobot
Bedah soal: memilih tipe jembatan kasus berjalan
Bobot: biaya 25, waktu 15, akses dan ereksi 20, durabilitas 15, dampak sungai 15, perawatan 10. Skor baja komposit 3-5-5-3-5-2; PCI 3-4-2-5-5-4; balok-T 2 bentang 4-3-4-4-1-4.
- baja komposit = (75 + 75 + 100 + 45 + 75 + 20)/100 = 3,90
- PCI = 3,65 ; balok-T = 3,40
- Kepekaan: bobot durabilitas +10 baja 3,82 ; PCI 3,77 → pilihan tetap
Gelagar baja komposit dipilih karena segmen ringan dapat diangkut lewat jalan desa dan diereksi tanpa pilar sementara di sungai. Kelemahannya (korosi, perawatan cat) menjadi syarat spesifikasi: sistem cat untuk lingkungan pesisir dan jadwal perawatan.
Bank soal soal per NIM
Tugas proyek 3
Minggu 6 · CPMK-2
Beban lajur D, truk T, dan faktor beban
Beban jembatan menurut SNI 1725:2016: berat sendiri (MS), beban mati tambahan (MA, aspal), beban lajur D (beban terbagi rata BTR dan beban garis terpusat BGT dengan faktor beban dinamis), beban truk T, pejalan kaki, angin, temperatur, dan gempa (SNI 2833:2016).
Beban lajur D: BTR merata di lantai kendaraan dan BGT melintang di tengah bentang.
Konsep inti beban lajur D per gelagar
Bedah soal: momen rencana gelagar dalam kasus berjalan
L = 25 m, s = 1,85 m. MS baja 2,68 kN/m; MS beton (pelat 200 mm + haunch) 9,24 kN/m; aspal 50 mm (22 kN/m³) 2,04 kN/m.
- MMS,baja = 209,4 ; MMS,beton = 721,9 ; MMA = 159,0 kN·m
- qg = 9,0 × 1,85 = 16,65 kN/m ; pg = 49 × 1,4 × 1,85 = 126,9 kN ; MTD = 1.300,8 + 793,2 = 2.094,0 kN·m
- Mu = 1,1 × 209,4 + 1,3 × 721,9 + 2,0 × 159,0 + 1,8 × 2.094,0 = 5.256 kN·m
- Geser tumpuan Vu = 841 kN
Beban lajur D menyumbang 72% momen rencana. Truk T diperiksa di minggu 7.
Bank soal soal per NIM
Minggu 7 · CPMK-2
Di mana truk menghasilkan momen terbesar?
Momen akibat beban bergerak bergantung pada posisi truk. Momen maksimum mutlak terjadi di bawah gandar terdekat dengan resultan saat titik tengah bentang membagi dua jarak gandar itu dan resultan. Perangkat lunak (moving load) diverifikasi dengan hitungan ini dan dengan lendutan tangan.
Konsep inti beban bergerak dan lendutan
Bedah soal: truk T dan lendutan kasus berjalan
L = 25 m, truk 50-225-225 kN dengan jarak 5 m dan 5 m, FBD 0,3, faktor distribusi gelagar dalam 0,6 truk. EI komposit dari minggu 9.
- Gandar tengah di 11,63 m dari tumpuan kiri Mtruk = 2.452,8 kN·m (satu truk penuh)
- MTT,gelagar = 2.452,8 × 1,3 × 0,6 = 1.913 kN·m < MTD = 2.094 kN·m → beban lajur D menentukan
- Lendutan beban D (tanpa FBD) δ = 27,6 mm ≤ 31,3 mm ✓
Bila perangkat lunak memberi momen truk per gelagar jauh berbeda dari ±1.900 kN·m, periksa faktor distribusi, jalur lajur, dan FBD dalam model.
Bank soal soal per NIM
Minggu 8 · CPMK-1 dan CPMK-4
Ujian Tengah Semester
Presentasi kemajuan proyek jembatan dan laporan antara (pertemuan 1–7). Bobot 15%: kriteria perancangan (CPMK-1, 8%) serta laporan dan presentasi (CPMK-4, 7%).
Isi laporan antara
| Bab | Isi | Porsi |
|---|---|---|
| 1. Data dan kriteria | Penampang sungai, Q rencana, MAB, gerusan, tanah, lalu lintas, kriteria | 30% |
| 2. Konsep | Tipe jembatan, prarancangan, matriks keputusan | 20% |
| 3. Pembebanan dan model | MS, MA, TD, TT, TP, EW, EQ; model pelat-gelagar | 25% |
| 4. Hasil awal dan verifikasi | Momen, geser, lendutan, cek manual | 15% |
| 5. Rencana sisa pekerjaan | Jadwal minggu 9–16 dan pembagian tugas | 10% |
Rubrik presentasi kemajuan
| Aspek | Sangat baik | Perlu perbaikan |
|---|---|---|
| Kriteria perancangan | Elevasi, bentang, beban, dan batas lendutan didasarkan pada data dan standar | Bentang dan elevasi ditetapkan tanpa hitungan hidraulika |
| Struktur penyampaian | Masalah → keputusan → bukti | Membaca tabel |
| Kerja tim | Semua anggota menjelaskan bagiannya | Satu orang mendominasi |
Minggu 9 · CPMK-2
Baja di bawah, beton di atas, stud di antaranya
Gelagar komposit memanfaatkan pelat beton sebagai sayap tekan dan baja sebagai sayap tarik. Desain mencakup kapasitas lentur plastis, daktilitas, geser badan, penghubung geser stud, tahap pelaksanaan sebelum beton mengeras, dan sambungan gelagar (baut mutu tinggi).
Penampang komposit: pelat beton, haunch, stud, dan gelagar pelat baja.
Konsep inti momen plastis komposit
Bedah soal: gelagar dalam kasus berjalan
Sayap atas 300 × 20, badan 1.150 × 12, sayap bawah 400 × 28 (fy 345 MPa); pelat 200 mm f′c 30 MPa, haunch 50 mm, s = 1,85 m. Mu = 5.256 kN·m, Vu = 841 kN.
- be = min(6.250 ; 1.850 ; 2.550) = 1.850 mm ; Cc = 9.435 kN < Ts = 10.695 kN → PNA di sayap atas, Cs = 630 kN, kedalaman 6,1 mm
- Mp = 8.840 kN·m ; φMn = 7.956 kN·m ≥ 5.256 ✓ (rasio 0,66); Dp/Dt = 256/1.448 = 0,18 ≤ 0,42 ✓
- Geser h/tw = 95,8 → Cv = 0,509 ; φVn = 1.309 kN ≥ 841 ✓
- Stud D19 Qn = 124,6 kN → 76 stud per setengah bentang → 2 stud per baris @ 330 mm
- Tahap pelaksanaan Mu = 1.169 kN·m ; φMy,baja = 0,9 × 3.553 = 3.198 kN·m ✓
Gelagar memenuhi dengan cadangan 34%; lendutan (27,6 mm dari 31,3 mm) lebih menentukan, sehingga pengurangan sayap bawah dibatasi lendutan. Optimasi dibahas di minggu 13.
Bank soal soal per NIM
Tugas proyek 4
Minggu 10 · CPMK-2
Menyalurkan beban jembatan ke tanah keras
Reaksi gelagar diteruskan oleh perletakan elastomer ke kepala jembatan, lalu ke tiang pancang. Elastomer dirancang untuk tegangan tekan dan deformasi geser akibat suhu; kepala jembatan menahan tekanan tanah dan gaya gempa; jumlah tiang dari beban vertikal, momen, dan gaya lateral.
Konsep inti elastomer dan tiang
Bedah soal: perletakan dan tiang kepala jembatan kasus berjalan
Reaksi layan gelagar dalam R = 509,5 kN. ΔT = 30 °C, α = 12×10⁻⁶. Beban layan total satu kepala jembatan 4.104 kN. Tiang pancang D50 sedalam 18 m pada N-SPT tepi sungai.
- Elastomer A ≥ 509.500/7 = 72.786 mm² → 300 × 250 mm ; σ = 6,79 MPa ; S = 5,68
- Δs = 12×10⁻⁶ × 30 × 25.000 = 9 mm → 2 lapis 12 mm (24 mm ≥ 18 mm) ✓
- Tiang Nb = 32 ; Qp = 2.513 kN ; Qs = 749 kN ; Qa = 1.305 kN → 4 tiang secara aksial
Dipakai 10 tiang (2 baris × 5, baris belakang miring 1:6) untuk menahan tekanan tanah, gaya rem, dan gempa. Elastomer 300 × 250 × 2 lapis dengan penahan gempa beton di kedua sisi gelagar tepi.
Bank soal soal per NIM
Tugas proyek 5
Minggu 11 · CPMK-2
Gambar kerja gelagar: lawan lendut dan detail
Gambar jembatan memuat situasi dan potongan memanjang (dengan MAB dan ruang bebas), potongan melintang, denah gelagar dan diafragma, detail sambungan, stud, perletakan, siar muai, kepala jembatan, dan tiang. Gelagar baja difabrikasi dengan lawan lendut (camber) agar lantai lurus setelah beban mati bekerja.
Konsep inti lawan lendut
Bedah soal: lawan lendut gelagar dalam kasus berjalan
Baja + beton basah 11,92 kN/m pada Is = 7,153×10⁹ mm⁴; aspal 2,04 kN/m pada penampang komposit jangka panjang.
- Lendutan beban mati di tengah bentang dihitung kalkulator, lalu dibulatkan ke atas 5 mm sebagai camber tengah
- Tabel camber pada 0,1L sampai 0,9L untuk bengkel fabrikasi
Lendutan beban mati 42,4 + 3,5 = 45,9 mm → camber tengah 50 mm. Tanpa camber, gelagar akan melengkung ke bawah sebesar itu setelah pengecoran dan genangan air terbentuk di tengah bentang.
Tugas proyek 6
Minggu 12 · CPMK-2
Berapa biaya jembatan ini?
Volume dihitung dari gambar: tonase baja gelagar, beton pelat dan kepala jembatan, tulangan, stud, perletakan, siar muai, sandaran, aspal, dan tiang. Spesifikasi teknis menetapkan mutu baja dan sistem cat pesisir, pengelasan, baut mutu tinggi, beton, pemancangan, dan pengujian.
Konsep inti komponen biaya jembatan
Bedah soal: RAB jembatan kasus kasus berjalan
5 gelagar × 25 m × 2,68 kN/m = 34,2 ton; beton lantai dan trotoar 59,4 m³; beton kepala jembatan 2 × 120 m³; 20 tiang × 18 m; harga ilustrasi di kalkulator.
- Kalkulator menyusun RAB per jenis pekerjaan dan PPN
- Biaya dibagi luas lantai 25 × 9 = 225 m²
Baja gelagar dan bangunan bawah adalah komponen biaya terbesar; hasilnya dibandingkan dengan batas anggaran pada kriteria minggu 3.
Bank soal soal per NIM
Tugas proyek 7
Minggu 13 · CPMK-3
Murah dibangun belum tentu murah dirawat
Gelagar baja di lingkungan pesisir perlu pengecatan ulang berkala. Evaluasi akhir membandingkan biaya siklus hidup (biaya awal ditambah nilai sekarang biaya perawatan selama umur rencana) dengan alternatif PCI, menilai risiko K3 pelaksanaan di atas sungai, dan dampak lingkungan.
Konsep inti nilai sekarang biaya perawatan
Bedah soal: baja komposit lawan PCI kasus berjalan
Biaya awal bangunan atas baja Rp 2,10 miliar, PCI Rp 2,30 miliar. Cat ulang baja Rp 180 juta setiap 15 tahun; PCI perawatan Rp 40 juta setiap 20 tahun. Umur 75 tahun, i = 5%.
- Kalkulator menghitung nilai sekarang setiap perawatan dan LCC kedua alternatif
- Risiko K3 dinilai pada matriks peluang × dampak
Pada diskonto 5% LCC baja Rp 2,26 miliar dan PCI Rp 2,32 miliar, sehingga baja tetap lebih murah. Di bawah diskonto ±3,4%, atau bila interval cat lebih pendek di lingkungan agresif, PCI menjadi lebih murah. Tim menetapkan sistem cat mutu tinggi di spesifikasi dan memasukkan jadwal perawatan dalam laporan.
Minggu 14 · CPMK-4
Laporan perancangan jembatan
Laporan harus dapat diperiksa ulang: asumsi hidraulika dan geoteknik tertulis, beban dan kombinasi dikutip dari SNI, hitungan contoh lengkap, keluaran perangkat lunak diringkas dan diverifikasi, gambar, spesifikasi, dan RAB terlampir.
Sistematika laporan
| Bab | Isi |
|---|---|
| Ringkasan eksekutif | Lokasi, tipe jembatan, bentang, biaya, jadwal, risiko utama |
| 1. Pendahuluan | Latar belakang, rumusan masalah, lingkup, batasan |
| 2. Data dan kriteria | Sungai, hidrologi, MAB, gerusan, tanah, lalu lintas, kriteria |
| 3. Pemilihan tipe | Alternatif, prarancangan, matriks keputusan |
| 4. Bangunan atas | Beban, analisis, verifikasi, pelat, gelagar, stud, diafragma, lendutan |
| 5. Bangunan bawah | Perletakan, penahan gempa, kepala jembatan, tiang, perlindungan gerusan |
| 6. Biaya dan pelaksanaan | Spesifikasi, RAB, metode ereksi, K3, lingkungan, perawatan |
| 7. Evaluasi dan kesimpulan | Pemenuhan kriteria, LCC, rekomendasi |
| Lampiran | Gambar, keluaran perangkat lunak, data sungai dan tanah, AHSP, notulen asistensi |
Tugas proyek 8
Minggu 15 · CPMK-4
Satu nilai tim, kontribusi yang berbeda
Tim mempresentasikan rancangan jembatan kepada penguji dan kelompok lain. Penilaian sejawat metode WebPA menyesuaikan nilai tim dengan kontribusi setiap anggota.
Ringkasan kasus berjalan
| Tahap | Hasil | Minggu |
|---|---|---|
| Hidraulika | MAB +14,81 ; bawah gelagar ≥ +15,81 ; lantai +17,31 ; gerusan 3,98 m dari MAB | 2 |
| Kriteria | Lebar 9 m, umur 75 tahun, lendutan ≤ 31,3 mm, zona gempa 4 | 3 |
| Tipe | Baja komposit 3,90 > PCI 3,65 > balok-T 2 bentang 3,40 | 4–5 |
| Beban dan analisis | Mu 5.256 kN·m (TD menentukan), Vu 841 kN, δ 27,6 mm | 6–7 |
| Gelagar | φMn 7.956 kN·m, φVn 1.309 kN, stud D19 2 per baris @ 330 mm | 9 |
| Bangunan bawah | Elastomer 300 × 250 × 2 lapis; 10 tiang D50 L 18 m per kepala jembatan | 10 |
Bank soal campuran
Minggu 16 · CPMK-2 sampai CPMK-4
Ujian Akhir Semester
Ujian lisan individual atas produk rancangan jembatan: laporan, gambar, spesifikasi, dan RAB. Bobot 20% (CPMK-2 12%, CPMK-3 3%, CPMK-4 5%).
Contoh pertanyaan penguji
| Topik | Pertanyaan |
|---|---|
| Hidraulika | Dari mana elevasi lantai +17,31 diperoleh? Apa yang terjadi bila Q100 dipakai? |
| Tipe | Mengapa tidak memakai PCI padahal lebih tahan korosi? |
| Beban | Mengapa beban lajur D, bukan truk, yang menentukan momen? |
| Gelagar | Di mana sumbu netral plastis dan apa artinya bagi daktilitas? |
| Bawah | Mengapa jumlah tiang lebih banyak dari kebutuhan aksial? |
| Gambar dan biaya | Bagaimana camber ditentukan? Komponen apa yang paling memengaruhi biaya? |