RPS FT12436 · Ganjil 2026/2027
Drainase
Drainase perkotaan mengalirkan air hujan dari atap, jalan, dan halaman ke badan air penerima tanpa menimbulkan genangan. Mata kuliah ini mengikuti urutan perencanaannya: hujan rencana, intensitas dan debit, skema jaringan, dimensi saluran, evaluasi sistem yang ada, bangunan pelengkap, drainase jalan, sistem polder di daerah pasang surut, dan drainase berkelanjutan.
Kawasan perumahan fiktif di Meulaboh: saluran tersier, sekunder, dan primer menuju sungai. Seret untuk memutar, cubit atau gulir untuk memperbesar.
Cara belajar di kelas ini
Kasus berjalan: perumahan Ujong Baroh (fiktif), Meulaboh
| Data | Nilai | Minggu |
|---|---|---|
| Hujan harian maksimum tahunan | 15 tahun pengamatan, rata-rata 138,6 mm | 2 |
| Kota dan luas | Kota sedang, kawasan 17,5 ha → periode ulang 2–5 tahun, dipakai 5 tahun | 1–2 |
| Jaringan | 6 ruas saluran (S1–S6), outlet S6 ke Krueng Meureubo | 4–7 |
| Saluran yang ada | Pasangan batu, sebagian tertimbun sedimen | 9–10 |
| Daerah pesisir | Kawasan rendah 30 ha dengan pintu air dan pompa | 13–14 |
Capaian pembelajaran
| Kode | Rumusan |
|---|---|
| CPL-4 | Mampu menerapkan pengetahuan matematika, sains alam, ilmu material, dan dasar-dasar rekayasa untuk memperoleh pemahaman menyeluruh tentang prinsip teknik sipil. |
| CPL-5 | Mampu mengidentifikasi, merumuskan, menganalisis, dan menyelesaikan masalah rekayasa kompleks di bidang struktur, geoteknik, transportasi, sumber daya air, dan manajemen konstruksi. |
| CPMK-1 | Mahasiswa mampu menerapkan konsep hidrologi dan hidraulika saluran terbuka pada sistem drainase. |
| CPMK-2 | Mahasiswa mampu menganalisis debit rencana, kapasitas saluran, dan kinerja sistem drainase perkotaan. |
Rencana pembelajaran 16 minggu
| Mg | Materi | CPMK | Penilaian | Bobot |
|---|
Rencana evaluasi
| Unsur nilai | Metode | CPMK-1 | CPMK-2 | Total |
|---|---|---|---|---|
| Kuis | Kognitif – kuis | 6 | 10 | 16 |
| UTS | Kognitif – ujian tengah semester | 5 | 10 | 15 |
| UAS | Kognitif – ujian akhir semester | 7 | 13 | 20 |
| Partisipasi | Aktivitas partisipatif | 15 | 16 | 31 |
| Case method | Kognitif – tugas | 0 | 18 | 18 |
| Jumlah | 33 | 67 | 100 |
Pustaka
- Suripin. (2004). Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan. Andi Offset.
- Kementerian Pekerjaan Umum. (2014). Permen PU No. 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan.
- Hasmar, H. A. H. (2012). Drainasi Terapan. UII Press.
- Pendukung: Chow, V. T. (1992). Hidrolika Saluran Terbuka. Erlangga.
Satuan SI: mm, mm/jam, ha, m³/s. Desimal memakai koma. Nilai tabel (periode ulang, koefisien pengaliran, kecepatan izin, kriteria genangan) diringkas dari pustaka di atas; periksa kembali dengan dokumen aslinya untuk tugas resmi. Media: Microsoft Excel.
Minggu 1 · CPMK-1
Dari "buang secepatnya" ke "tahan, resapkan, alirkan"
Drainase konvensional mengalirkan air hujan secepat mungkin ke sungai, sehingga puncak banjir di hilir makin besar. Drainase berwawasan lingkungan menahan dan meresapkan air sedekat mungkin dengan tempat jatuhnya, lalu mengalirkan sisanya. Sistem drainase perkotaan disusun berjenjang dari saluran tersier di lingkungan sampai saluran primer ke badan air.
Mengapa genangan di Meulaboh sering lebih parah saat hujan bersamaan dengan pasang tinggi?
Jenis dan pola jaringan
| Pengelompokan | Jenis |
|---|---|
| Hierarki | Saluran tersier (lingkungan), sekunder (kawasan), primer (kota) menuju badan air penerima |
| Sistem | Terpisah (air hujan saja) atau tercampur (air hujan dan air limbah); drainase mayor (banjir besar, jalan dan sungai) dan minor (saluran kota) |
| Pola jaringan | Siku, paralel, grid iron, alamiah, radial, jaring-jaring; dipilih dari topografi dan tata jalan |
| Konstruksi | Saluran terbuka, saluran tertutup, gorong-gorong, sistem polder |
| Berwawasan lingkungan | Kolam retensi dan detensi, sumur resapan, biopori, parit infiltrasi, taman hujan, perkerasan porus |
Langkah perencanaan
Cek pemahaman
Soal 1Prinsip drainase berwawasan lingkungan adalah…
Mengurangi limpasan sekaligus mengisi air tanah.
Minggu 2 · CPMK-1
Seberapa besar hujan yang harus ditampung?
Hujan rencana adalah tinggi hujan harian yang rata-rata dilampaui sekali dalam periode ulang tertentu. Nilainya diperoleh dari analisis frekuensi data hujan harian maksimum tahunan dengan distribusi Gumbel, Log Pearson III, Normal, atau Log Normal, lalu kecocokannya diuji.
Konsep inti analisis frekuensi
Bedah soal: hujan rencana Meulaboh kasus berjalan
Hujan harian maksimum tahunan 15 tahun (mm): 118, 142, 96, 165, 131, 108, 187, 124, 152, 139, 113, 171, 128, 146, 159.
- X̄ = 138,60 mm ; S = 25,31 mm ; Yn = 0,5128 ; Sn = 1,0206
- T = 5 tahun YT = 1,4999 ; K = (1,4999 − 0,5128)/1,0206 = 0,967 ; X₅ = 138,60 + 0,967 × 25,31 = 163,08 mm
- T = 2 dan 10 tahun 134,97 mm dan 181,68 mm; Log Pearson III memberi 159,58 mm untuk T = 5
- Uji Smirnov–Kolmogorov Gumbel D = 0,055 < Dkritis = 0,351 ✓
Kawasan 17,5 ha di kota sedang: periode ulang 2–5 tahun, dipakai 5 tahun. Hujan rencana R₂₄ = 163,08 mm (Gumbel, sedikit lebih besar dari Log Pearson III sehingga lebih aman).
Bank soal soal per NIM
Cek pemahaman
Soal 1Hujan dengan periode ulang 5 tahun berarti…
P = 1/T; hujan itu bisa terjadi dua tahun berturut-turut.
Minggu 3 · CPMK-1
Hujan singkat lebih deras
Debit puncak di suatu titik terjadi bila hujan berlangsung selama waktu konsentrasi, yaitu waktu yang dibutuhkan air dari titik terjauh untuk tiba. Intensitas hujan untuk durasi itu dihitung dari hujan harian dengan rumus Mononobe bila data hujan jam-jaman tidak tersedia.
Konsep inti Mononobe dan waktu konsentrasi
Bedah soal: intensitas untuk ruas S1 kasus berjalan
R₂₄ = 163,08 mm. Lahan pekarangan berumput jarang (nd = 0,2), panjang aliran permukaan 60 m, kemiringan 1%. Saluran S1 sepanjang 250 m dengan kecepatan 0,8 m/s.
- to = 1,44 × (0,2 × 60/√0,01)0,467 = 13,5 menit (kasus memakai 12 menit untuk S1 karena pekarangan lebih pendek)
- td = 250/(60 × 0,8) = 5,21 menit ; tc = 12 + 5,21 = 17,21 menit = 0,287 jam
- I = (163,08/24) × (24/0,287)2/3 = 130,0 mm/jam
I = 130,0 mm/jam untuk ruas S1. Makin ke hilir tc makin panjang dan intensitas makin kecil, tetapi luas tangkapan bertambah.
Bank soal soal per NIM
Kuis 1 latihan sebelum kuis
Soal 1Menurut Mononobe, bila durasi hujan dijadikan 8 kali lebih panjang, intensitasnya menjadi…
Tinggi hujan total tetap bertambah: I·t ∝ t1/3.
Minggu 4 · CPMK-2
Atap dan aspal mengubah hujan menjadi limpasan
Metode rasional menghitung debit puncak dari intensitas hujan, luas tangkapan, dan koefisien pengaliran C, yaitu bagian hujan yang menjadi limpasan. Kawasan dengan banyak atap dan perkerasan memiliki C besar; kawasan berumput dan berhutan memiliki C kecil.
Konsep inti metode rasional
Bedah soal: debit dari blok S1 kasus berjalan
Blok S1 seluas 3,2 ha: atap 1,2 ha (C 0,90), jalan dan paving 0,6 ha (C 0,80), halaman 1,4 ha (C 0,35). I = 130,0 mm/jam.
- C = (1,2 × 0,90 + 0,6 × 0,80 + 1,4 × 0,35)/3,2 = 2,05/3,2 = 0,64 ≈ 0,65
- Q = 0,00278 × 0,65 × 130,0 × 3,2 = 0,752 m³/s
- Dengan Cs = 2 × 17,21/(2 × 17,21 + 5,21) = 0,869 Q = 0,653 m³/s
Debit puncak S1 = 0,752 m³/s (rasional biasa, dipakai dalam kasus). Bila separuh halaman dijadikan paving, C naik dan debit bertambah: inilah alasan pengendalian tutupan lahan.
Bank soal soal per NIM
Minggu 5 · CPMK-2
Setiap ruas membawa air dari hulunya
Skema jaringan menunjukkan arah aliran dan ruas-ruas saluran beserta daerah tangkapannya. Debit tiap ruas dihitung dengan luas kumulatif dari hulu dan waktu konsentrasi terpanjang yang tiba di ruas itu; karena itu debit di hilir tidak sama dengan jumlah debit ruas-ruas hulu.
Skema 6 ruas: lebar saluran sebanding debit rencana.
Konsep inti debit kumulatif
Bedah soal: debit outlet S6 kasus berjalan
S1 dan S2 masuk ke S3; S4 masuk ke S5; S3 dan S5 masuk ke S6 (outlet). Data luas, C, panjang, to, dan kecepatan ada di kalkulator.
- S3 tc = maks(10 ; 17,21 ; 15,58) + 5,00 = 22,21 menit ; ΣCA = 5,40 ha ; I = 109,7 mm/jam ; Q = 1,646 m³/s
- S5 tc = 19,83 + 4,33 = 24,17 menit ; ΣCA = 4,00 ha ; Q = 1,153 m³/s
- S6 tc = 24,17 + 4,86 = 29,03 menit ; ΣCA = 10,80 ha ; I = 91,7 mm/jam ; Q = 2,754 m³/s
Debit outlet 2,754 m³/s, lebih kecil dari 1,646 + 1,153 + debit blok S6 karena intensitas turun saat tc bertambah.
Tugas 1 · Case method
Bank soal soal per NIM
Minggu 6 · CPMK-1
Saluran tidak boleh menggerus dan tidak boleh mengendap
Saluran drainase dirancang dengan anggapan aliran seragam (Manning). Kecepatan harus di bawah kecepatan izin bahan saluran agar tidak tergerus, dan di atas ±0,6 m/s agar sedimen tidak mengendap. Penampang ekonomis adalah penampang dengan keliling basah terkecil untuk luas tertentu, sehingga paling sedikit bahan.
Konsep inti Manning dan penampang ekonomis
Bedah soal: penampang ekonomis outlet S6 kasus berjalan
Q = 2,754 m³/s, kemiringan 0,0015. Bandingkan persegi beton (n 0,015) dan trapesium 60° pasangan batu (n 0,025).
- Persegi b = 2y y = 0,939 m ; b = 1,879 m ; A = 1,765 m² ; V = 1,56 m/s
- Trapesium z = 0,577 y = 1,201 m ; b = 1,387 m ; A = 2,498 m² ; V = 1,10 m/s
Persegi beton lebih sempit (lahan permukiman terbatas) dan kecepatannya 1,56 m/s masih di bawah izin beton. Trapesium lebih lebar tetapi lebih murah per meter. Dimensi praktis dipilih di minggu 7.
Bank soal soal per NIM
Cek pemahaman
Soal 1Penampang ekonomis didefinisikan sebagai penampang yang…
R maksimum untuk A tertentu.
Minggu 7 · CPMK-2
Dimensi akhir: lebar praktis, kedalaman air, dan jagaan
Lebar dasar dipilih ke ukuran praktis (kelipatan 10 cm, sesuai cetakan atau lahan), kedalaman air dihitung dengan Manning, lalu ditambah tinggi jagaan untuk gelombang, endapan, dan ketidakpastian. Kemiringan dasar mengikuti muka tanah, dengan terjunan bila terlalu curam.
Konsep inti tinggi jagaan
Bedah soal: dimensi S6 kasus berjalan
Q = 2,754 m³/s, beton n = 0,015, S = 0,0015. Lebar praktis dipilih 1,8 m (dekat penampang ekonomis 1,879 m).
- Coba-coba atau bagi dua Manning y = 0,981 m ; A = 1,766 m² ; V = 1,56 m/s
- w = √(0,5 × 0,981) = 0,700 m ; H = 0,981 + 0,700 = 1,68 m → 1,70 m
Saluran S6 beton persegi 1,80 × 1,70 m. Kecepatan 1,56 m/s berada di antara batas endap 0,6 m/s dan batas gerus beton 3 m/s.
Bank soal soal per NIM
Kuis 2 latihan sebelum kuis
Soal 1Kedalaman air 0,72 m. Tinggi jagaan menurut w = √(0,5y) adalah…
√0,36 = 0,60 m.
Minggu 8 · CPMK-1 dan CPMK-2
Ujian Tengah Semester
Ujian tertulis materi pertemuan 1–7. Bobot 15%.
Kisi-kisi
| No. | Materi | Bentuk | Porsi |
|---|---|---|---|
| 1 | Sistem dan pola drainase | Uraian | 10% |
| 2 | Hujan rencana Gumbel | Hitungan | 20% |
| 3 | Intensitas dan waktu konsentrasi | Hitungan | 20% |
| 4 | Debit rasional dan kumulatif | Hitungan | 25% |
| 5 | Dimensi saluran | Hitungan | 25% |
Contoh soal dan pembahasan
Soal: Kawasan 5 ha, C = 0,6, tc = 20 menit, R₂₄ = 150 mm. Hitung debit rencana.
- I = (150/24)(24/0,3333)2/3 = 6,25 × 17,31 = 108,2 mm/jam
- Q = 0,00278 × 0,6 × 108,2 × 5 = 0,902 m³/s
Q = 0,902 m³/s.
Minggu 9 · CPMK-2
Saluran yang ada: cukupkah?
Evaluasi membandingkan kapasitas saluran terpasang dengan debit rencana. Kapasitas nyata sering jauh lebih kecil dari rancangan karena sedimen, sampah, penyempitan oleh jembatan rumah, dan muka air hilir yang tinggi.
Saluran pasangan batu dengan endapan di dasar: tinggi efektif berkurang.
Penyebab genangan yang umum
| Penyebab | Gejala | Penanganan |
|---|---|---|
| Kapasitas kurang | Meluap pada hujan biasa | Perbesar penampang, tambah saluran |
| Sedimen dan sampah | Tinggi efektif berkurang, bau | Normalisasi, perangkap sedimen dan sampah, pemeliharaan rutin |
| Penyempitan dan gorong-gorong kecil | Muka air naik di hulu bangunan | Ganti gorong-gorong, tertibkan bangunan |
| Muka air hilir tinggi (pasang/sungai) | Air tidak keluar walau saluran bersih | Pintu air, pompa, kolam retensi |
| Topografi rendah | Genangan di cekungan | Sistem polder, peninggian lahan |
Bedah soal: kapasitas S6 yang ada kasus berjalan
S6 terpasang: pasangan batu persegi 1,5 × 1,4 m, n = 0,025, S = 0,0015, endapan 0,35 m. Q rencana 2,754 m³/s.
- Kondisi bersih penuh A = 2,10 m² ; R = 0,488 m ; Q = 2,018 m³/s (73%)
- Dengan endapan (tinggi efektif 1,05 m) Q = 1,406 m³/s (51%)
Saluran S6 meluap bahkan setelah dibersihkan; normalisasi saja tidak cukup. Diperlukan pembesaran (atau saluran beton 1,8 × 1,7 m dari minggu 7) dan pemeliharaan sedimen.
Bank soal soal per NIM
Minggu 10 · CPMK-2
Menilai seluruh kawasan, bukan satu saluran
Evaluasi kinerja sistem menilai setiap ruas (rasio kapasitas terhadap debit, kondisi fisik, endapan) dan dampaknya (tinggi, luas, lama, dan frekuensi genangan). Hasilnya dipakai untuk menyusun prioritas penanganan.
Konsep inti indikator kinerja
Bedah soal: evaluasi 6 ruas kasus berjalan
Dimensi dan endapan saluran yang ada untuk S1–S6 tercantum di kalkulator; debit rencana dari minggu 5.
- Kondisi bersih rasio 68–83%: semua ruas kurang kapasitas
- Dengan endapan rasio 51–68%; terburuk S3 dan S6 (±51%)
- Prioritas S6 (outlet) → S3 → S5, lalu normalisasi ruas tersier
Membersihkan endapan menaikkan kapasitas sekitar 15–25%, tetapi tidak satu pun ruas mencapai debit rencana 5 tahun. Penanganan menggabungkan pembesaran ruas hilir dengan pengurangan limpasan di sumber (minggu 14).
Tugas 2 · Case method
Minggu 11 · CPMK-2
Titik sempit yang sering menjadi penyebab genangan
Gorong-gorong membawa saluran melintasi jalan. Bila terlalu kecil, air terbendung di hulunya. Bangunan pelengkap lain: lubang pemasukan (inlet) dari jalan, bak kontrol untuk pemeliharaan saluran tertutup, dan bangunan terjun untuk menurunkan dasar saluran di lahan curam.
Konsep inti gorong-gorong aliran penuh
Bedah soal: gorong-gorong S6 di bawah jalan kasus berjalan
Q = 2,754 m³/s; box culvert beton n = 0,015, panjang 12 m, kemiringan 0,002, ke = 0,5, air hilir 1,2 m. Dasar inlet 1,8 m di bawah tepi jalan; jagaan 0,3 m.
- Box 1,5 × 1,0 m V = 1,84 m/s ; H = 0,303 m ; HW = 0,303 + 1,2 − 0,024 = 1,48 m (tepat di batas 1,5 m)
- Box 1,8 × 1,2 m V = 1,28 m/s ; H = 0,141 m ; HW = 1,32 m ✓
Dipakai box culvert 1,8 × 1,2 m, sebanding dengan lebar saluran S6, sehingga tidak menjadi titik sempit.
Bank soal soal per NIM
Minggu 12 · CPMK-2
Air di jalan harus cepat pergi
Air hujan di perkerasan mengalir melintang ke tepi jalan berkat kemiringan normal, lalu mengalir memanjang di talang (gutter) sampai masuk inlet. Lebar sebaran air di talang dibatasi agar tidak mengganggu lajur. Air yang meresap ke lapisan perkerasan dikeluarkan dengan drainase bawah permukaan (subdrain).
Konsep inti talang dan inlet
Bedah soal: jarak inlet jalan lingkungan kasus berjalan
Separuh jalan 3,5 m + bahu 1,5 m (C 0,9), kemiringan melintang 2% (Z = 50), memanjang 1%, n talang 0,016, sebaran izin 2,0 m. I = 186,7 mm/jam (tc 10 menit).
- d = 2,0/50 = 0,04 m ; Qtalang = 0,376 × (50/0,016) × √0,01 × 0,048/3 = 0,0220 m³/s
- q per meter = 0,00278 × 0,9 × 186,7 × (5 × 1/10.000) = 0,000234 m³/s/m
- jarak inlet = 0,0220/0,000234 = 94 m; inlet kisi 0,4 × 0,6 m (P = 2,0 m): Q = 1,66 × 2,0 × 0,041,5 = 0,0266 m³/s ✓
Inlet kisi 0,4 × 0,6 m setiap ±90 m di kedua sisi jalan; dipasang juga di titik terendah profil memanjang dan sebelum persimpangan.
Bank soal soal per NIM
Kuis 3 latihan sebelum kuis
Soal 1Kemiringan melintang dinaikkan dari 2% ke 3% dengan kedalaman air di kerb tetap. Sebaran air di talang…
Kapasitas talang juga turun karena Q ∝ Z.
Minggu 13 · CPMK-2
Saat laut lebih tinggi dari saluran
Di kawasan pesisir yang rendah, pintu air harus ditutup saat pasang agar air laut tidak masuk. Selama itu limpasan hujan ditampung di kolam retensi dan dipompa keluar. Sistem polder terdiri atas tanggul keliling, saluran, kolam retensi, pintu air, dan pompa.
Konsep inti neraca tampungan
Bedah soal: kolam retensi kawasan pesisir kasus berjalan
Kawasan rendah 30 ha, C = 0,7, tc = 45 menit, R₂₄ = 163,08 mm. Hujan terjadi saat pasang; pintu tertutup 3 jam. Pompa 1,0 m³/s. Kedalaman kolam efektif 1,5 m.
- I = (163,08/24)(24/0,75)2/3 = 68,5 mm/jam ; Qp = 0,00278 × 0,7 × 68,5 × 30 = 4,00 m³/s
- Volume limpasan ½ × 4,00 × 90 × 60 = 10.800 m³
- Neraca setiap 5 menit dengan pompa 1,0 m³/s Vmaks = 6.096 m³ pada menit ke-75
- luas kolam = 6.096/1,5 = 4.064 m² (±0,4 ha)
Kolam 0,4 ha (1,4% luas kawasan) dengan pompa 1,0 m³/s. Pompa 1,5 m³/s mengurangi kolam menjadi ±2.800 m²; bandingkan biaya keduanya.
Bank soal soal per NIM
Minggu 14 · CPMK-2
Mengurangi limpasan dari setiap rumah
Sumur resapan menampung air atap dan meresapkannya ke tanah. Lubang resapan biopori menambah daya resap halaman. Bersama taman hujan, perkerasan porus, dan kolam detensi, upaya di sumber ini mengurangi debit yang harus dialirkan saluran dan mengisi air tanah.
Konsep inti sumur resapan (Sunjoto)
Bedah soal: sumur resapan satu rumah kasus berjalan
Atap 120 m² (C = 0,95), hujan 1 jam: I = 56,5 mm/jam. Tanah pasir halus berlanau K = 5 × 10⁻⁵ m/s. Sumur Ø1,0 m (R = 0,5 m). Muka air tanah tertinggi 2,5 m di bawah permukaan.
- Q = 0,95 × 56,5/3.600.000 × 120 = 0,00179 m³/s
- Satu sumur F = 2,75 m ; H = 0,00179/(2,75 × 5×10⁻⁵) × [1 − e−0,63] = 6,09 m (melampaui muka air tanah)
- Dibagi ke 3 sumur Q = 0,000597 m³/s → H = 2,03 m ✓
Tiga sumur Ø1 m sedalam ±2 m per rumah, atau dua sumur ditambah biopori di halaman. Di kawasan pesisir yang muka air tanahnya lebih dangkal, sumur resapan perlu dikombinasikan dengan kolam retensi.
Tugas 3 · Case method
Bank soal soal per NIM
Minggu 15 · CPMK-2
Satu kawasan, semua langkah
Pertemuan ini merangkum langkah perencanaan sistem drainase dengan satu soal terpadu, dari data hujan sampai usulan penanganan genangan.
Ringkasan kasus berjalan
| Langkah | Hasil | Minggu |
|---|---|---|
| Hujan rencana | Gumbel T = 5 tahun: R₂₄ = 163,08 mm | 2 |
| Intensitas | S1: tc 17,2 menit, I = 130,0 mm/jam | 3 |
| Debit | S1 0,752 ; S3 1,646 ; S5 1,153 ; outlet S6 2,754 m³/s | 4–5 |
| Dimensi | S6 beton persegi 1,80 × 1,70 m, V = 1,56 m/s | 6–7 |
| Evaluasi | Saluran ada: rasio kapasitas 51–68% dengan endapan | 9–10 |
| Bangunan pelengkap | Box culvert 1,8 × 1,2 m ; inlet jalan setiap ±90 m | 11–12 |
| Kawasan pesisir | Kolam 4.064 m² dengan pompa 1,0 m³/s ; 3 sumur resapan per rumah | 13–14 |
Soal terpadu
Cek pemahaman akhir
Soal 1Urutan perencanaan yang benar adalah…
Dimensi baru bisa ditentukan setelah debit setiap ruas diketahui.
Minggu 16 · CPMK-1 dan CPMK-2
Ujian Akhir Semester
Ujian tertulis seluruh materi Drainase. Bobot 20%.
Kisi-kisi
| No. | Materi | Bentuk | Porsi |
|---|---|---|---|
| 1 | Evaluasi kapasitas dan kinerja | Hitungan | 20% |
| 2 | Gorong-gorong dan inlet | Hitungan | 20% |
| 3 | Drainase jalan | Hitungan | 20% |
| 4 | Kolam retensi dan pompa | Hitungan | 20% |
| 5 | Drainase berkelanjutan dan usulan penanganan | Uraian + hitungan | 20% |
Contoh soal dan pembahasan
Soal: Saluran persegi pasangan batu 1,0 × 0,8 m, n = 0,025, S = 0,002. Hitung kapasitas penuh.
- A = 0,80 m² ; P = 2,60 m ; R = 0,308 m
- Q = (1/0,025) × 0,80 × 0,3082/3 × 0,0021/2 = 0,652 m³/s
Qkapasitas = 0,652 m³/s.