RPS FT12478 · Ganjil 2026/2027
Perencanaan Geometrik Jalan Raya
Mata kuliah ini adalah tugas merancang satu ruas jalan dari awal sampai gambar rencana: membaca peta topografi dan data lalu lintas, memilih trase, menghitung tikungan dan superelevasi, menyusun profil memanjang, merancang penampang melintang dan saluran samping, menghitung galian dan timbunan, lalu menghasilkan gambar dengan Civil 3D.
Medan bukit fiktif dengan trase rencana tiga tikungan. Seret untuk memutar, cubit atau gulir untuk memperbesar.
Cara belajar di kelas ini
Kasus berjalan: ruas kolektor baru di Aceh Barat (fiktif)
| Data | Nilai | Minggu |
|---|---|---|
| Fungsi dan medan | Jalan kolektor primer, medan bukit (kemiringan melintang rata-rata 7,1%) | 1–2 |
| Lalu lintas | LHR 2026 = 6.125 smp/hari, pertumbuhan 4%/tahun, umur rencana 20 tahun | 1 |
| Kriteria | VR = 60 km/jam, emaks = 8%, lajur 2 × 3,5 m, bahu 2 × 1,5 m | 2 |
| Trase | A (1000; 1000) – PI1 (1300; 1500) – PI2 (1800; 1600) – PI3 (2290; 1947) – B (2740; 1990) | 3–6 |
| Tikungan | PI1 S-C-S R = 200 m ; PI2 S-S R = 150 m ; PI3 lingkaran penuh R = 500 m | 5–6 |
| Profil | PVI 0+000 (+19,50), 1+000 (+30,00), 1+550 (+17,00), 2+127,32 (+24,50) | 9–10 |
Capaian pembelajaran
| Kode | Rumusan |
|---|---|
| CPL-2 | Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif serta memanfaatkan teknologi informasi dan perangkat digital dalam pengembangan dan penerapan ilmu teknik sipil. |
| CPL-5 | Mampu mengidentifikasi, merumuskan, menganalisis, dan menyelesaikan masalah rekayasa kompleks di bidang struktur, geoteknik, transportasi, sumber daya air, dan manajemen konstruksi. |
| CPL-6 | Mampu merancang komponen, sistem, atau proses bangunan teknik sipil sesuai standar teknis yang berlaku dengan memanfaatkan metode dan perangkat lunak rekayasa modern, serta mempertimbangkan kinerja, biaya, dan kemudahan pelaksanaan. |
| CPMK-1 | Mahasiswa mampu menganalisis data topografi, lalu lintas, dan kriteria perancangan suatu trase jalan. |
| CPMK-2 | Mahasiswa mampu merancang geometrik suatu ruas jalan lengkap dengan gambar rencana. |
| CPMK-3 | Mahasiswa mampu menggunakan perangkat lunak perancangan jalan. |
Rencana pembelajaran 16 minggu
| Mg | Materi | CPMK | Penilaian | Bobot |
|---|
Rencana evaluasi
| Unsur nilai | Metode | CPMK-1 | CPMK-2 | CPMK-3 | Total |
|---|---|---|---|---|---|
| Kuis | Kognitif – kuis | 5 | 0 | 0 | 5 |
| UTS | Kognitif – ujian tengah semester | 5 | 5 | 5 | 15 |
| UAS | Kognitif – ujian akhir semester | 7 | 7 | 6 | 20 |
| Partisipasi | Aktivitas partisipatif (diskusi dan praktik) | 6 | 9 | 12 | 27 |
| Case method | Kognitif – tugas dan presentasi | 12 | 14 | 7 | 33 |
| Jumlah | 35 | 35 | 30 | 100 |
Pustaka
- Direktorat Jenderal Bina Marga. (2021). Pedoman Desain Geometrik Jalan. Kementerian PUPR.
- Sukirman, S. (1999). Dasar-dasar Perencanaan Geometrik Jalan. Nova.
- Pendukung: AASHTO. (2018). A Policy on Geometric Design of Highways and Streets (7th ed.).
Satuan SI: m, km/jam, %, m³. Desimal memakai koma; stasiun ditulis km+m (1+081,55). Nilai tabel kriteria di kelas ini diringkas dari pustaka di atas dan TPGJAK 1997; periksa kembali dengan tabel PDGJ 2021 untuk tugas resmi. Media: AutoCAD Civil 3D, Microsoft Excel.
Minggu 1 · CPMK-1
Dua data yang menentukan semua keputusan berikutnya
Peta topografi menentukan medan, dan medan menentukan kecepatan rencana, kelandaian yang diizinkan, serta besarnya galian dan timbunan. Data lalu lintas menentukan fungsi dan kelas jalan, jumlah lajur, dan lebar perkerasan. Tugas besar dimulai dengan mengolah keduanya.
Dua jalan sama panjang di medan berbeda. Mengapa biaya dan kecepatan rencananya bisa sangat berbeda?
Konsep inti medan dan lalu lintas rencana
Bedah soal: data ruas kasus kasus berjalan
LHR 2026: kendaraan ringan 2.400, bus/truk sedang 450, kendaraan berat 180, sepeda motor 5.200 kendaraan/hari. Pertumbuhan 4%/tahun, umur rencana 20 tahun, k = 0,11. Kemiringan melintang pada 8 titik sepanjang trase: 4,2 ; 6,5 ; 8,1 ; 12,0 ; 9,3 ; 5,6 ; 3,8 ; 7,4%.
- LHR = 2.400 × 1,0 + 450 × 1,5 + 180 × 2,5 + 5.200 × 0,5 = 6.125 smp/hari
- LHR20 = 6.125 × 1,0420 = 13.421 smp/hari ; VJR = 0,11 × 13.421 = 1.476 smp/jam
- Kemiringan rata-rata = 56,9/8 = 7,1% → medan bukit
Ruas kolektor di medan bukit dengan VJR ±1.476 smp/jam; kapasitas jalan 2/2TT diperiksa dengan PKJI 2023 (kelas Rekayasa Lalu Lintas).
Cek pemahaman
Soal 1Kemiringan medan untuk klasifikasi diukur…
Kemiringan memanjang adalah kelandaian rencana, bukan klasifikasi medan.
Minggu 2 · CPMK-1
Kecepatan rencana mengikat semua ukuran geometrik
Setelah fungsi jalan dan medan diketahui, kecepatan rencana dipilih. Dari kecepatan rencana diturunkan jarak pandang henti dan mendahului, jari-jari minimum, kelandaian maksimum, panjang lengkung peralihan, dan panjang lengkung vertikal.
Konsep inti kriteria dari kecepatan rencana
Bedah soal: kriteria ruas kasus kasus berjalan
Kolektor primer, medan bukit, VR dipilih 60 km/jam (batas atas rentang 50–60), emaks = 8%.
- JPH = 0,278 × 60 × 2,5 + 60²/(254 × 3,4/9,81) = 41,7 + 40,9 = 82,6 m → dipakai 85 m
- JPM (2 lajur, AASHTO) = 410 m
- Rmin = 60²/(127 × (0,08 + 0,15)) = 123,2 m → 125 m
- Kelandaian maksimum 8%; jari-jari tanpa lengkung peralihan 500 m; landai relatif maksimum 1/125
Semua tikungan harus R ≥ 125 m; tikungan dengan R < 500 m memakai lengkung peralihan.
Bank soal soal per NIM
Cek pemahaman
Soal 1Pada turunan, jarak pandang henti menjadi…
Penyebut a/g + G mengecil pada turunan.
Minggu 3 · CPMK-1
Trase terpendek belum tentu yang terbaik
Trase digambar di peta topografi sebagai garis lurus yang dihubungkan titik potong (PI). Beberapa alternatif dibandingkan: panjang, kelandaian, jumlah tikungan, volume tanah, jumlah jembatan, dan pembebasan lahan. Kriteria ini dibobot untuk memilih trase terbaik.
Tiga alternatif trase pada medan yang sama: memotong bukit, memutar, dan mengikuti kontur.
Konsep inti kelandaian trase di peta kontur
Bedah soal: memilih trase kasus berjalan
Tiga alternatif: A (2,13 km ; kelandaian maks 2,4% ; 3 tikungan ; volume tanah 33 ribu m³ ; tanpa jembatan), B memotong bukit (1,86 km ; 7,5% ; 2 ; 61 ribu m³ ; 1 jembatan), C mengikuti kontur (2,74 km ; 2,2% ; 6 ; 30 ribu m³ ; tanpa jembatan). Bobot: panjang 20, kelandaian 25, tikungan 15, volume 25, jembatan 15.
- Skor setiap kriteria = nilai terbaik/nilai alternatif (jembatan memakai 1 + jumlah jembatan)
- A = 17,5 + 22,9 + 10,0 + 22,7 + 15,0 = 88,1
- C = 13,6 + 25,0 + 5,0 + 25,0 + 15,0 = 83,6 ; B = 20,0 + 7,3 + 15,0 + 12,3 + 7,5 = 62,1
Trase A dipilih: sedikit lebih panjang dari B tetapi landai dan tanpa jembatan. Ubah bobot di kalkulator untuk melihat kapan B atau C menjadi terbaik.
Tugas 1 · Case method
Minggu 4 · CPMK-1
Dari koordinat ke sudut tikungan
Titik-titik trase dibaca koordinatnya dari peta. Azimut setiap garis lurus dan jaraknya dihitung dari selisih koordinat; sudut tikungan Δ di setiap PI adalah selisih dua azimut berurutan. Sudut inilah yang dipakai untuk merancang tikungan.
Konsep inti azimut dari utara
Bedah soal: trase ruas kasus kasus berjalan
A (1000; 1000), PI1 (1300; 1500), PI2 (1800; 1600), PI3 (2290; 1947), B (2740; 1990).
- A–PI1 ΔX = 300 ; ΔY = 500 → d = 583,10 m ; α = arctan(300/500) = 30,964° (30°57′50″)
- PI1–PI2 d = 509,90 m ; α = 78,690° (78°41′24″)
- PI2–PI3 dan PI3–B 600,42 m ; 54,695° ; 452,05 m ; 84,542°
- Sudut tikungan Δ₁ = 47,726° kanan ; Δ₂ = 23,995° kiri ; Δ₃ = 29,846° kanan
Panjang garis trase 2.145,47 m. Setelah tikungan dirancang, panjang sumbu jalan menjadi lebih pendek (minggu 6).
Bank soal soal per NIM
Kuis 1 latihan sebelum kuis
Soal 1ΔX = −200 m, ΔY = −200 m. Azimutnya…
Kuadran III: 180° + 45° = 225°.
Minggu 5 · CPMK-2
Lingkaran penuh, spiral-lingkaran-spiral, atau spiral-spiral
Di tikungan kendaraan ditahan oleh superelevasi (kemiringan melintang ke dalam) dan gesekan ban. Lengkung peralihan (spiral) membuat jari-jari berubah berangsur dan memberi panjang untuk memutar kemiringan perkerasan dari normal ke superelevasi penuh. Jenis tikungan dipilih dari jari-jari dan sudut tikungan.
Mengapa tikungan langsung dari garis lurus ke lingkaran terasa menyentak bila jari-jarinya kecil?
Tikungan S-C-S: perkerasan berputar dari kemiringan normal di TS ke superelevasi penuh di SC.
Konsep inti unsur tikungan
Bedah soal: tikungan PI1 kasus berjalan
VR = 60 km/jam, R = 200 m, Δ₁ = 47,726°, emaks = 8%, en = 2%, lajur 3,5 m diputar terhadap sumbu.
- D = 1432,39/200 = 7,16° ; Dmaks = 181913,53 × 0,23/3600 = 11,62° ; e = 6,82%
- Panjang spiral 50,0 ; 31,5 ; 28,6 ; 38,6 m → Ls = 50 m
- R = 200 < 500 m → pakai spiral θs = 7,162° ; Δc = 33,40° ; Lc = 116,60 m ≥ 20 m → S-C-S
- p = 0,523 m ; k = 24,987 m ; Ts = 113,69 m ; Es = 19,27 m ; L = 216,60 m
- Pelebaran perkerasan B = 8,03 m → tambah 1,03 m; kebebasan samping untuk JPH 82,6 m E = 4,25 m
PI1: S-C-S R = 200 m, Ls = 50 m, e = 6,82%. Dengan cara yang sama PI2 (R = 150 m, Δ = 23,995°) menjadi S-S karena Lc < 20 m, dan PI3 (R = 500 m) lingkaran penuh.
Bank soal soal per NIM
Cek pemahaman
Soal 1Hasil hitungan S-C-S memberi Lc = 12 m. Tindakan yang tepat…
Busur lingkaran yang terlalu pendek membuat pengemudi baru selesai memutar setir sudah harus mengembalikannya.
Minggu 6 · CPMK-2
Alinyemen horizontal lengkap dengan stasiun
Setelah semua tikungan dirancang, posisi titik penting (TS, SC, CS, ST, TC, CT) dinyatakan dalam stasiun dari titik awal. Diagram superelevasi menunjukkan kemiringan tepi kiri dan kanan perkerasan sepanjang jalan, dipakai pelaksana untuk memasang patok elevasi.
Konsep inti penomoran stasiun
Bedah soal: stasiun ruas kasus kasus berjalan
Tikungan PI1 S-C-S R 200, PI2 S-S R 150 (Ls = 62,82 m, Ts = 63,47 m), PI3 FC R 500 (Tc = 133,26 m, Lc = 260,46 m).
- TS₁ = 583,10 − 113,69 = 0+469,40 ; SC₁ = 0+519,40 ; CS₁ = 0+636,00 ; ST₁ = 0+686,00
- TS₂ = 686,00 + (509,90 − 113,69 − 63,47) = 1+018,73 ; SS₂ = 1+081,55 ; ST₂ = 1+144,37
- TC₃ = 1.144,37 + (600,42 − 63,47 − 133,26) = 1+548,06 ; CT₃ = 1+808,52
- B = 1.808,52 + (452,05 − 133,26) = 2+127,32
Panjang sumbu 2.127,32 m (18,15 m lebih pendek dari garis trase). Semua tangen antara positif; tangen terpendek 318,8 m di akhir ruas.
Bank soal soal per NIM
Tugas 2
Minggu 7 · CPMK-3
Dari titik ukur ke model permukaan
Civil 3D membuat permukaan TIN (jaringan segitiga) dari titik ukur atau garis kontur. Alinyemen dibuat dari PI dengan jari-jari dan panjang spiral yang dirancang, lalu profil tanah asli diambil otomatis dari permukaan di sepanjang alinyemen.
Urutan kerja di Civil 3D
Bedah soal: interpolasi elevasi pada TIN
Titik P (1.500; 1.200) berada di dalam segitiga TIN dengan titik sudut T₁ (1.480; 1.180; +27,40), T₂ (1.530; 1.190; +28,10), T₃ (1.490; 1.240; +29,30).
- Bidang z = a + bx + cy melalui ketiga titik
- Selisih terhadap T₁: 50b + 10c = 0,70 ; 10b + 60c = 1,90 → b = 0,00793 ; c = 0,03034
- zP = 27,40 + 0,00793 × 20 + 0,03034 × 20 = +28,17
Civil 3D melakukan interpolasi bidang segitiga seperti ini untuk setiap titik profil tanah asli.
Minggu 8 · CPMK-1 sampai CPMK-3
Ujian Tengah Semester
Ujian tertulis materi pertemuan 1–7. Bobot 15%.
Kisi-kisi
| No. | Materi | Bentuk | Porsi |
|---|---|---|---|
| 1 | Data lalu lintas dan medan | Hitungan | 10% |
| 2 | Kriteria desain: JPH dan Rmin | Hitungan | 20% |
| 3 | Azimut dan sudut tikungan | Hitungan | 20% |
| 4 | Tikungan S-C-S/FC dan stasiun | Hitungan | 35% |
| 5 | Alur kerja Civil 3D | Uraian | 15% |
Contoh soal dan pembahasan
Soal: Tikungan lingkaran penuh R = 600 m, Δ = 18°, STA PI = 1+250,00. Hitung Tc, Ec, Lc, STA TC dan CT.
- Tc = 600 tan 9° = 95,03 m ; Ec = 95,03 tan 4,5° = 7,48 m ; Lc = 18 × π × 600/180 = 188,50 m
- TC = 1+154,97 ; CT = 1+343,47
Tc = 95,03 m ; Lc = 188,50 m ; TC 1+154,97 ; CT 1+343,47.
Minggu 9 · CPMK-2
Lengkung cembung untuk jarak pandang, cekung untuk lampu dan kenyamanan
Dua kelandaian yang bertemu dihubungkan lengkung parabola. Pada lengkung cembung panjangnya ditentukan jarak pandang di atas puncak; pada lengkung cekung ditentukan jangkauan sorot lampu malam hari dan kenyamanan akibat gaya sentrifugal vertikal.
Konsep inti lengkung parabola
Bedah soal: lengkung cembung PVI 1+000 kasus berjalan
PVI 1+000 elevasi +30,00; g₁ = +1,050%, g₂ = −2,364%; VR 60 km/jam, JPH 82,6 m.
- A = 3,414% ; anggap S < L: L = 3,414 × 82,6²/658 = 35,4 m < S → pakai S > L: L = 2 × 82,6 − 658/3,414 < 0
- kenyamanan 31,1 m ; estetika 36 m → L perlu 40 m ; dipakai L = 80 m (K = 23,4)
- Ev = 3,414 × 80/800 = 0,341 m → elevasi rencana di PVI +29,659
- PVC 0+960 (+29,580) ; PVT 1+040 (+29,055) ; titik tertinggi 0+984,61 (+29,709)
Lengkung cembung 80 m. Lengkung cekung PVI 1+550 (A = 3,663%) membutuhkan 53,5 m menurut sorot lampu dan dirancang 100 m: Ev = 0,458 m, titik terendah 1+564,53 (+17,419).
Bank soal soal per NIM
Cek pemahaman
Soal 1Titik terendah lengkung cekung dengan g₁ = −2% dan g₂ = +2% berada…
x = g₁L/(g₁ − g₂) = −2L/(−4) = L/2.
Minggu 10 · CPMK-2
Menyeimbangkan galian dan timbunan sejak profil
Garis rencana digambar di atas profil tanah asli dengan memilih letak dan elevasi PVI. Pilihan yang baik mengikuti tanah asli secara umum, memenuhi kelandaian maksimum dan minimum, mengatur lengkung vertikal, dan membuat galian kira-kira sama dengan timbunan.
Jalan rencana di atas medan: galian pada punggung bukit, timbunan pada lembah.
Konsep inti koordinasi alinyemen
Bedah soal: profil ruas kasus kasus berjalan
PVI: 0+000 (+19,50), 1+000 (+30,00, L = 80 m), 1+550 (+17,00, L = 100 m), 2+127,32 (+24,50). Tanah asli diambil dari model permukaan setiap 50 m.
- Kelandaian +1,050% ; −2,364% ; +1,299% semuanya < 4%, tanpa pembatasan panjang kritis
- Galian terdalam 2,24 m di 1+100 (punggung bukit); timbunan tertinggi 2,50 m di 1+400 (lembah)
- Sebelumnya PVI kedua dicoba +18,00: timbunan bertambah dan kekurangan tanah ±11 ribu m³; diturunkan menjadi +17,00
Profil ini membuat galian dan timbunan hampir seimbang (minggu 13). Perhatikan lengkung cembung 0+960–1+040 berada sebelum tikungan PI2 (1+018–1+144); periksa jarak pandang pada kombinasi ini.
Tugas 3
Bank soal soal per NIM
Minggu 11 · CPMK-3
Assembly × alinyemen × profil = koridor
Di Civil 3D, penampang tipikal (assembly) disusun dari subassembly lajur, bahu, saluran, dan lereng galian/timbunan. Koridor menempelkan assembly di sepanjang alinyemen dan profil rencana, lalu mencari titik pertemuan lereng dengan permukaan tanah (daylight).
Urutan kerja di Civil 3D
Bedah soal: dua penampang ruas kasus kasus berjalan
Lebar badan jalan W = 2 × 3,5 + 2 × 1,5 = 10 m, lereng timbunan 1V:2H, lereng galian 1V:1H, luas dua saluran 1,2 m² (masuk galian). Tanah asli melintang dianggap datar.
- 1+400 timbunan 2,50 m A = 2,50 × (10 + 2 × 2,50) = 37,5 m² ; lebar kaki 20,0 m
- 1+100 galian 2,24 m A = 2,24 × (10 + 2,24) + 1,2 = 28,7 m² ; lebar puncak lereng 14,5 m
Luas ini dihitung setiap stasiun untuk volume (minggu 13). Civil 3D menghitungnya dari permukaan tanah yang sebenarnya miring, sehingga hasilnya sedikit berbeda.
Bank soal soal per NIM
Minggu 12 · CPMK-2
Air harus cepat meninggalkan perkerasan
Penampang melintang menetapkan lebar lajur dan bahu, kemiringan normal, lereng galian dan timbunan, serta saluran samping. Saluran samping menampung air dari separuh perkerasan dan lereng di sampingnya, dan dimensinya dihitung dengan metode rasional dan Manning.
Konsep inti rasional dan Manning
Bedah soal: saluran samping di daerah galian kasus berjalan
Panjang saluran antara gorong-gorong 300 m. Daerah tangkapan: separuh badan jalan 5 m (C = 0,90) dan lereng bukit 40 m (C = 0,35). I = 150 mm/jam. Kemiringan saluran 1%.
- A = 45 × 300 = 13.500 m² = 1,35 ha ; C = (5 × 0,90 + 40 × 0,35)/45 = 0,411
- Q = 0,00278 × 0,411 × 150 × 1,35 = 0,231 m³/s
- Tanah trapesium b = 0,5 m, z = 1, n = 0,025 y = 0,26 m ; V = 1,18 m/s (terlalu cepat untuk saluran tanah)
- Pasangan/beton persegi b = 0,5 m, n = 0,015 y = 0,27 m ; V = 1,71 m/s ; tinggi saluran 0,27 + 0,23 = 0,50 m
Saluran pasangan batu atau beton 0,5 × 0,5 m. Gorong-gorong melintang setiap ±300 m mengalirkan air ke sisi lembah.
Bank soal soal per NIM
Minggu 13 · CPMK-1
Ke mana tanah galian dibawa?
Volume tanah antara dua penampang dihitung dari rata-rata luasnya dikali jarak. Diagram massa (kurva kumulatif galian dikurangi timbunan) menunjukkan di mana tanah galian dapat dipakai untuk timbunan, jarak angkutnya, dan berapa tanah yang harus didatangkan atau dibuang.
Koridor jalan di atas medan: warna cokelat galian, kuning timbunan.
Konsep inti rata-rata luas ujung
Bedah soal: volume ruas kasus kasus berjalan
Penampang setiap 50 m dari profil minggu 10 dengan penampang tipikal minggu 11; faktor konversi f = 0,90.
- Contoh 1+350–1+400 Vtimbunan = (34,1 + 37,5)/2 × 50 = 1.790 m³
- Total galian 16.527 m³ ; timbunan 16.471 m³
- Ordinat akhir = 0,90 × 16.527 − 16.471 = −1.596 m³ (kekurangan)
- Ordinat tertinggi +9.740 m³ di 1+200: galian 0+400–1+200 dibawa ke timbunan 1+250–1+800
Galian dan timbunan hampir seimbang; ±1.600 m³ tanah timbunan didatangkan dari borrow. Jarak angkut rata-rata dari galian bukit ke lembah ±700 m: periksa apakah melebihi jarak angkut bebas dalam spesifikasi.
Tugas 4
Bank soal soal per NIM
Minggu 14 · CPMK-3
Gambar situasi, profil, dan penampang
Plan Production di Civil 3D membagi alinyemen menjadi lembar situasi-profil (plan & profile) dan membuat lembar penampang melintang secara otomatis. Mahasiswa perlu mengatur skala, panjang per lembar, tumpang tindih, dan isi kop gambar.
Isi minimum gambar rencana
| Lembar | Isi |
|---|---|
| Situasi | Sumbu dan tepi jalan, stasiun setiap 50 m, titik tikungan, tabel unsur tikungan, arah utara, kontur, saluran, gorong-gorong |
| Profil memanjang | Tanah asli, garis rencana, PVI, lengkung vertikal, kelandaian, elevasi dan tinggi galian/timbunan, diagram superelevasi |
| Penampang melintang | Setiap 50 m (25 m di tikungan): tanah asli, penampang rencana, luas galian dan timbunan |
| Penampang tipikal dan diagram massa | Lapisan perkerasan, lebar, kemiringan; kurva massa dan rencana angkutan |
Bedah soal: jumlah lembar ruas kasus
Panjang 2.127,32 m; lembar A3 dengan bidang gambar situasi 380 mm pada skala 1:1.000; tumpang tindih 20 m; penampang setiap 50 m, 8 penampang per lembar.
- panjang per lembar = 380 − 20 = 360 m → 2.127,32/360 = 5,9 → 6 lembar situasi-profil
- penampang = 44 buah → 44/8 = 5,5 → 6 lembar
Ditambah sampul, daftar isi, penampang tipikal, dan diagram massa: ±16 lembar.
Tugas 5
Minggu 15 · CPMK-2
Menjelaskan dan membela rancangan
Setiap kelompok mempresentasikan rancangan ruas jalannya: alasan pemilihan trase, kriteria, tikungan dan profil, penampang dan drainase, volume tanah, serta gambar rencana. Penguji menanyakan keputusan yang diambil, bukan hanya angka.
Ringkasan kasus berjalan
| Bagian | Hasil | Minggu |
|---|---|---|
| Data dan kriteria | Kolektor, medan bukit, VR 60 km/jam, JPH 82,6 m, Rmin 125 m | 1–2 |
| Trase | Alternatif A (skor 88,1), 2.145 m garis trase | 3–4 |
| Tikungan | S-C-S R 200 ; S-S R 150 ; FC R 500 ; panjang sumbu 2.127,32 m | 5–6 |
| Profil | Kelandaian +1,05 / −2,36 / +1,30% ; cembung 80 m, cekung 100 m | 9–10 |
| Penampang dan drainase | Badan jalan 10 m ; saluran pasangan 0,5 × 0,5 m | 11–12 |
| Tanah | Galian 16.527 m³, timbunan 16.471 m³, kekurangan 1.596 m³ | 13 |
| Gambar | 6 lembar situasi-profil, 6 lembar penampang | 14 |
Rubrik presentasi
| Aspek | Porsi |
|---|---|
| Ketepatan hitungan dan kesesuaian dengan kriteria | 35% |
| Alasan keputusan rancangan (trase, profil, jenis tikungan) | 25% |
| Kelengkapan dan kualitas gambar | 20% |
| Kejelasan penyampaian dan menjawab pertanyaan | 20% |
Bank soal campuran
Cek pemahaman akhir
Soal 1Kombinasi alinyemen yang paling berbahaya adalah…
Pengemudi tidak melihat tikungan sampai melewati puncak.
Minggu 16 · CPMK-1 sampai CPMK-3
Ujian Akhir Semester
Ujian tertulis seluruh materi Perencanaan Geometrik Jalan Raya. Bobot 20%.
Kisi-kisi
| No. | Materi | Bentuk | Porsi |
|---|---|---|---|
| 1 | Tikungan dan superelevasi | Hitungan | 25% |
| 2 | Lengkung vertikal | Hitungan | 25% |
| 3 | Penampang dan saluran samping | Hitungan | 15% |
| 4 | Volume dan diagram massa | Hitungan | 20% |
| 5 | Koridor dan gambar rencana Civil 3D | Uraian | 15% |
Contoh soal dan pembahasan
Soal: Lengkung cekung g₁ = −4%, g₂ = +2%, L = 120 m, PVI di 2+300 elevasi +45,00. Hitung elevasi PVC, titik terendah, dan elevasi di PVI pada lengkung.
- PVC 2+240 ; elevasi = 45,00 + 0,04 × 60 = +47,40
- x = 4 × 120/6 = 80 m → 2+320 ; y = 47,40 − 0,04 × 80 + 6 × 80²/(200 × 120) = +45,80
- Ev = 6 × 120/800 = 0,90 → elevasi di PVI = +45,90
PVC +47,40 ; titik terendah 2+320 (+45,80) ; di PVI +45,90.