RPS FT12462 · Ganjil 2026/2027
Hidrolika Komputasi
HEC-RAS dan EPANET menyelesaikan persamaan aliran yang sama dengan yang dihitung di kelas hidrolika, hanya ribuan kali lebih cepat. Mata kuliah ini membuka isi "kotak hitam" itu: persamaan, metode numerik, syarat batas, kalibrasi, sampai merancang saluran dan jaringan pipa dari hasil model.
Ruas sungai fiktif di Meulaboh dengan jembatan: muka air banjir naik di hulu jembatan akibat penyempitan. Seret untuk memutar, cubit atau gulir untuk memperbesar.
Cara belajar di kelas ini
Kasus berjalan: Meulaboh (fiktif)
| Objek | Data | Minggu |
|---|---|---|
| Saluran drainase utama | Trapesium b = 4 m, z = 1, n = 0,025, S = 0,0005, debit sekarang 12 m³/s, debit rencana 18 m³/s | 2–4, 12 |
| Ruas sungai dengan jembatan | Panjang 2 km, b = 40 m, z = 2, n = 0,035, S = 0,0008, debit banjir 600 m³/s, bukaan jembatan 25 m di sta 1+000 | 5–6, 14 |
| Penelusuran banjir | Hidrograf puncak 600 m³/s pada jam ke-6, aliran dasar 50 m³/s, ruas 30 km | 7, 9 |
| Jaringan pipa latihan | 2 loop, 7 pipa, debit masuk 150 L/s | 10 |
| Jaringan perumahan | Tandon +45,0 m, 8 simpul elevasi +23 sampai +28 m, kebutuhan jam puncak 7,6 L/s | 11, 13 |
Capaian pembelajaran
| Kode | Rumusan |
|---|---|
| CPL-2 | Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif serta memanfaatkan teknologi informasi dan perangkat digital dalam pengembangan dan penerapan ilmu teknik sipil. |
| CPL-4 | Mampu menerapkan pengetahuan matematika, sains alam, ilmu material, dan dasar-dasar rekayasa untuk memperoleh pemahaman menyeluruh tentang prinsip teknik sipil. |
| CPL-6 | Mampu merancang komponen, sistem, atau proses bangunan teknik sipil sesuai standar teknis yang berlaku dengan memanfaatkan metode dan perangkat lunak rekayasa modern, serta mempertimbangkan kinerja, biaya, dan kemudahan pelaksanaan. |
| CPMK-1 | Mahasiswa mampu menerapkan persamaan dasar aliran dan metode numerik untuk aliran saluran terbuka dan jaringan pipa. |
| CPMK-2 | Mahasiswa mampu menggunakan perangkat lunak pemodelan hidraulika. |
| CPMK-3 | Mahasiswa mampu merancang saluran atau jaringan pipa berdasarkan hasil pemodelan. |
Rencana pembelajaran 16 minggu
| Mg | Materi | CPMK | Penilaian | Bobot |
|---|
Rencana evaluasi
| Unsur nilai | Metode | CPMK-1 | CPMK-2 | CPMK-3 | Total |
|---|---|---|---|---|---|
| Kuis | Kognitif – kuis | 10 | 0 | 0 | 10 |
| UTS | Kognitif – ujian tengah semester | 9 | 6 | 0 | 15 |
| UAS | Kognitif – ujian akhir semester | 8 | 6 | 6 | 20 |
| Partisipasi | Aktivitas partisipatif (diskusi dan praktik) | 13 | 14 | 0 | 27 |
| Case method | Kognitif – tugas dan presentasi | 0 | 4 | 24 | 28 |
| Jumlah | 40 | 30 | 30 | 100 |
Pustaka
- Chaudhry, M. H. (2008). Open-Channel Flow (2nd ed.). Springer.
- U.S. Army Corps of Engineers. (2016). HEC-RAS River Analysis System: Hydraulic Reference Manual. Hydrologic Engineering Center.
- Rossman, L. A. (2000). EPANET 2 Users Manual. U.S. Environmental Protection Agency.
- Pendukung: Triatmodjo, B. (2002). Metode Numerik. Beta Offset.
Satuan SI: m, m³/s, L/s, jam. Desimal memakai koma. Media: HEC-RAS, EPANET, Microsoft Excel, laptop, layar, proyektor.
Minggu 1 · CPMK-1
Tiga hukum kekekalan di balik setiap model
Semua model hidraulika menyelesaikan kekekalan massa (kontinuitas), kekekalan energi, atau kekekalan momentum. Yang membedakan model adalah dimensinya (1D, 2D, 3D), apakah aliran berubah terhadap waktu, dan metode numerik yang dipakai untuk menyelesaikan persamaannya.
Untuk debit yang sama, mengapa air bisa mengalir dangkal dan cepat atau dalam dan lambat?
Konsep inti energi spesifik
Bedah soal: energi spesifik saluran drainase kasus berjalan
Saluran trapesium b = 4 m, z = 1 mengalirkan 12 m³/s pada kedalaman 1,964 m.
- A = (4 + 1,964) × 1,964 = 11,71 m² ; V = 12/11,71 = 1,02 m/s
- E = 1,964 + 1,02²/(2 × 9,81) = 2,017 m
- T = 4 + 2 × 1,964 = 7,93 m ; D = 11,71/7,93 = 1,48 m ; Fr = 1,02/√(9,81 × 1,48) = 0,27
Aliran subkritis (Fr = 0,27): gangguan di hilir merambat ke hulu, sehingga profil muka air dihitung dari hilir ke hulu. Kedalaman kritisnya 0,898 m (minggu 2).
Bank soal soal per NIM
Cek pemahaman
Soal 1Model yang tepat untuk menghitung genangan banjir yang menyebar di dataran rendah adalah…
Model 1D menganggap aliran searah sumbu sungai; di dataran banjir yang lebar arah aliran berubah-ubah.
Minggu 2 · CPMK-1
Persamaan Manning tidak bisa dibalik langsung
Untuk penampang trapesium, kedalaman normal tidak bisa dihitung langsung dari persamaan Manning karena y muncul di A dan R sekaligus. Penyelesaiannya iteratif: metode Newton-Raphson (cepat) atau bagi dua (pasti konvergen).
Mengapa metode Newton kadang gagal, sedangkan metode bagi dua selalu berhasil walaupun lebih lambat?
Konsep inti Newton-Raphson dan bagi dua
Bedah soal: kedalaman normal dan kritis saluran drainase kasus berjalan
b = 4 m, z = 1, n = 0,025, S = 0,0005, Q = 12 m³/s.
- Tebakan awal y₀ = (12 × 0,025/(4 × √0,0005))0,6 = 2,067 m
- Iterasi Newton (kalkulator menampilkan tabelnya) 2,067 → 1,966 → 1,964 → 1,964 m (konvergen dalam 4 iterasi)
- yn = 1,964 m ; V = 1,02 m/s
- Kritis dengan bagi dua pada selang [0 ; 50 m] yc = 0,898 m
yn > yc, sehingga saluran berlereng landai (mild). Profil muka air di saluran ini termasuk tipe M (minggu 3).
Bank soal soal per NIM
Cek pemahaman
Soal 1Kemiringan dasar saluran diperbesar, kedalaman normal…
yc hanya bergantung pada Q dan bentuk penampang, bukan pada kemiringan atau kekasaran.
Minggu 3 · CPMK-1
Air laut pasang menahan saluran sampai berkilometer ke hulu
Bila kedalaman di hilir berbeda dari kedalaman normal, muka air berubah lambat laun sepanjang saluran sampai kembali mendekati normal. Metode tahapan langsung menghitung jarak untuk setiap perubahan kedalaman; metode tahapan standar menghitung kedalaman pada stasiun yang sudah ditentukan.
Muka air laut pasang di muara setinggi 2,5 m di atas dasar saluran. Sampai sejauh mana pengaruhnya ke hulu?
Profil M1 (backwater): muka air naik di hilir dan berangsur kembali ke kedalaman normal ke arah hulu.
Konsep inti tahapan langsung
Bedah soal: pengaruh pasang di muara saluran kasus berjalan
Saluran drainase minggu 2 (yn = 1,964 m, yc = 0,898 m). Kedalaman di muara saat pasang 2,50 m. Hitung jarak sampai kedalaman 1,01·yn = 1,984 m dengan 8 langkah.
- Profil M1 karena 2,50 > yn > yc; dihitung dari muara ke hulu, Δy = (1,984 − 2,50)/8 = −0,065 m
- Langkah 1, y = 2,500 → 2,435 m E₁ = 2,528 ; E₂ = 2,465 ; S̄f = 0,000215 → Δx = (2,465 − 2,528)/(0,0005 − 0,000215) = −219 m
- Jarak kumulatif 219 ; 456 ; 718 ; 1.014 ; 1.365 ; 1.809 ; 2.452 ; 3.804 m
Pengaruh pasang terasa sampai sekitar 3,8 km ke hulu. Saluran pada jarak itu perlu tanggul yang lebih tinggi daripada yang dihitung dengan aliran seragam saja.
Bank soal soal per NIM
Kuis 1 latihan sebelum kuis
Soal 1Langkah-langkah awal di dekat muara pendek, langkah akhir sangat panjang. Mengapa?
Profil mendekati kedalaman normal secara asimtotik.
Minggu 4 · CPMK-2
Tahapan standar, cara kerja HEC-RAS
Untuk sungai alam dengan penampang berubah-ubah, tahapan standar menebak muka air di penampang hulu, menghitung kehilangan energi gesekan dan perubahan penampang, lalu memperbaiki tebakan sampai persamaan energi seimbang. Lembar kerja Excel yang disusun dengan benar memberi hasil yang sama dengan HEC-RAS.
Konsep inti persamaan energi antarpenampang
Bedah soal: satu tahapan standar ruas sungai kasus berjalan
Ruas sungai b = 40 m, z = 2, n = 0,035, S = 0,0008, Q = 600 m³/s. Penampang hilir sta 0+000 dasar +0,000 dengan muka air normal +5,483. Hitung muka air di sta 0+200 (dasar +0,160).
- Penampang hilir A = (40 + 2 × 5,483) × 5,483 = 279,4 m² ; V = 2,15 m/s ; V²/2g = 0,235 m ; Sf = 0,000800
- Tebakan WS₂ = +5,643 y = 5,483 → sifat sama → he = 200 × 0,0008 = 0,160 m
- WS₂ = 5,483 + 0,235 + 0,160 − 0,235 = +5,643 (sama dengan tebakan)
Pada penampang seragam muka air sejajar dasar: aliran tetap normal. Pada sta 1+000 jembatan menyempitkan penampang; perubahannya dihitung di minggu 6.
Bank soal soal per NIM
Minggu 5 · CPMK-2
Syarat batas yang salah, hasil yang salah
Model aliran permanen 1D membutuhkan tiga kelompok data: geometri (penampang melintang, jarak antarpenampang, kekasaran), data aliran (debit), dan syarat batas (muka air hilir untuk aliran subkritis). Pengaruh syarat batas yang keliru berkurang ke arah hulu, sehingga batas model harus ditempatkan cukup jauh dari lokasi yang ditinjau.
Muka air hilir tidak diketahui. Berapa jauh batas model harus diletakkan di hilir jembatan?
Pilihan syarat batas hilir di HEC-RAS
| Syarat batas | Kapan dipakai |
|---|---|
| Muka air diketahui (known WS) | Ada pengamatan muka air atau elevasi laut/danau |
| Kedalaman normal (normal depth) | Ruas hilir relatif seragam; isi kemiringan garis energi |
| Kedalaman kritis | Ada terjunan atau penyempitan tajam di hilir |
| Lengkung debit (rating curve) | Ada pos duga air dengan lengkung debit |
Bedah soal: kepekaan terhadap syarat batas kasus berjalan
Ruas sungai 2 km tanpa jembatan, Q = 600 m³/s. Bandingkan tiga syarat batas hilir: kedalaman normal (+5,483), muka air terlalu tinggi (+6,50), dan terlalu rendah (+4,50).
- Kalkulator menghitung ketiga profil dengan tahapan standar
- Selisih di hilir ±1 m mengecil ke arah hulu karena profil M1 dan M2 sama-sama mendekati kedalaman normal
- Di sta 2+000 +7,522 dan +6,870 dibandingkan +7,083 → selisih masih +0,44 m dan −0,21 m
Ruas 2 km belum cukup panjang untuk menghilangkan pengaruh syarat batas yang keliru. Bila syarat batas hilir tidak pasti, perpanjang model ke hilir sampai hasil di lokasi tinjauan tidak lagi peka terhadap syarat batas.
Cek pemahaman
Soal 1Untuk aliran subkritis, syarat batas yang paling menentukan adalah…
Aliran subkritis dikendalikan dari hilir; perhitungan berjalan dari hilir ke hulu.
Minggu 6 · CPMK-2
Jembatan menaikkan muka air banjir di hulunya
Bukaan jembatan yang lebih sempit dari sungai mempercepat aliran. Energi yang hilang akibat penyempitan dan pelebaran kembali harus dibayar dengan muka air yang lebih tinggi di hulu, disebut kenaikan muka air atau backwater. Simulasi aliran permanen menentukan besarnya untuk debit banjir rencana.
Konsep inti kenaikan muka air akibat jembatan
Bedah soal: profil banjir dengan jembatan kasus berjalan
Ruas 2 km, penampang setiap 200 m, Q = 600 m³/s, batas hilir kedalaman normal. Jembatan di sta 1+000: bukaan b = 25 m, talud z = 0,5.
- Tanpa jembatan muka air sejajar dasar: +6,283 di sta 1+000 ; +6,443 di sta 1+200
- Dengan jembatan di sta 1+000 V = 4,00 m/s, Fr = 0,57 ; muka air +6,217 (turun 0,07 m karena percepatan)
- Sta 1+200 +7,420 → kenaikan muka air 0,98 m
- Sta 2+000 kenaikan masih 0,71 m
Bukaan 25 m menaikkan muka air banjir hampir 1 m di hulu jembatan dan masih terasa 1 km ke hulu. Coba perlebar bukaan di kalkulator untuk melihat berapa bukaan yang membatasi kenaikan muka air di bawah 0,3 m.
Tugas 1 · Case method
Bank soal soal per NIM
Minggu 7 · CPMK-1
Puncak banjir melandai sambil bergerak ke hilir
Saat banjir bergerak sepanjang sungai, sebagian air tertampung di alur dan dataran banjir, sehingga puncaknya menurun dan datang lebih lambat. Persamaan Saint-Venant menggambarkannya secara lengkap; metode penelusuran hidrologis seperti Muskingum menyederhanakannya menjadi persamaan tampungan.
Puncak banjir di hulu terjadi pukul 06.00. Kapan warga di hilir harus bersiap, dan apakah banjirnya sama besar?
Konsep inti Saint-Venant dan Muskingum
Bedah soal: penelusuran Muskingum kasus berjalan
Hidrograf masuk segitiga: aliran dasar 50 m³/s, puncak 600 m³/s pada jam ke-6, turun kembali ke 50 m³/s pada jam ke-24. K = 2 jam, x = 0,2, Δt = 1 jam.
- D = 2 × 2 × 0,8 + 1 = 4,2 ; C₀ = (1 − 0,8)/4,2 = 0,048 ; C₁ = (1 + 0,8)/4,2 = 0,429 ; C₂ = (3,2 − 1)/4,2 = 0,524
- Stabilitas 2Kx = 0,8 ≤ 1 ≤ 2K(1 − x) = 3,2 ✓
- Jam 1 O = 0,048 × 141,7 + 0,429 × 50 + 0,524 × 50 = 54,4 m³/s
- Puncak keluar 534,9 m³/s pada jam ke-9
Puncak turun 11% dan terlambat 3 jam. Penelusuran hidraulis (Muskingum-Cunge atau Saint-Venant) menurunkan K dan x dari geometri sungai, bukan dari data banjir sebelumnya (minggu 9).
Bank soal soal per NIM
Cek pemahaman
Soal 1Pada x = 0,5 metode Muskingum…
x = 0 seperti waduk (atenuasi maksimum); x = 0,5 translasi tanpa atenuasi.
Minggu 8 · CPMK-1 dan CPMK-2
Ujian Tengah Semester
Ujian tertulis materi pertemuan 1–7. Bobot 15%.
Kisi-kisi
| No. | Materi | Bentuk | Porsi |
|---|---|---|---|
| 1 | Energi spesifik dan bilangan Froude | Hitungan | 10% |
| 2 | Iterasi kedalaman normal dan kritis | Hitungan | 20% |
| 3 | Tahapan langsung dan standar | Hitungan | 30% |
| 4 | Data dan syarat batas HEC-RAS | Uraian | 20% |
| 5 | Muskingum | Hitungan | 20% |
Contoh soal dan pembahasan
Soal: Saluran persegi lebar 5 m mengalirkan 10 m³/s. Hitung kedalaman kritis dan energi spesifik minimum.
- q = 2 m²/s ; yc = (q²/g)1/3 = (4/9,81)1/3 = 0,742 m
- Emin = 1,5 yc = 1,113 m
yc = 0,742 m ; Emin = 1,113 m.
Minggu 9 · CPMK-2
Dari geometri sungai ke parameter penelusuran
Metode Muskingum-Cunge menghitung K dan x dari kecepatan gelombang banjir dan lebar sungai, sehingga dapat dipakai pada sungai tanpa data banjir terukur. Ruas dibagi beberapa segmen agar memenuhi syarat stabilitas, mirip dengan pembagian penampang dan langkah waktu dalam simulasi tak permanen HEC-RAS.
Konsep inti Muskingum-Cunge
Bedah soal: banjir 30 km ke hilir kasus berjalan
Hidrograf minggu 7 dengan Δt = 0,5 jam ditelusuri sepanjang 30 km sungai (b = 40 m, z = 2, n = 0,035, S = 0,0008) dalam segmen 5 km. Qref = 50 + ⅔ × 550 = 416,7 m³/s.
- yn(Qref) = 4,46 m ; V = 1,91 m/s ; c = 3,19 m/s ; B = 57,8 m
- K = 5.000/3,19/3.600 = 0,436 jam ; x = ½[1 − 416,7/(57,8 × 0,0008 × 3,19 × 5.000)] = 0,217
- Stabilitas 2Kx = 0,19 ≤ 0,5 ≤ 2K(1 − x) = 0,68 ✓
- 6 segmen puncak keluar 568,9 m³/s pada jam ke-9 ; kedalaman normal di hilir 5,32 m (di hulu 5,48 m)
Selama 30 km puncak turun 5% dan terlambat 3 jam. Atenuasi kecil karena alur sungai tanpa dataran banjir lebar; dengan dataran banjir, model tak permanen HEC-RAS akan menunjukkan atenuasi lebih besar.
Cek pemahaman
Soal 1Bila Δt terlalu besar sehingga Δt > 2K(1 − x), maka…
Kecilkan Δt atau perbesar Δx.
Minggu 10 · CPMK-1
Air memilih jalur dengan kehilangan tinggi yang sama
Dalam jaringan pipa berloop, debit di setiap pipa tidak diketahui. Dua syarat menentukannya: di setiap simpul debit masuk sama dengan keluar, dan di setiap loop jumlah kehilangan tinggi bertanda sama dengan nol. Hardy Cross mengoreksi debit per loop; metode simpul (gradien) menyelesaikan tinggi tekan semua simpul sekaligus seperti EPANET.
Mengapa Hardy Cross cocok dikerjakan dengan tangan, sedangkan EPANET memakai metode simpul?
Jaringan latihan 2 loop: tebal pipa sebanding diameter, warna simpul menunjukkan tinggi tekan.
Konsep inti Hardy Cross dan metode gradien
Bedah soal: jaringan dua loop
Debit 150 L/s masuk di simpul 1; kebutuhan simpul 3, 4, 5, 6 = 50, 30, 40, 30 L/s. Pipa 1-2 (300 m, D 250 mm), 2-3 (300 m, 200), 1-4 (250 m, 200), 2-5 (250 m, 150), 3-6 (250 m, 150), 4-5 (300 m, 150), 5-6 (300 m, 150), C = 120. Debit awal: 80, 60, 70, 20, 10, 40, 20 L/s.
- Loop I (1-2-5-4) iterasi 1 ΔQI = +11,7 L/s; loop II (2-3-6-5) ΔQII = +2,7 L/s
- Iterasi berlanjut sampai ΔQ < 0,001 L/s (6 iterasi)
- Hasil Q₁₂ = 93,0 ; Q₂₃ = 63,2 ; Q₁₄ = 57,0 ; Q₂₅ = 29,8 ; Q₃₆ = 13,2 ; Q₄₅ = 27,0 ; Q₅₆ = 16,8 L/s
- Pemeriksaan dengan metode gradien (simpul 1 sebagai reservoir +50 m) debit sama persis ; tinggi tekan simpul 2 sampai 6: 45,25 ; 38,37 ; 45,26 ; 39,48 ; 37,09 m
Kedua metode memberi debit yang sama. Metode gradien sekaligus menghasilkan tinggi tekan setiap simpul, yang dibutuhkan untuk memeriksa tekanan sisa.
Bank soal soal per NIM
Kuis 2 latihan sebelum kuis
Soal 1Diameter pipa diperbesar dua kali (C dan L tetap), kehilangan tinggi pada debit yang sama menjadi sekitar…
24,87 ≈ 29,2.
Minggu 11 · CPMK-2
Membangun model EPANET perumahan
Model EPANET terdiri atas simpul (junction) dengan elevasi dan kebutuhan air, reservoir atau tandon dengan tinggi muka air, dan pipa dengan panjang, diameter, dan kekasaran. Kebutuhan air jam puncak diperoleh dari jumlah penduduk, kebutuhan per orang, dan faktor jam puncak.
Jaringan perumahan: tandon di bukit, pipa transmisi, dan jaringan distribusi dua lajur; tinggi kolom menunjukkan tekanan di setiap simpul.
Konsep inti data model EPANET
Bedah soal: model jaringan perumahan kasus berjalan
Perumahan 500 rumah × 5 jiwa, 150 L/orang/hari, faktor jam puncak 1,75. Tandon +45,0 m, pipa transmisi 800 m, jaringan 8 simpul (elevasi +23 sampai +28 m) dalam dua lajur dengan 11 pipa, C = 130. Coba diameter transmisi 100 mm, pipa induk 75 mm, pipa cabang 50 mm.
- Q = 2.500 × 150 × 1,75/86.400 = 7,6 L/s → dibagi ke 8 simpul (0,8–1,1 L/s)
- Hasil metode gradien (kalkulator) tekanan simpul 1,3–11,8 m ; kecepatan pipa transmisi 0,97 m/s
- Simpul 8 (elevasi tertinggi, terjauh) tekanan 1,3 m
Dengan diameter ini sebagian besar simpul bertekanan jauh di bawah 10 m. Model menunjukkan masalahnya; perbaikan diameter dirancang di minggu 13.
Bank soal soal per NIM
Minggu 12 · CPMK-3
Normalisasi saluran: lebarkan, lapisi, atau tinggikan tanggul?
Saluran yang tidak lagi mampu menampung debit rencana dapat diperbaiki dengan memperlebar dasar, melapisi dinding agar lebih halus, atau menaikkan tanggul. Setiap alternatif diuji dengan model untuk melihat kedalaman aliran, ruang bebas, kecepatan, lahan yang dibutuhkan, dan biaya.
Konsep inti kriteria rancangan saluran
Bedah soal: tiga alternatif normalisasi kasus berjalan
Saluran sekarang b = 4 m, z = 1, n = 0,025, tinggi tebing 2,5 m. Dengan ruang bebas 0,5 m, kapasitasnya pada kedalaman 2,0 m hanya 12,4 m³/s, sedangkan debit rencana 18 m³/s.
- A: tinggikan tanggul saja yn = 2,445 m → tinggi saluran 2,95 m (tanggul +0,44 m) ; V = 1,14 m/s
- B: lebarkan dasar menjadi 6 m (tanah) yn = 2,021 m → tinggi 2,52 m ; lebar atas 11,0 m ; V = 1,11 m/s
- C: lapisi pasangan batu, b = 5 m, n = 0,018 yn = 1,841 m → tinggi 2,34 m (muat dalam tebing 2,5 m) ; V = 1,43 m/s
Alternatif C tidak membutuhkan lahan tambahan dan tanggul baru, tetapi biaya pasangan lebih besar. Kecepatan 1,1 m/s pada alternatif A dan B dapat menggerus saluran tanah, sehingga perlu perkuatan lereng. Uji juga ketiga alternatif dengan muka air pasang di muara.
Tugas 2 · Case method
Bank soal soal per NIM
Minggu 13 · CPMK-3
Diameter teringan yang memenuhi tekanan sisa
Merancang jaringan distribusi berarti memilih diameter setiap pipa sehingga tekanan di semua simpul memenuhi syarat minimum pada jam puncak, kecepatan berada dalam rentang wajar, dan biaya pipa sekecil mungkin. Model dijalankan berulang untuk setiap kombinasi diameter.
Konsep inti kriteria rancangan jaringan
Bedah soal: memilih diameter jaringan perumahan kasus berjalan
Jaringan minggu 11. Diameter tersedia 50, 75, 100, 125, 150 mm. Syarat tekanan minimum 10 m pada jam puncak. Kalkulator mencoba semua kombinasi diameter pipa transmisi, pipa induk, dan pipa cabang, lalu memilih yang termurah.
- 100/75/50 mm tekanan minimum 1,3 m ✗
- 100/100/75 mm 6,5 m ✗ (pipa transmisi menjadi penentu)
- 125/100/50 mm 11,3 m ✓ ; kecepatan pipa transmisi 0,62 m/s
- 150/100/50 mm 13,1 m ✓, tetapi lebih mahal
Kombinasi 125/100/50 mm memenuhi tekanan minimum. Sebagian pipa cabang memiliki kecepatan di bawah 0,3 m/s; ini wajar di ujung jaringan, tetapi perlu pembilasan berkala.
Tugas 3 · Case method
Bank soal soal per NIM
Minggu 14 · CPMK-1
Model hanya sebaik datanya
Kalibrasi menyesuaikan parameter yang tidak diukur langsung, terutama kekasaran Manning, sampai hasil model cocok dengan pengamatan. Validasi menguji model yang sudah dikalibrasi dengan kejadian lain yang tidak dipakai saat kalibrasi. Ketidakpastian data dan parameter menentukan seberapa besar ruang bebas yang perlu diberikan.
Model memberi hasil yang cocok dengan banjir tahun lalu. Apakah model itu pasti benar untuk banjir 100 tahun?
Pos pengamatan muka air sepanjang ruas sungai dibandingkan dengan profil model.
Konsep inti ukuran kecocokan
Bedah soal: kalibrasi kekasaran ruas sungai kasus berjalan
Bekas muka air banjir 600 m³/s di sta 0, 400, 800, 1.200, 1.600, 2.000 m: +5,23 ; +5,52 ; +5,87 ; +6,15 ; +6,50 ; +6,83 (ruas tanpa jembatan). Model awal memakai n = 0,035.
- n = 0,035: RMSE = 0,267 m ; NSE = 0,763 ; bias +0,27 m (model terlalu tinggi)
- n = 0,030: RMSE = 0,193 m ; bias −0,19 m
- n = 0,032: RMSE = 0,017 m ; NSE = 0,999 ; bias −0,005 m
Nilai n = 0,032 paling cocok dan masih wajar untuk sungai alam bersih. Model terkalibrasi menurunkan muka air banjir rencana sekitar 0,27 m dibandingkan model awal. Validasikan dengan kejadian banjir lain sebelum dipakai untuk desain.
Bank soal soal per NIM
Cek pemahaman
Soal 1Validasi model berarti…
Kecocokan pada data kalibrasi saja belum membuktikan model mampu meramal kejadian lain.
Minggu 15 · CPMK-3
Menyampaikan hasil model kepada pengambil keputusan
Hasil pemodelan baru berguna bila dipahami oleh pemilik proyek dan masyarakat. Presentasi yang baik menjelaskan masalah, data dan asumsi, kalibrasi, hasil utama dalam bentuk peta dan grafik sederhana, ketidakpastian, dan rekomendasi rancangan.
Struktur presentasi yang dianjurkan
Ringkasan kasus berjalan
| Bagian | Hasil | Minggu |
|---|---|---|
| Saluran drainase | yn = 1,964 m ; yc = 0,898 m ; pengaruh pasang ±3,8 km | 2–3 |
| Jembatan | Bukaan 25 m menaikkan muka air banjir 0,98 m di hulu | 6 |
| Penelusuran banjir | Muskingum: puncak 534,9 m³/s jam ke-9 ; Muskingum-Cunge 30 km: 568,9 m³/s jam ke-9 | 7, 9 |
| Jaringan 2 loop | Hardy Cross dan metode gradien memberi debit sama | 10 |
| Normalisasi saluran | Alternatif pasangan batu b = 5 m, yn = 1,84 m muat dalam tebing | 12 |
| Jaringan perumahan | Diameter 125/100/50 mm, tekanan minimum 11,3 m | 13 |
| Kalibrasi | n = 0,032, RMSE 0,017 m | 14 |
Rubrik penilaian presentasi
| Aspek | Porsi |
|---|---|
| Ketepatan model dan hitungan | 35% |
| Kalibrasi dan pembahasan ketidakpastian | 20% |
| Kualitas rekomendasi rancangan | 25% |
| Kejelasan penyampaian dan menjawab pertanyaan | 20% |
Bank soal campuran
Cek pemahaman akhir
Soal 1Yang paling penting disampaikan bersama hasil model kepada pengambil keputusan adalah…
Pengambil keputusan perlu tahu seberapa yakin hasil itu dapat dipakai.
Minggu 16 · CPMK-1 sampai CPMK-3
Ujian Akhir Semester
Ujian tertulis seluruh materi Hidrolika Komputasi. Bobot 20%.
Kisi-kisi
| No. | Materi | Bentuk | Porsi |
|---|---|---|---|
| 1 | Penelusuran banjir | Hitungan | 20% |
| 2 | Hardy Cross dan Hazen-Williams | Hitungan | 25% |
| 3 | Tekanan sisa dan diameter pipa | Hitungan | 20% |
| 4 | Rancangan saluran | Hitungan | 20% |
| 5 | Kalibrasi dan validasi | Uraian + hitungan | 15% |
Contoh soal dan pembahasan
Soal: Pipa PVC 500 m, D 100 mm, C = 140 mengalirkan 8 L/s. Hitung kehilangan tinggi.
- hf = 10,67 × 500 × 0,0081,852/(1401,852 × 0,14,87) = 5,48 m
hf = 5,48 m.