RPS FT12429 · Genap 2026/2027
Hidrologi
Hidrologi menjawab pertanyaan yang mendasari hampir semua bangunan air: berapa banyak hujan yang turun, berapa yang hilang, berapa yang menjadi aliran, dan seberapa besar banjir yang harus ditahan bangunan selama umurnya. Mata kuliah ini mengolah data hujan sampai menjadi debit banjir rencana.
Daerah aliran sungai dengan stasiun hujan dan jaringan sungai. Seret untuk memutar, cubit atau gulir untuk memperbesar.
Cara belajar di kelas ini
Kasus berjalan: DAS Krueng Seuneubok
Satu DAS fiktif dipakai sepanjang semester. Angka-angkanya dibuat realistis untuk pesisir barat Aceh, bukan data resmi.
| Data | Nilai | Minggu |
|---|---|---|
| DAS | Luas 48 km², panjang sungai utama 14 km, kemiringan rata-rata 0,012 | 1 |
| Stasiun hujan | Empat stasiun (A–D) dengan luas pengaruh Thiessen 12,5 ; 16,0 ; 9,5 ; 10,0 km² | 2–4 |
| Hujan maksimum harian | Seri 15 tahun hujan kawasan maksimum tahunan | 4, 7 |
| Kawasan permukiman | Subdas perkotaan 0,85 km² di hilir untuk drainase | 10–11, 14 |
| Banjir rencana | Hidrograf Nakayasu dan Snyder untuk perbaikan alur sungai | 12–15 |
Capaian pembelajaran
| Kode | Rumusan |
|---|---|
| CPL-2 | Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif serta memanfaatkan teknologi informasi dan perangkat digital dalam pengembangan dan penerapan ilmu teknik sipil. |
| CPL-3 | Mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan analisis informasi dan data, dengan mengkaji implikasi ekonomi, sosial, lingkungan, keselamatan, dan keberlanjutan dari suatu solusi rekayasa. |
| CPL-5 | Mampu mengidentifikasi, merumuskan, menganalisis, dan menyelesaikan masalah rekayasa kompleks di bidang struktur, geoteknik, transportasi, sumber daya air, dan manajemen konstruksi. |
| CPMK-1 | Mahasiswa mampu menganalisis data hujan, kehilangan air, dan limpasan untuk memperoleh debit banjir rencana. |
| CPMK-2 | Mahasiswa mampu mengolah data hidrologi secara sistematis dengan bantuan lembar kerja. |
| CPMK-3 | Mahasiswa mampu menentukan besaran rencana dengan mempertimbangkan risiko, keselamatan, dan dampak lingkungan. |
Rencana pembelajaran 16 minggu
| Mg | Materi | CPMK | Penilaian | Bobot |
|---|
Rencana evaluasi
| Unsur nilai | Metode | CPMK-1 | CPMK-2 | CPMK-3 | Total |
|---|---|---|---|---|---|
| Kuis | Kognitif – kuis | 12 | 0 | 0 | 12 |
| UTS | Kognitif – ujian tengah semester | 10 | 5 | 0 | 15 |
| UAS | Kognitif – ujian akhir semester | 10 | 5 | 5 | 20 |
| Partisipasi | Aktivitas partisipatif | 12 | 3 | 4 | 19 |
| Case method | Kognitif – tugas | 6 | 12 | 16 | 34 |
| Jumlah | 50 | 25 | 25 | 100 |
Pustaka
- Triatmodjo, B. (2008). Hidrologi Terapan. Beta Offset.
- Harto, S. (1993). Analisis Hidrologi. Gramedia Pustaka Utama.
- Chow, V. T., Maidment, D. R., & Mays, L. W. (1988). Applied Hydrology. McGraw-Hill.
- Pendukung: Badan Standardisasi Nasional. (2016). SNI 2415:2016 Tata Cara Perhitungan Debit Banjir Rencana. BSN.
Satuan: hujan mm, intensitas mm/jam, luas km², debit m³/s, waktu jam. Desimal memakai koma. Media: Microsoft Excel, laptop, layar, proyektor.
Minggu 1 · CPMK-1
Air yang terus berputar
Air menguap dari laut dan daratan, mengembun menjadi awan, jatuh sebagai hujan, lalu sebagian meresap, sebagian ditahan, dan sisanya mengalir kembali ke laut. Daerah aliran sungai (DAS) adalah wilayah yang mengumpulkan hujan dan mengalirkannya ke satu titik keluaran.
Dua sungai di Aceh Barat menerima hujan yang sama. Mengapa sungai yang satu banjir dalam dua jam, sedangkan yang lain baru naik keesokan harinya?
Siklus hidrologi: penguapan, kondensasi, hujan, infiltrasi, aliran permukaan, dan aliran air tanah.
Konsep inti neraca air dan bentuk DAS
Untuk satu DAS dalam satu periode berlaku neraca air P − ET − Q = ΔS: hujan dikurangi penguapan dan aliran sama dengan perubahan simpanan (air tanah, tanah, danau). Dalam jangka panjang ΔS mendekati nol, sehingga aliran tahunan ≈ hujan tahunan dikurangi penguapan tahunan.
- Luas dan bentuk: DAS bulat mengumpulkan aliran dari semua bagiannya hampir bersamaan, sehingga puncak banjirnya tajam. DAS memanjang menghasilkan banjir yang lebih landai.
- Kemiringan: lereng curam mempercepat aliran dan memperpendek waktu konsentrasi.
- Kerapatan sungai: panjang total sungai per luas DAS. Kerapatan tinggi berarti air cepat mencapai alur sungai.
- Tutupan lahan dan tanah: hutan dan tanah berpasir meresapkan banyak air; permukiman dan tanah lempung menghasilkan limpasan besar.
Bedah soal: karakteristik DAS Krueng Seuneubok kasus berjalan
Luas DAS 48 km², keliling 34 km, panjang sungai utama 14 km, panjang total seluruh alur 62 km. Hujan tahunan 3.000 mm, evapotranspirasi tahunan 1.400 mm.
- Rf = 48/14² = 0,245 → memanjang
- Rc = 4π × 48/34² = 0,522
- Dd = 62/48 = 1,29 km/km²
- Aliran tahunan (ΔS ≈ 0) Q = (3.000 − 1.400) mm × 48 km² = 1,6 m × 48 × 10⁶ m² = 76,8 × 10⁶ m³/tahun = 2,44 m³/s rata-rata
DAS memanjang dengan kerapatan sungai sedang: puncak banjirnya tidak setajam DAS bulat dengan luas sama. Lebih dari separuh hujan (53%) menjadi aliran sungai, khas daerah tropis basah.
Miskonsepsi umum
Cek pemahaman
Soal 1DAS dengan Rc mendekati 1 cenderung menghasilkan…
Pada DAS bulat, waktu tempuh air dari berbagai bagian DAS ke titik keluaran hampir sama sehingga aliran tiba bersamaan.
Diskusi 1.1 — DAS di sekitar Meulaboh
Minggu 2 · CPMK-2
Data hujan yang bisa dipercaya
Semua analisis banjir berawal dari data hujan. Alat yang dipindahkan, tertutup pohon, atau rusak menghasilkan data yang tidak konsisten. Sebelum dipakai, data diperiksa dan bagian yang hilang dilengkapi.
Sebuah stasiun hujan tiba-tiba mencatat hujan tahunan 15% lebih besar dari biasanya selama lima tahun berturut-turut, padahal stasiun sekitarnya tidak. Apa yang mungkin terjadi?
Konsep inti kurva massa ganda dan data hilang
Alat ukur hujan: penakar manual (dibaca setiap pagi, memberi hujan harian) dan penakar otomatis (mencatat intensitas, penting untuk analisis banjir). Kerapatan jaringan stasiun yang dianjurkan untuk daerah tropis berbukit sekitar satu stasiun per 100–250 km².
Kurva massa ganda memplot hujan kumulatif stasiun yang diuji terhadap hujan kumulatif rata-rata stasiun di sekitarnya. Data konsisten membentuk garis lurus. Patahan menandakan perubahan kondisi alat; data sebelum patahan dikoreksi dengan perbandingan kemiringan.
Data hilang diisi dari stasiun di sekitarnya. Bila hujan normal tahunan antarstasiun berbeda lebih dari 10%, dipakai metode perbandingan normal; bila tidak, dapat dipakai rata-rata aljabar atau kebalikan kuadrat jarak.
Bedah soal 1: uji konsistensi stasiun X
Hujan tahunan stasiun X dan rata-rata tiga stasiun acuan selama 10 tahun (nilai awal kalkulator). Pada tahun ke-6 stasiun X dipindahkan.
- Kumulatif tahun 1–5 ΣX = 14.517 mm ; ΣRacuan = 15.280 mm → tan α₀ = 0,950
- Kumulatif tahun 6–10 ΣX = 16.841 mm ; ΣRacuan = 15.310 mm → tan α = 1,100
- Faktor koreksi data lama terhadap kondisi baru k = 1,100/0,950 = 1,158
- tahun 1: 2.708 × 1,158 = 3.135 mm ; dan seterusnya sampai tahun 5
Data tahun 1–5 dikalikan 1,158 agar sesuai kondisi stasiun setelah dipindahkan. Sebelum mengoreksi, pastikan penyebab patahan diketahui dari catatan stasiun; patahan tanpa penyebab fisik bisa jadi hanya variasi alam.
Bedah soal 2: mengisi data hilang
Hujan bulanan stasiun X hilang. Pada bulan itu stasiun A, B, C mencatat 120, 98, dan 110 mm. Hujan normal tahunan: X = 3.000, A = 3.200, B = 2.800, C = 3.100 mm.
- Selisih hujan normal A, B, C terhadap X: 6,7% ; 6,7% ; 3,3%. Semuanya di bawah 10%, jadi rata-rata aljabar masih boleh, tetapi perbandingan normal memperhitungkan perbedaan iklim antarstasiun
- RX = 3.000/3 × (120/3.200 + 98/2.800 + 110/3.100) = 1.000 × (0,0375 + 0,0350 + 0,0355) = 108,0 mm
Hujan stasiun X diperkirakan 108,0 mm, sedikit di bawah rata-rata aljabar (109,3 mm) karena X lebih kering daripada A dan C. Bila selisih normal lebih dari 10%, perbandingan normal wajib dipakai.
Bank soal latihan per NIM
Cek pemahaman
Soal 1Kurva massa ganda yang lurus tanpa patahan berarti…
Kurva massa ganda menguji perbandingan, bukan besarnya hujan.
Minggu 3 · CPMK-1
Dari hujan titik ke hujan kawasan
Penakar hujan hanya mengukur di satu titik, padahal banjir ditentukan oleh hujan yang jatuh di seluruh DAS. Hujan kawasan dihitung sebagai rata-rata tertimbang dari beberapa stasiun.
Tiga stasiun berada di hilir dan hanya satu di hulu yang berbukit. Mengapa rata-rata aljabar bisa menyesatkan?
Poligon Thiessen: setiap titik di DAS diwakili stasiun terdekat. Tinggi kolom menunjukkan hujan di setiap stasiun.
Konsep inti tiga metode
Aljabar cocok untuk daerah datar dengan stasiun tersebar merata. Thiessen paling banyak dipakai karena objektif dan mudah diulang, tetapi tidak memperhitungkan pengaruh topografi. Isohiet paling teliti bila jaringan stasiun rapat dan penggambarnya memahami pola hujan orografis.
Bedah soal: hujan kawasan satu kejadian kasus berjalan
Hujan harian stasiun A, B, C, D: 85, 102, 76, 94 mm. Luas pengaruh Thiessen 12,5 ; 16,0 ; 9,5 ; 10,0 km² (total 48 km²). Luas di antara isohiet 70–80, 80–90, 90–100, 100–110 mm: 6, 14, 18, 10 km².
- Aljabar R = (85 + 102 + 76 + 94)/4 = 89,25 mm
- Thiessen, bobot 0,260 ; 0,333 ; 0,198 ; 0,208 R = (85 × 12,5 + 102 × 16,0 + 76 × 9,5 + 94 × 10,0)/48 = 4.356,5/48 = 90,76 mm
- Isohiet R = (75 × 6 + 85 × 14 + 95 × 18 + 105 × 10)/48 = 4.400/48 = 91,67 mm
Ketiga metode memberi 89–92 mm. Thiessen dan isohiet lebih besar karena stasiun B (102 mm) mewakili wilayah terluas di hulu. Thiessen dipakai sebagai cara baku di kasus berjalan.
Bank soal latihan per NIM
Kuis 1 latihan sebelum kuis
Soal 1Stasiun dengan luas Thiessen 20 km² pada DAS 80 km² memiliki bobot…
Bobot = 20/80 = 0,25.
Soal 2Kelemahan utama metode Thiessen adalah…
Thiessen hanya memakai jarak. Hujan orografis di pegunungan tidak terwakili.
Minggu 4 · CPMK-2
Menyusun seri hujan maksimum tahunan
Analisis banjir rencana memerlukan seri hujan kawasan maksimum: satu nilai untuk setiap tahun. Cara yang benar adalah mencari hari dengan hujan kawasan terbesar, bukan merata-ratakan hujan maksimum setiap stasiun yang terjadi pada hari berbeda.
Stasiun A mencatat hujan maksimum 150 mm pada bulan November, stasiun B 140 mm pada bulan Desember. Bolehkah hujan kawasan maksimum tahun itu diambil (150 + 140)/2?
Konsep inti hujan maksimum harian rata-rata
- Untuk setiap tahun, cari hari dengan hujan maksimum di stasiun A. Hitung hujan kawasan Thiessen pada hari yang sama di semua stasiun.
- Ulangi untuk hari maksimum stasiun B, C, dan D.
- Hujan kawasan maksimum tahun itu adalah nilai terbesar dari keempat hasil tersebut.
- Ulangi untuk semua tahun sehingga diperoleh seri maksimum tahunan untuk analisis frekuensi (minggu 7).
Bedah soal: satu tahun data
Pada tahun pertama (nilai awal kalkulator), hari maksimum di setiap stasiun dan hujan pada hari itu di seluruh stasiun diberikan dalam tabel kalkulator. Bobot Thiessen 0,260 ; 0,333 ; 0,198 ; 0,208.
- Hari maksimum stasiun A (A = 132 mm): 0,260 × 132 + 0,333 × 64 + 0,198 × 41 + 0,208 × 55 = 34,4 + 21,3 + 8,1 + 11,5 = 75,3 mm
- Hari maksimum stasiun B (B = 118 mm): 0,260 × 71 + 0,333 × 118 + 0,198 × 96 + 0,208 × 88 = 18,5 + 39,3 + 19,0 + 18,3 = 95,2 mm
- Hari maksimum stasiun C dan D 86,2 mm dan 72,6 mm
Hujan kawasan maksimum tahun itu 95,2 mm (hari maksimum stasiun B). Rata-rata hujan maksimum keempat stasiun (132 + 118 + 121 + 109)/4 = 120 mm terjadi pada hari berbeda dan 26% terlalu besar: cara itu memberi hujan rencana yang berlebihan.
Tugas 1 · Case method
Cek pemahaman
Soal 1Mengapa hujan maksimum stasiun tidak boleh langsung dirata-ratakan?
Hujan kawasan harus berasal dari satu kejadian hujan yang sama.
Minggu 5 · CPMK-1
Air yang kembali ke udara
Di daerah tropis, hampir separuh hujan tahunan kembali ke udara melalui penguapan. Besaran ini menentukan ketersediaan air waduk dan kebutuhan air tanaman, meskipun pengaruhnya kecil pada banjir sesaat.
Panci evaporasi di stasiun klimatologi mencatat 5 mm/hari. Apakah waduk di dekatnya juga kehilangan 5 mm/hari?
Konsep inti evaporasi dan evapotranspirasi
- Evaporasi: penguapan dari permukaan air bebas dan tanah. Diukur dengan panci evaporasi kelas A; penguapan danau atau waduk = Kp × Epanci, dengan koefisien panci sekitar 0,7 karena panci kecil lebih cepat panas.
- Transpirasi: air yang diserap akar dan dilepas daun.
- Evapotranspirasi potensial atau acuan (ETo): dihitung dari data cuaca dengan Penman-Monteith FAO-56 atau Penman Modifikasi (FAO-24), keduanya dibahas di bawah.
- Evapotranspirasi aktual lebih kecil dari potensial bila tanah kering.
Metode Penman Modifikasi FAO-24
Selain Penman-Monteith, praktik di Indonesia masih banyak memakai Penman Modifikasi (Doorenbos & Pruitt, FAO-24, 1977), antara lain dalam perencanaan irigasi (KP-01). Gagasannya sama: ETo adalah gabungan energi radiasi dan daya angin mengangkut uap air. Kedua suku dibobot dengan faktor W, lalu hasilnya dikoreksi dengan faktor c dari tabel.
| Aspek | Penman Modifikasi (FAO-24) | Penman-Monteith (FAO-56) |
|---|---|---|
| Dasar | Rumus Penman asli, fungsi angin empiris, faktor koreksi c | Persamaan fisik dengan tahanan permukaan dan aerodinamik rumput acuan |
| Satuan kerja | mbar, km/hari, mm/hari | kPa, m/s, MJ/m²/hari |
| Kecenderungan | FAO-56 mencatat metode ini sering memberi ETo lebih besar | Metode acuan FAO sejak 1998 |
Bedah soal 1: ETo bulan Maret dengan Penman Modifikasi
Tmaks = 31,5 °C, Tmin = 23,5 °C, RH = 82%, u₂ = 1,5 m/s, n/N = 0,55, Ra = 37,60 MJ/m²/hari (Maret, lintang 4,14° LU), elevasi 10 m. Dari tabel diperoleh c = 1,10.
- Tekanan uap pada T = 27,5 °C ea = 6,108 × e17,27 × 27,5/(27,5 + 237,3) = 36,71 mbar ; ed = 0,82 × 36,71 = 30,10 mbar ; ea − ed = 6,61 mbar
- Fungsi angin U = 1,5 × 86,4 = 129,6 km/hari ; f(u) = 0,27 × (1 + 1,296) = 0,620
- Faktor pembobot W = 0,761 ; 1 − W = 0,239
- Radiasi Ra = 0,408 × 37,60 = 15,34 mm/hari ; Rs = (0,25 + 0,275) × 15,34 = 8,05 ; Rns = 6,04 mm/hari
- Rnl = 16,31 × (0,34 − 0,044√30,10) × (0,1 + 0,9 × 0,55) = 16,31 × 0,099 × 0,595 = 0,96 mm/hari → Rn = 5,08 mm/hari
- ETo = 1,10 × [0,761 × 5,08 + 0,239 × 0,620 × 6,61] = 1,10 × (3,87 + 0,98) = 5,33 mm/hari
Penman Modifikasi memberi 5,33 mm/hari, sekitar 26% di atas Penman-Monteith (4,23 mm/hari) untuk data yang sama. Dalam analisis neraca air atau ketersediaan air waduk, sebutkan metode yang dipakai dan jangan mencampur keduanya dalam satu seri perhitungan.
Bedah soal 2: kehilangan air embung
Panci evaporasi mencatat rata-rata 5,2 mm/hari selama musim kemarau 90 hari. Koefisien panci 0,70. Luas muka air embung rata-rata 2,5 ha.
- E = 0,70 × 5,2 = 3,64 mm/hari
- V = 0,00364 m × 25.000 m² × 90 hari = 8.190 m³
Embung kehilangan sekitar 8.200 m³ selama kemarau hanya karena penguapan, setara dengan kebutuhan air minum sekitar 900 orang selama periode yang sama (100 l/orang/hari).
Cek pemahaman
Soal 1Mengapa koefisien panci lebih kecil dari 1?
Waduk menyimpan panas di kedalaman airnya, sehingga suhu permukaannya lebih rendah dari panci.
Soal 2Pada Penman Modifikasi, W = 0,76 berarti…
W membobot suku radiasi dan (1 − W) suku aerodinamik. Di daerah tropis panas W sekitar 0,75–0,78.
Bank soal latihan per NIM
Minggu 6 · CPMK-1
Berapa yang meresap, berapa yang melimpas?
Di awal hujan tanah kering menyerap air dengan cepat. Makin lama, pori tanah makin jenuh dan laju infiltrasi turun. Hujan yang melebihi kemampuan tanah meresapkan air menjadi limpasan permukaan.
Hujan 30 mm yang turun setelah seminggu kemarau hampir tidak menimbulkan aliran. Hujan yang sama setelah tiga hari hujan menimbulkan banjir. Mengapa?
Kolom tanah dengan front pembasahan: air meresap dari permukaan dan menjenuhkan tanah lapis demi lapis.
Konsep inti Horton dan indeks φ
Indeks φ adalah cara praktis untuk memisahkan hujan efektif dari kehilangan. Nilainya dicari dari kejadian hujan dan hidrograf terukur: φ dipilih sehingga jumlah hujan di atas garis φ sama dengan tebal limpasan langsung. Nilai φ itu lalu dipakai untuk hujan rencana.
Bedah soal: indeks φ dari satu kejadian banjir
Hujan jam-jaman: 8, 22, 35, 18, 7 mm (total 90 mm). Dari hidrograf terukur setelah aliran dasar dipisahkan, tebal limpasan langsung Rd = 42 mm.
- Coba φ = 12 mm/jam (22 − 12) + (35 − 12) + (18 − 12) = 39 mm < 42 → φ terlalu besar
- Coba φ = 11 mm/jam (22 − 11) + (35 − 11) + (18 − 11) = 11 + 24 + 7 = 42 mm ✓
- Jam ke-1 (8 mm) dan ke-5 (7 mm) di bawah φ, seluruhnya hilang
φ = 11 mm/jam. Hujan efektif 0, 11, 24, 7, 0 mm, dan koefisien limpasan kejadian ini 42/90 = 0,47.
Bank soal latihan per NIM
Cek pemahaman
Soal 1Pada kurva Horton, f mendekati fc karena…
Setelah jenuh, laju infiltrasi tetap sebesar kemampuan tanah meneruskan air ke bawah.
Minggu 7 · CPMK-1
Seberapa besar hujan 50 tahunan?
Seri 15 tahun tidak mungkin berisi hujan 50 atau 100 tahunan secara langsung. Analisis frekuensi mencocokkan data dengan distribusi peluang, lalu memperkirakan hujan untuk periode ulang yang lebih panjang dari panjang data.
Hujan 176 mm adalah yang terbesar dalam 15 tahun. Apakah itu berarti hujan 15 tahunan sama dengan 176 mm?
Konsep inti XT = X̄ + K·S
| Distribusi | Syarat parameter statistik |
|---|---|
| Normal | Cs ≈ 0 ; Ck ≈ 3 |
| Log-normal | Cs ≈ Cv³ + 3Cv ; Ck ≈ Cv⁸ + 6Cv⁶ + 15Cv⁴ + 16Cv² + 3 |
| Gumbel | Cs ≈ 1,14 ; Ck ≈ 5,4 |
| Log Pearson III | Bila syarat di atas tidak dipenuhi (paling fleksibel) |
Uji kecocokan Smirnov-Kolmogorov: data diurutkan, peluang empiris P = m/(n + 1) dibandingkan dengan peluang teoretis distribusi. Selisih terbesar Δmaks harus lebih kecil dari Δkritis (untuk n = 15 dan α = 5%, Δkritis = 0,34). Uji Chi-kuadrat membandingkan jumlah data di setiap kelas peluang dan dibahas di kelas.
Bedah soal: hujan rencana DAS Krueng Seuneubok kasus berjalan
Hujan kawasan maksimum tahunan 15 tahun (mm): 98 ; 124 ; 87 ; 142 ; 110 ; 165 ; 95 ; 131 ; 118 ; 104 ; 176 ; 89 ; 127 ; 113 ; 149.
- Parameter statistik X̄ = 121,87 mm ; S = 26,98 mm ; Cv = 0,221 ; Cs = 0,625 ; Ck = 3,19
- Pemilihan distribusi Normal: Cs jauh dari 0 ✗ ; Gumbel: Cs jauh dari 1,14 ✗ ; Log-normal: Cs perlu 0,675, Ck perlu 3,82 → mendekati ; LP III dapat dipakai
- Parameter logaritma log X rata-rata = 2,0763 ; Slog = 0,0939 ; Cs,log = 0,265
- LP III, T = 50 tahun K = 2,193 → log X = 2,0763 + 2,193 × 0,0939 = 2,2823 → X50 = 191,6 mm
- Gumbel, T = 50 tahun (n = 15: Yn = 0,5128, Sn = 1,0206) YT = 3,902 ; K = 3,321 → X50 = 121,87 + 3,321 × 26,98 = 211,4 mm
- Uji Smirnov-Kolmogorov (LP III) Δmaks = 0,066 < Δkritis = 0,34 ✓
Dipakai Log Pearson III: X10 = 158,1 ; X25 = 177,4 ; X50 = 191,6 ; X100 = 205,6 mm. Gumbel memberi nilai 10–12% lebih besar untuk periode ulang panjang. Keempat distribusi lolos uji Smirnov-Kolmogorov, sehingga pemilihan didasarkan pada syarat parameter statistik.
Bank soal latihan per NIM
Kuis 2 latihan sebelum kuis
Soal 1Hujan 50 tahunan berarti…
Periode ulang adalah kebalikan peluang tahunan. Hujan 50 tahunan bisa terjadi dua kali dalam setahun.
Minggu 8 · CPMK-1 dan CPMK-2
Ujian Tengah Semester
Ujian tertulis materi pertemuan 1–7. Dinilai dari ketepatan dan kelengkapan jawaban teori dan hitungan. Bobot 15%.
Kisi-kisi
| No. | Materi | Bentuk | Porsi |
|---|---|---|---|
| 1 | Siklus hidrologi, neraca air, karakteristik DAS | Uraian + hitungan | 10% |
| 2 | Konsistensi dan data hilang | Hitungan | 15% |
| 3 | Hujan kawasan | Hitungan | 20% |
| 4 | Evaporasi (panci, Penman-Monteith, Penman Modifikasi) dan infiltrasi | Hitungan | 20% |
| 5 | Analisis frekuensi | Hitungan | 35% |
Contoh soal dan pembahasan
Soal: Data 10 tahun hujan maksimum memiliki X̄ = 110 mm dan S = 25 mm. Hitung hujan 25 tahunan dengan metode Gumbel (n = 10: Yn = 0,4952, Sn = 0,9496).
- YT = −ln[−ln(24/25)] = 3,199
- K = (3,199 − 0,4952)/0,9496 = 2,847
- X25 = 110 + 2,847 × 25 = 181,2 mm
Hujan 25 tahunan 181 mm.
Soal: Laju infiltrasi Horton f₀ = 50 mm/jam, fc = 10 mm/jam, k = 1,5/jam. Berapa infiltrasi kumulatif dalam 2 jam pertama?
- F = 10 × 2 + (50 − 10)(1 − e−3)/1,5 = 20 + 26,67 × 0,950 = 45,3 mm
Infiltrasi kumulatif 45,3 mm.
Latihan UTS bank soal per NIM
Minggu 9 · CPMK-3
Banjir 100 tahunan bisa datang besok
Memilih periode ulang adalah keputusan tentang risiko: seberapa besar peluang bangunan dilampaui banjir selama umurnya, dibandingkan dengan biaya membuatnya lebih besar dan akibat bila gagal.
Bendung direncanakan untuk banjir 100 tahunan dengan umur 50 tahun. Berapa peluang bendung itu mengalami banjir yang lebih besar selama umurnya?
Muka air banjir di penampang sungai untuk beberapa periode ulang.
Konsep inti risiko selama umur bangunan
| Bangunan | Periode ulang yang lazim (tahun) | Pertimbangan |
|---|---|---|
| Saluran drainase tersier dan kuarter kota | 2–5 | Genangan singkat masih dapat diterima |
| Saluran drainase primer kota | 5–25 | Tergantung luas kota dan nilai aset |
| Gorong-gorong jalan | 10–25 | Kelas jalan |
| Jembatan | 50–100 | Ruang bebas di atas muka air banjir |
| Bendung, tanggul sungai besar | 50–100 | Akibat kegagalan pada permukiman di hilir |
| Pelimpah bendungan besar | 1.000 sampai banjir maksimum boleh jadi | Kegagalan dapat menimbulkan bencana |
Rentang umum dari pustaka dan pedoman sektoral untuk diskusi. Nilai yang mengikat ditetapkan oleh pedoman masing-masing jenis bangunan.
Bedah soal: risiko bendung dan jembatan
- Bendung, T = 100 tahun, umur 50 tahun R = 1 − (1 − 1/100)50 = 1 − 0,605 = 39,5%
- Agar risiko selama 50 tahun hanya 10% T = 1/[1 − 0,91/50] = 475 tahun
- Gorong-gorong T = 25 tahun, umur 25 tahun R = 1 − (24/25)25 = 64%
Banjir rencana dengan periode ulang sama dengan umur bangunan memiliki risiko dilampaui sekitar 64%. Karena itu bangunan yang kegagalannya berbahaya memakai periode ulang jauh lebih panjang dari umurnya, ditambah tinggi jagaan dan pelimpah darurat.
Bank soal latihan per NIM
Tugas 2 · Case method
Cek pemahaman
Soal 1Peluang banjir 10 tahunan terjadi paling sedikit sekali dalam 10 tahun adalah…
R = 1 − 0,9¹⁰ = 0,651.
Minggu 10 · CPMK-1
Hujan singkat lebih deras
Hujan 15 menit bisa sangat deras, sedangkan rata-rata intensitas hujan sehari jauh lebih kecil. Kurva intensitas-durasi-frekuensi (IDF) merangkum hubungan ini untuk setiap periode ulang.
Drainase kota dihitung dengan intensitas hujan selama berapa lama: satu hari, satu jam, atau selama waktu yang lain?
Konsep inti rumus Mononobe
Bedah soal: intensitas hujan 25 tahunan
R₂₄ untuk T = 25 tahun = 177,4 mm (minggu 7).
- t = 1 jam: I = 177,4/24 × 242/3 = 7,39 × 8,32 = 61,5 mm/jam
- t = 0,25 jam: I = 7,39 × 962/3 = 155 mm/jam ; t = 6 jam: I = 18,6 mm/jam
Intensitas 15 menit (155 mm/jam) sekitar 21 kali intensitas rata-rata harian (7,4 mm/jam). Durasi yang dipakai untuk desain adalah waktu konsentrasi DAS (minggu 11).
Cek pemahaman
Soal 1Menurut Mononobe, bila durasi diperpanjang 8 kali, intensitas menjadi…
I ∝ t−2/3, sehingga 8−2/3 = 1/4.
Minggu 11 · CPMK-1
Debit puncak DAS kecil dengan satu rumus
Metode rasional menganggap debit puncak terjadi ketika seluruh DAS ikut menyumbang aliran, yaitu setelah hujan berlangsung selama waktu konsentrasi. Sederhana, tetapi hanya untuk DAS kecil.
Mengapa debit puncak tidak terus naik bila hujan berlangsung lebih lama dari waktu konsentrasi?
Subdas permukiman: atap, jalan, dan taman menyumbang limpasan yang berbeda ke saluran drainase.
Konsep inti Q = 0,278 C I A
| Tutupan lahan | C (kisaran umum) |
|---|---|
| Atap dan perkerasan beton/aspal | 0,75–0,95 |
| Permukiman padat | 0,60–0,75 |
| Permukiman jarang | 0,40–0,60 |
| Taman, lapangan rumput | 0,10–0,35 |
| Sawah, kebun | 0,15–0,40 |
| Hutan | 0,10–0,30 |
Bedah soal: drainase subdas permukiman kasus berjalan
Subdas 0,85 km² terdiri dari atap 30% luas (C = 0,85), jalan 15% (C = 0,90), serta taman dan halaman 55% (C = 0,25). Panjang alur 1.450 m, kemiringan 0,008. Periode ulang 10 tahun: R₂₄ = 158,1 mm.
- C gabungan C = (0,30 × 0,85 + 0,15 × 0,90 + 0,55 × 0,25)/1,00 = 0,528
- tc = 0,0195 × 1.4500,77 × 0,008−0,385 = 34,0 menit = 0,567 jam
- I = 158,1/24 × (24/0,567)2/3 = 80,0 mm/jam
- Qp = 0,278 × 0,528 × 80,0 × 0,85 = 9,98 m³/s
Saluran utama subdas dirancang untuk sekitar 10 m³/s. Atap dan jalan hanya 45% luas, tetapi menyumbang 74% limpasan (bobot C×A).
Bank soal latihan per NIM
Cek pemahaman
Soal 1Dalam metode rasional, durasi hujan desain diambil…
Pada durasi itu seluruh DAS sudah menyumbang aliran dengan intensitas terbesar yang mungkin.
Minggu 12 · CPMK-1
Bentuk banjir, bukan hanya puncaknya
Untuk waduk, tanggul, dan penelusuran banjir, yang diperlukan bukan hanya debit puncak, tetapi seluruh bentuk hidrograf. Hidrograf satuan adalah "sidik jari" DAS: respons aliran terhadap 1 mm hujan efektif selama satu satuan waktu.
Bila hujan efektif 10 mm menghasilkan puncak 40 m³/s, berapa puncak untuk hujan efektif 25 mm dengan durasi sama?
Konsep inti linear dan tak berubah waktu
- Komponen hidrograf: sisi naik, puncak, sisi turun, dan aliran dasar. Aliran dasar dipisahkan (misalnya dengan garis lurus) untuk mendapat hidrograf limpasan langsung (HLL).
- Hidrograf satuan terukur: ordinat HLL dibagi tebal hujan efektif, sehingga menjadi respons untuk 1 mm.
- Prinsip linear: hujan efektif 2 mm menghasilkan ordinat dua kali lipat. Prinsip superposisi: hujan beberapa jam dijumlahkan dengan pergeseran waktu (konvolusi).
- Hidrograf satuan sintetis dipakai bila DAS tidak memiliki data debit: bentuknya diturunkan dari karakteristik DAS (minggu 13).
Bedah soal: menurunkan dan memakai hidrograf satuan
HLL terukur jam-jaman akibat hujan efektif 20 mm selama 1 jam: 0, 15, 48, 72, 55, 34, 20, 10, 4, 0 m³/s. Hitung hidrograf satuan, lalu HLL untuk hujan efektif 12, 25, 8 mm berturut-turut.
- Hidrograf satuan = HLL/20 U = 0 ; 0,75 ; 2,40 ; 3,60 ; 2,75 ; 1,70 ; 1,00 ; 0,50 ; 0,20 ; 0 m³/s/mm
- Jam ke-4 Q₄ = 12 × 2,75 + 25 × 3,60 + 8 × 2,40 = 33,0 + 90,0 + 19,2 = 142,2 m³/s
- Ordinat lengkap 0 ; 9,0 ; 47,5 ; 109,2 ; 142,2 ; 118,0 ; 76,5 ; 44,6 ; 22,9 ; 9,0 ; 1,6 ; 0
Puncak 142,2 m³/s pada jam ke-4, lebih kecil dari 45 × 3,60 = 162 m³/s karena hujan efektif tersebar dalam tiga jam.
Bank soal latihan per NIM
Kuis 3 latihan sebelum kuis
Soal 1Volume di bawah hidrograf satuan sama dengan…
Hidrograf satuan adalah respons 1 mm hujan efektif yang merata di seluruh DAS.
Minggu 13 · CPMK-2
Hidrograf untuk sungai tanpa data debit
Sebagian besar sungai di Aceh Barat tidak memiliki pos duga air dengan data panjang. Hidrograf satuan sintetis menurunkan bentuk hidrograf dari luas dan panjang sungai, lalu digabung dengan hujan rencana untuk mendapat debit banjir rencana.
Dua metode hidrograf sintetis memberi puncak yang berbeda dua kali lipat untuk DAS yang sama. Mana yang benar?
Konsep inti Nakayasu dan Snyder
Hujan rencana jam-jaman: hujan harian rencana disebar dalam beberapa jam (di Indonesia umumnya 4–6 jam) dengan distribusi Mononobe: Rt = (R₂₄/T)(T/t)2/3 sebagai rata-rata sampai jam ke-t, sehingga hujan jam ke-t = t·Rt − (t − 1)·Rt−1. Hujan efektif diperoleh dengan koefisien limpasan atau indeks φ, lalu dikonvolusi dengan hidrograf satuan dan ditambah aliran dasar.
Bedah soal: banjir rencana 50 tahunan kasus berjalan
A = 48 km², L = 14 km, α = 2, tr = 0,75Tg. R₂₄ (T = 50) = 191,6 mm, disebar 5 jam (Mononobe), koefisien limpasan 0,60, aliran dasar 2,0 m³/s.
- Tg = 0,21 × 140,7 = 1,332 jam ; tr = 0,999 jam ; Tp = 1,332 + 0,8 × 0,999 = 2,131 jam ; T0,3 = 2 × 1,332 = 2,664 jam
- Qp = 48 × 1/[3,6 × (0,3 × 2,131 + 2,664)] = 4,04 m³/s per mm
- Distribusi hujan 5 jam (rasio terhadap R₂₄) 58,5% ; 15,2% ; 10,7% ; 8,5% ; 7,2% → 112,0 ; 29,1 ; 20,4 ; 16,3 ; 13,7 mm
- Hujan efektif (× 0,60) 67,2 ; 17,5 ; 12,3 ; 9,8 ; 8,2 mm
- Konvolusi dengan ordinat Nakayasu jam-jaman ditambah aliran dasar Qmaks = 253,8 m³/s pada jam ke-3
- Pembanding Snyder (Ct = 1,5, Cp = 0,6, Lc = 6,5 km) tp = 4,35 jam ; Qp = 1,82 m³/s per mm
Nakayasu memberi debit banjir 50 tahunan sekitar 254 m³/s. Snyder dengan koefisien umum menghasilkan puncak satuan kurang dari separuhnya karena waktu puncaknya dua kali lebih lama. Perbedaan ini menunjukkan pentingnya kalibrasi parameter dengan banjir terukur di DAS serupa; tanpa data, perencana membandingkan beberapa metode dan menjelaskan pilihannya (minggu 15).
Bank soal latihan per NIM
Tugas 4 · Case method
Cek pemahaman
Soal 1Bila α Nakayasu dinaikkan dari 2 menjadi 3, maka…
T0,3 bertambah sehingga penyebut rumus Qp membesar. Coba di kalkulator.
Minggu 14 · CPMK-3
Ketika kebun menjadi perumahan
Mengganti kebun dan hutan dengan atap dan jalan mengurangi resapan, menaikkan koefisien limpasan, dan mempercepat aliran. Debit puncak naik, dan saluran di hilir yang dulu cukup menjadi meluap.
Pengembang perumahan wajib membuat kolam retensi. Seberapa besar kolam itu agar debit ke saluran kota tidak bertambah?
Konsep inti zero delta Q
Prinsip zero delta Q: pembangunan tidak boleh menambah debit puncak yang keluar dari lahan. Kelebihan limpasan ditahan dengan kolam retensi, sumur resapan, biopori, atap hijau, atau perkerasan berpori. Untuk perkiraan awal, hidrograf rasional dianggap segitiga dengan waktu dasar 2tc, sehingga volume tampungan ≈ ½ × 2tc × ΔQ.
Bedah soal: kolam retensi subdas permukiman kasus berjalan
Subdas 0,85 km² sebelum dibangun didominasi kebun dan semak dengan C = 0,35. Setelah dibangun C = 0,528 (minggu 11). I = 80,0 mm/jam, tc = 34,0 menit (dianggap tetap untuk perbandingan).
- Qsebelum = 0,278 × 0,35 × 80,0 × 0,85 = 6,62 m³/s
- Qsesudah = 9,98 m³/s → ΔQ = 3,36 m³/s (+51%)
- V ≈ 3,36 × 34,0 × 60 = 6.860 m³
Diperlukan tampungan sekitar 6.860 m³, misalnya kolam retensi 70 × 50 m sedalam 2 m. Kenyataannya tc juga memendek setelah dibangun sehingga I dan ΔQ lebih besar; kombinasi kolam dengan sumur resapan di setiap rumah mengurangi kebutuhan lahan kolam.
Cek pemahaman
Soal 1Selain menaikkan C, urbanisasi juga…
tc yang lebih pendek berarti intensitas desain lebih besar, sehingga debit puncak naik dua kali lipat pengaruhnya.
Minggu 15 · CPMK-3
Merekomendasikan satu angka debit rencana
Di akhir analisis, perencana harus menetapkan satu debit rencana dan menjelaskan alasannya: metode mana yang dipercaya, periode ulang berapa, ketidakpastian apa yang tersisa, dan dampak apa yang ditimbulkan perbaikan sungai.
Konsep inti langkah kajian
Ringkasan kasus berjalan
| Langkah | Hasil | Minggu |
|---|---|---|
| Karakteristik DAS | A = 48 km², Rf = 0,245 (memanjang), Dd = 1,29 km/km² | 1 |
| Hujan kawasan | Thiessen 90,8 mm untuk kejadian contoh | 3 |
| Analisis frekuensi (LP III) | R₁₀ = 158,1 ; R₂₅ = 177,4 ; R₅₀ = 191,6 ; R₁₀₀ = 205,6 mm | 7 |
| Risiko | T = 100 tahun, umur 50 tahun → risiko 39,5% | 9 |
| Drainase kota | Q₁₀ = 9,98 m³/s; kolam retensi ≈ 6.860 m³ | 11, 14 |
| Banjir sungai | Nakayasu Q₅₀ ≈ 254 m³/s | 13 |
Tugas 5 · Case method
Bank soal semua topik
Cek pemahaman akhir
Soal 1Mengapa normalisasi sungai di hulu dapat memperburuk banjir di hilir?
Pelurusan dan pendalaman mengurangi tampungan alami dan waktu tempuh.
Minggu 16 · CPMK-1 sampai CPMK-3
Ujian Akhir Semester
Ujian tertulis seluruh materi Hidrologi. Dinilai dari ketepatan analisis, kelengkapan jawaban, dan integrasi seluruh konsep. Bobot 20%.
Kisi-kisi
| No. | Materi | Bentuk | Porsi |
|---|---|---|---|
| 1 | Analisis frekuensi dan risiko | Hitungan | 20% |
| 2 | IDF dan metode rasional | Hitungan | 20% |
| 3 | Hidrograf satuan dan konvolusi | Hitungan | 20% |
| 4 | HSS Nakayasu atau Snyder | Hitungan | 25% |
| 5 | Tata guna lahan, risiko, dan rekomendasi | Uraian | 15% |
Contoh soal dan pembahasan
Soal: DAS 2,5 km², C = 0,45, tc = 50 menit, R₂₄ (T = 10) = 140 mm. Hitung debit puncak.
- I = 140/24 × (24/0,833)2/3 = 5,833 × 9,40 = 54,8 mm/jam
- Q = 0,278 × 0,45 × 54,8 × 2,5 = 17,1 m³/s
Debit puncak 17,1 m³/s.
Soal: Hidrograf satuan 1 jam: 0 ; 2 ; 5 ; 3 ; 1 ; 0 m³/s/mm. Hujan efektif 10 mm lalu 20 mm. Hitung ordinat HLL.
- Q = 0 ; 20 ; 50 + 40 = 90 ; 30 + 100 = 130 ; 10 + 60 = 70 ; 0 + 20 = 20 ; 0 m³/s
Puncak 130 m³/s pada jam ke-3.