RPS FT12413 · Ganjil 2026/2027
Mekanika Fluida
Air menekan pintu bendung, mengapungkan ponton, mengalir di pipa, dan mendorong belokan pipa. Mekanika fluida memberi tiga alat untuk semua itu: keseimbangan tekanan (hidrostatika), kekekalan massa dan energi, serta kekekalan momentum.
Sistem air baku fiktif Krueng Meureubo: bendung dan pintu intake, ponton pompa, tandon di bukit, dan pipa transmisi ke kota dengan blok angker di belokan. Seret untuk memutar, cubit atau gulir untuk memperbesar.
Cara belajar di kelas ini
Kasus berjalan: sistem air baku Krueng Meureubo
Satu sistem fiktif dipakai sepanjang semester. Untuk hidrostatika dan aliran dipakai ρ = 1.000 kg/m³ dan g = 9,81 m/s²; kekentalan air diambil pada 27 °C.
| Bagian | Data | Minggu |
|---|---|---|
| Air | Suhu 27 °C | 1 |
| Pintu intake | Pintu sorong 1,5 m × 2,0 m di bawah dinding tembok, air hulu 3,0 m di atas ambang | 3–4 |
| Ponton pompa | 6 × 3 × 1,5 m, berat total 120 kN, titik berat 0,9 m dari dasar | 5 |
| Saluran intake | Ambang tajam persegi lebar 1,0 m | 9 |
| Tandon dan pipa | Muka air tandon +38,0 m, pipa baja D 300 mm (ε = 0,15 mm) sepanjang 8.000 m ke kolam kota +6,0 m; debit rencana 80 L/s | 2, 6–7, 12, 14 |
| Titik C dan belokan | 3.000 m dari tandon, elevasi +6,0 m, belokan horizontal 45° dengan blok angker | 7, 10–11 |
| Model bendung | Skala 1:25 untuk debit banjir 150 m³/s | 13 |
Capaian pembelajaran
| Kode | Rumusan |
|---|---|
| CPL-2 | Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif serta memanfaatkan teknologi informasi dan perangkat digital dalam pengembangan dan penerapan ilmu teknik sipil. |
| CPL-4 | Mampu menerapkan pengetahuan matematika, sains alam, ilmu material, dan dasar-dasar rekayasa untuk memperoleh pemahaman menyeluruh tentang prinsip teknik sipil. |
| CPL-5 | Mampu mengidentifikasi, merumuskan, menganalisis, dan menyelesaikan masalah rekayasa kompleks di bidang struktur, geoteknik, transportasi, sumber daya air, dan manajemen konstruksi. |
| CPMK-1 | Mahasiswa mampu menerapkan konsep sifat fluida dan hidrostatika. |
| CPMK-2 | Mahasiswa mampu menganalisis aliran fluida dengan persamaan kontinuitas, energi, dan momentum. |
| CPMK-3 | Mahasiswa mampu menyelesaikan persoalan mekanika fluida secara logis dan sistematis dengan satuan yang benar. |
Rencana pembelajaran 16 minggu
| Mg | Materi | CPMK | Penilaian | Bobot |
|---|
Rencana evaluasi
| Unsur nilai | Metode | CPMK-1 | CPMK-2 | CPMK-3 | Total |
|---|---|---|---|---|---|
| Kuis | Kognitif – kuis | 5 | 10 | 0 | 15 |
| UTS | Kognitif – ujian tengah semester | 4 | 7 | 4 | 15 |
| UAS | Kognitif – ujian akhir semester | 5 | 10 | 5 | 20 |
| Partisipasi | Aktivitas partisipatif | 11 | 11 | 4 | 26 |
| Case method | Kognitif – tugas | 0 | 12 | 12 | 24 |
| Jumlah | 25 | 50 | 25 | 100 |
Pustaka
- Munson, B. R., Okiishi, T. H., Huebsch, W. W., & Rothmayer, A. P. (2013). Fundamentals of Fluid Mechanics (7th ed.). John Wiley & Sons.
- Triatmodjo, B. (1993). Hidraulika I. Beta Offset.
- Pendukung: Streeter, V. L., Wylie, E. B., & Bedford, K. W. (1998). Fluid Mechanics (9th ed.). McGraw-Hill.
Satuan SI. Desimal memakai koma. Media: Microsoft Excel, laptop, layar, proyektor.
Minggu 1 · CPMK-1
Zat yang terus berubah bentuk
Fluida adalah zat yang terus berdeformasi selama dikenai tegangan geser, sekecil apa pun. Benda padat melawan geser dengan regangan; fluida melawannya dengan laju regangan, dan kekentalan adalah ukuran perlawanan itu.
Mengapa muka air di dalam tabung piezometer kecil sedikit lebih tinggi daripada di tangki, dan apa akibatnya pada pembacaan tekanan?
Kenaikan kapiler pada tabung berbagai diameter, dan dua pelat sejajar dengan lapisan fluida kental di antaranya.
Konsep inti ρ, γ, μ, ν, σ
| Sifat air | 10 °C | 20 °C | 30 °C |
|---|---|---|---|
| ρ (kg/m³) | 999,7 | 998,2 | 995,7 |
| μ (×10⁻³ Pa·s) | 1,307 | 1,002 | 0,798 |
| σ (N/m) | 0,0742 | 0,0728 | 0,0712 |
Bedah soal: air Krueng Meureubo kasus berjalan
Air sungai bersuhu 27 °C. Tentukan ρ, γ, μ, ν, dan kenaikan kapiler pada tabung piezometer kaca berdiameter 5 mm.
- Interpolasi tabel antara 25 °C dan 30 °C ρ = 997,0 + 0,4 × (995,7 − 997,0) = 996,5 kg/m³ ; μ = 0,890 + 0,4 × (0,798 − 0,890) = 0,853 × 10⁻³ Pa·s
- γ = 996,5 × 9,81 = 9.775 N/m³ ; ν = 0,853 × 10⁻³/996,5 = 0,856 × 10⁻⁶ m²/s
- σ = 0,0720 + 0,4 × (0,0712 − 0,0720) = 0,0717 N/m
- h = 4 × 0,0717 × cos 0°/(996,5 × 9,81 × 0,005) = 0,00587 m = 5,9 mm
Pembacaan piezometer 5 mm terlalu tinggi sekitar 6 mm. Untuk pengukuran teliti, pakai tabung berdiameter lebih dari 10 mm (kenaikan di bawah 3 mm).
Bank soal soal per NIM
Cek pemahaman
Soal 1Bila suhu air naik dari 20 °C ke 30 °C, kekentalannya…
Kekentalan cairan turun bila suhu naik (1,002 → 0,798 × 10⁻³ Pa·s); kekentalan gas justru naik.
Minggu 2 · CPMK-1
Tekanan hanya bergantung pada kedalaman
Di dalam fluida diam, tekanan pada satu titik sama ke segala arah dan naik sebanding kedalaman. Bentuk wadah tidak berpengaruh: dasar tangki kurus dan danau luas dengan kedalaman sama mengalami tekanan yang sama.
Katup di ujung pipa transmisi ditutup. Berapa tekanan di titik C yang 32 m di bawah muka air tandon, walaupun panjang pipanya 3 km?
Konsep inti p = p₀ + γh
Bedah soal 1: tekanan statis di titik C kasus berjalan
Muka air tandon +38,0 m, titik C pada pipa di elevasi +6,0 m. Katup hilir ditutup sehingga air diam.
- h = 38,0 − 6,0 = 32,0 m
- pC = 1.000 × 9,81 × 32,0 = 313.920 Pa = 313,9 kPa (≈ 3,1 bar)
- Tekanan absolut 313,9 + 101,3 = 415,2 kPa
Panjang pipa tidak berpengaruh pada tekanan statis. Pipa dan sambungan di titik C harus dipilih untuk tekanan kerja paling sedikit 3,1 bar, ditambah lonjakan tekanan saat katup ditutup cepat.
Bedah soal 2: manometer raksa pada pipa isap
Manometer U berisi raksa (SG 13,6) dipasang pada pipa air A. Tinggi air di atas bidang batas pada kaki pipa h₁ = 0,40 m, raksa di kaki terbuka h₂ = 0,25 m di atas bidang batas.
- Dari A turun ke bidang batas, lalu naik di kaki raksa ke udara terbuka pA + γh₁ − γmh₂ = 0
- pA = 13,6 × 9.810 × 0,25 − 9.810 × 0,40 = 33.354 − 3.924 = 29.430 Pa = 29,4 kPa
pA = 29,4 kPa. Raksa dipakai untuk tekanan besar karena kolomnya 13,6 kali lebih pendek daripada kolom air.
Bank soal soal per NIM
Cek pemahaman
Soal 1Dua tangki berisi air setinggi 3 m: satu berdiameter 1 m, satu lagi 10 m. Tekanan di dasarnya…
Tekanan hanya bergantung pada kedalaman (paradoks hidrostatik); gaya total pada dasar yang berbeda.
Minggu 3 · CPMK-1
Gaya air bekerja di bawah titik berat
Tekanan pada bidang terendam bertambah dengan kedalaman, sehingga resultannya tidak bekerja di titik berat bidang, melainkan sedikit lebih dalam di pusat tekanan. Pada bidang lengkung, gaya diurai menjadi komponen horizontal dan vertikal.
Engsel pintu air dipasang tepat di pusat tekanannya. Apa yang terjadi bila muka air naik?
Prisma tekanan pada pintu persegi dan gaya resultan yang bekerja di pusat tekanan.
Konsep inti F dan yp
Bedah soal 1: pintu bulat pada dinding miring
Pintu bulat berdiameter 1,0 m pada dinding yang miring 60° terhadap horizontal. Tepi atas pintu berjarak 2,0 m dari muka air diukur sepanjang dinding.
- A = π × 0,5² = 0,785 m² ; yc = 2,0 + 0,5 = 2,5 m ; hc = 2,5 × sin 60° = 2,165 m
- F = 9.810 × 2,165 × 0,785 = 16.681 N = 16,7 kN
- Ic = π × 0,5⁴/4 = 0,0491 m⁴ ; yp = 2,5 + 0,0491/(2,5 × 0,785) = 2,525 m
Gaya 16,7 kN bekerja 2,5 cm di bawah titik berat, diukur sepanjang dinding.
Bedah soal 2: pintu lengkung seperempat lingkaran
Pintu seperempat lingkaran berjari-jari R = 2,0 m dan lebar 3,0 m menahan air di sisi cekungnya; muka air setinggi puncak pintu.
- Komponen horizontal = gaya pada proyeksi vertikal 2,0 × 3,0 m FH = 9.810 × 1,0 × 6,0 = 58.860 N
- Komponen vertikal = berat air di atas pintu FV = 9.810 × (π × 2,0²/4) × 3,0 = 92.457 N
- F = √(58,86² + 92,46²) = 109,6 kN ; sudut terhadap horizontal = arctan(92,46/58,86) = 57,5°
Karena tekanan selalu tegak lurus permukaan, resultan pada pintu lingkaran melewati pusat lingkaran. Itulah alasan pintu radial (Tainter) mudah diangkat: gaya air hampir tidak menimbulkan momen pada engselnya.
Bank soal soal per NIM
Kuis 1 latihan sebelum kuis
Soal 1Bila pintu persegi diturunkan lebih dalam tanpa mengubah ukurannya, jarak pusat tekanan ke titik berat…
Pada kedalaman besar, distribusi tekanan hampir merata sehingga resultan mendekati titik berat.
Minggu 4 · CPMK-3
Berapa gaya untuk mengangkat pintu intake?
Pintu sorong ditekan air ke rangka penumpunya. Saat diangkat, gesekan pada rangka itu harus dilawan, sehingga gaya angkat bisa beberapa kali berat pintu. Dinding penahan air harus aman terhadap guling dan geser akibat gaya yang sama.
Mengapa pintu intake lebih mudah diangkat bila saluran hilirnya sudah berisi air?
Konsep inti gaya bersih dan gaya angkat
Bedah soal 1: pintu sorong intake kasus berjalan
Pintu sorong baja lebar 1,5 m, tinggi 2,0 m, di bawah dinding tembok. Air hulu 3,0 m di atas ambang; hilir kering. Berat pintu 5 kN, koefisien gesek 0,3.
- A = 1,5 × 2,0 = 3,0 m² ; hc = 3,0 − 1,0 = 2,0 m
- F = 9.810 × 2,0 × 3,0 = 58.860 N = 58,9 kN
- Ic = 1,5 × 2,0³/12 = 1,0 m⁴ ; hp = 2,0 + 1,0/(2,0 × 3,0) = 2,167 m dari muka air (0,833 m di atas ambang)
- T = 5,0 + 0,3 × 58,9 = 22,7 kN
- Bila hilir berisi air 1,0 m F₂ = ½ × 9.810 × 1,5 × 1,0² = 7,4 kN → T = 5,0 + 0,3 × (58,9 − 7,4) = 20,5 kN
Alat angkat (spindel) harus mampu menarik sekitar 23 kN, hampir lima kali berat pintu. Mengisi hilir lebih dulu mengurangi gaya angkat.
Bedah soal 2: stabilitas dinding penahan air
Dinding pasangan batu persegi tinggi 3,5 m, lebar 1,5 m, γpasangan = 22 kN/m³, menahan air setinggi 3,0 m. Koefisien gesek dasar 0,5. Tinjau per meter panjang.
- F = ½ × 9,81 × 3,0² = 44,1 kN/m, bekerja 1,0 m di atas dasar → Mguling = 44,1 kN·m/m
- W = 22 × 1,5 × 3,5 = 115,5 kN/m ; Mtahan = 115,5 × 0,75 = 86,6 kN·m/m
- SFguling = 86,6/44,1 = 1,96 ≥ 1,5 ✓ ; SFgeser = 0,5 × 115,5/44,1 = 1,31 < 1,5 ✗
Dinding aman terhadap guling tetapi tidak terhadap geser. Perlebar dasar, buat kaki (koperan) masuk ke tanah, atau miringkan sisi hilir.
Tugas 1 · Case method
Bank soal soal per NIM
Cek pemahaman
Soal 1Gaya air pada dinding setinggi h per meter panjang bekerja pada ketinggian…
Diagram tekanan segitiga, resultannya di sepertiga tinggi dari dasar.
Minggu 5 · CPMK-1
Mengapung saja tidak cukup, harus tegak
Gaya apung sama dengan berat fluida yang dipindahkan (Archimedes). Benda terapung stabil bila, saat sedikit miring, gaya apung dan berat membentuk kopel yang menegakkannya kembali; syaratnya metasentrum berada di atas titik berat.
Pompa di atas ponton dipindahkan lebih tinggi agar tidak terkena banjir. Apa risikonya?
Ponton yang sedikit miring: titik berat G, pusat apung B, dan metasentrum M.
Konsep inti GM > 0
Bedah soal: ponton pompa intake kasus berjalan
Ponton kotak 6 × 3 × 1,5 m dengan pompa, berat total 120 kN, titik berat 0,9 m dari dasar.
- d = 120.000/(9.810 × 6 × 3) = 0,680 m ; tinggi jagaan = 1,5 − 0,680 = 0,82 m
- V = 6 × 3 × 0,680 = 12,23 m³ ; KB = 0,340 m
- I = 6 × 3³/12 = 13,5 m⁴ ; BM = 13,5/12,23 = 1,104 m
- GM = 0,340 + 1,104 − 0,900 = 0,543 m > 0 → stabil
Ponton stabil. Bila pompa dinaikkan sehingga KG lebih dari 1,44 m, GM menjadi negatif dan ponton terbalik. Coba di kalkulator.
Bank soal soal per NIM
Cek pemahaman
Soal 1Cara paling efektif menambah stabilitas ponton kotak adalah…
BM = B²/(12d) untuk miring melintang.
Minggu 6 · CPMK-2
Yang masuk sama dengan yang keluar
Pada aliran tunak, massa yang masuk ke satu penampang sama dengan yang keluar di penampang lain. Untuk air yang praktis tak termampatkan, debit tetap; bila pipa mengecil, kecepatan harus naik.
Ujung selang dipencet dengan jari dan airnya memancar lebih jauh. Apakah debitnya bertambah?
Konsep inti Q = A·V
Bedah soal: pipa transmisi kasus berjalan
Debit rencana 80 L/s mengalir di pipa D 300 mm, lalu masuk reduser ke pipa D 200 mm. Di ujung, aliran dibagi ke dua cabang: 50 L/s ke zona A (D 200 mm) dan sisanya ke zona B (D 150 mm).
- A₁ = π × 0,30²/4 = 0,0707 m² → V₁ = 0,080/0,0707 = 1,13 m/s
- A₂ = π × 0,20²/4 = 0,0314 m² → V₂ = 0,080/0,0314 = 2,55 m/s = V₁ × (300/200)²
- QB = 80 − 50 = 30 L/s ; VA = 0,050/0,0314 = 1,59 m/s ; VB = 0,030/0,0177 = 1,70 m/s
Kecepatan berbanding terbalik dengan kuadrat diameter. Kecepatan pipa air minum umumnya dijaga sekitar 0,3–3 m/s: cukup cepat agar endapan tidak tertinggal, cukup lambat agar kehilangan energi dan pukulan air tidak berlebihan.
Bank soal soal per NIM
Cek pemahaman
Soal 1Diameter pipa dikecilkan menjadi setengahnya, kecepatan rata-rata menjadi…
Luas menjadi seperempat, sehingga V menjadi empat kali.
Minggu 7 · CPMK-2
Energi berpindah bentuk, sebagian hilang
Persamaan Bernoulli menyatakan bahwa sepanjang aliran, jumlah tinggi tempat, tinggi tekanan, dan tinggi kecepatan tetap bila tidak ada gesekan. Pada pipa nyata sebagian energi hilang menjadi panas, sehingga garis energi selalu turun searah aliran.
Di titik mana pada pipa transmisi tekanan bisa menjadi negatif sehingga udara terisap masuk?
Tandon, pipa, garis energi (EGL), dan garis tekanan (HGL). Tabung piezometer menunjukkan tinggi tekanan.
Konsep inti H = z + p/γ + V²/2g
Bedah soal: tekanan di titik C saat mengalir kasus berjalan
Debit 80 L/s (V = 1,13 m/s di pipa D 300 mm). Titik 1 di muka air tandon (+38,0 m, p = 0, V ≈ 0); titik C di pipa elevasi +6,0 m. Kehilangan energi akibat gesekan sampai C hL = 11,75 m (dihitung di minggu 12).
- 38,0 + 0 + 0 = 6,0 + pC/γ + 1,13²/(2 × 9,81) + 11,75
- V²/2g = 0,065 m → pC/γ = 38,0 − 6,0 − 0,065 − 11,75 = 20,18 m
- pC = 9.810 × 20,18 = 198,0 kPa
- EGL di C 38,0 − 11,75 = +26,25 m ; HGL = +26,18 m
Saat air mengalir, tekanan di C turun dari 313,9 kPa (statis) menjadi 198,0 kPa karena energi hilang akibat gesekan. Bila pipa naik melewati bukit di atas HGL, tekanannya menjadi negatif.
Bank soal soal per NIM
Kuis 2 latihan sebelum kuis
Soal 1Pada pipa berdiameter tetap, jarak antara EGL dan HGL…
Jaraknya V²/2g; keduanya turun sejajar akibat gesekan.
Minggu 8 · CPMK-1 sampai CPMK-3
Ujian Tengah Semester
Ujian tertulis materi pertemuan 1–7. Bobot 15%.
Kisi-kisi
| No. | Materi | Bentuk | Porsi |
|---|---|---|---|
| 1 | Sifat fluida | Uraian + hitungan | 10% |
| 2 | Tekanan dan manometer | Hitungan | 20% |
| 3 | Gaya pada bidang datar, lengkung, dan pintu | Hitungan | 25% |
| 4 | Gaya apung dan stabilitas | Hitungan | 15% |
| 5 | Kontinuitas dan Bernoulli | Hitungan | 30% |
Contoh soal dan pembahasan
Soal: Balok kayu 0,4 × 0,4 × 2,0 m (ρ = 650 kg/m³) mengapung di air tawar. Hitung sarat dan periksa stabilitasnya bila mengapung dengan sisi 0,4 m tegak.
- d = 650/1.000 × 0,4 = 0,26 m ; KB = 0,13 m ; KG = 0,20 m
- BM = B²/(12d) = 0,4²/(12 × 0,26) = 0,051 m → GM = 0,13 + 0,051 − 0,20 = −0,019 m
GM negatif: balok tidak stabil dan akan berguling ke posisi lain.
Soal: Air mengalir dari pipa D 200 mm (p = 150 kPa, V = 2 m/s) ke pipa D 100 mm pada elevasi sama. Abaikan kehilangan energi; hitung tekanan di pipa kecil.
- V₂ = 2 × (200/100)² = 8 m/s
- p₂ = 150.000 + 1.000 × (2² − 8²)/2 = 120.000 Pa = 120 kPa
Tekanan turun 30 kPa karena energi tekanan berubah menjadi energi kecepatan.
Minggu 9 · CPMK-2
Mengukur debit dengan Bernoulli
Alat ukur debit mengubah sebagian energi tekanan menjadi kecepatan, lalu mengukur perbedaan tinggi yang timbul. Koefisien debit mengoreksi hasil teoretis terhadap kehilangan energi dan kontraksi pancaran.
Peluap segitiga dan peluap persegi: mana yang lebih teliti untuk debit kecil, dan mengapa?
Ambang tajam persegi di saluran intake dan venturimeter pada pipa transmisi.
Konsep inti Q = Cd·Qteoretis
Bedah soal 1: ambang tajam saluran intake kasus berjalan
Ambang tajam persegi lebar 1,0 m (tanpa kontraksi samping), tinggi air di atas mercu H = 0,25 m, Cd = 0,62.
- Q = ⅔ × 0,62 × √(2 × 9,81) × 1,0 × 0,251,5 = 0,413 × 4,429 × 0,125 = 0,229 m³/s
- Kepekaan Q ∝ H1,5 → kesalahan baca H 1% memberi kesalahan Q 1,5%
Debit saluran intake 229 L/s. Pembacaan H harus teliti sampai milimeter; peluap segitiga (Q ∝ H2,5) lebih peka sehingga lebih cocok untuk debit kecil.
Bedah soal 2: venturimeter pipa transmisi
Venturimeter 300 × 150 mm pada pipa transmisi, manometer raksa menunjukkan Δh = 81 mm, Cd = 0,98.
- Δp = (13,6 − 1) × 9.810 × 0,081 = 10.012 Pa
- A₂ = 0,01767 m² ; (A₂/A₁)² = (1/4)² = 0,0625
- Q = 0,98 × 0,01767 × √[2 × 10.012/(1.000 × 0,9375)] = 0,98 × 0,01767 × 4,621 = 0,0800 m³/s
Debit 80,0 L/s, sesuai debit rencana pipa transmisi.
Tugas 2 · Case method
Bank soal soal per NIM
Cek pemahaman
Soal 1Tinggi H pada peluap harus diukur di hulu karena…
Rumus peluap diturunkan dengan H di daerah yang belum terpengaruh percepatan aliran.
Minggu 10 · CPMK-2
Mengubah arah aliran butuh gaya
Hukum Newton kedua untuk fluida yang mengalir: gaya total pada volume kontrol sama dengan laju momentum keluar dikurangi laju momentum masuk. Karena itu pancaran yang dibelokkan mendorong pelat, dan air yang berbelok mendorong pipa.
Mengapa sudu turbin Pelton dibuat berbentuk mangkuk yang membalikkan pancaran hampir 180°?
Konsep inti ΣF = ρQ(Vkeluar − Vmasuk)
Bedah soal: pancaran pada pelat dan sudu
Pancaran air berdiameter 50 mm dengan kecepatan 20 m/s.
- A = π × 0,05²/4 = 0,001963 m² ; Q = 0,001963 × 20 = 0,0393 m³/s
- Pelat tegak lurus diam F = 1.000 × 0,0393 × 20 = 785 N
- Sudu tetap membelokkan 120° F = 785 × (1 − cos 120°) = 785 × 1,5 = 1.178 N
- Sudu yang sama bergerak menjauh 8 m/s F = 1.000 × 0,001963 × (20 − 8)² × 1,5 = 424 N
Makin besar sudut pembelokan, makin besar gaya. Sudu yang bergerak menerima gaya lebih kecil karena kecepatan relatifnya berkurang.
Bank soal soal per NIM
Cek pemahaman
Soal 1Pancaran yang dibelokkan 180° oleh sudu diam memberi gaya…
1 − cos 180° = 2.
Minggu 11 · CPMK-2
Blok angker menahan pipa agar tidak lepas
Di setiap belokan, gaya tekanan dan perubahan momentum menghasilkan gaya dorong yang berusaha mendorong pipa keluar dari belokan. Pada pipa dengan sambungan yang tidak menahan tarik, gaya ini harus dipikul blok beton yang menumpu ke tanah.
Blok angker dirancang dengan tekanan uji, bukan tekanan saat beroperasi. Mengapa?
Belokan horizontal 45° dengan blok angker beton; panah menunjukkan gaya dorong air pada belokan.
Konsep inti gaya pada belokan horizontal
Bedah soal: blok angker belokan 45° di titik C kasus berjalan
Belokan horizontal 45° pada pipa D 300 mm, debit 80 L/s (V = 1,13 m/s). Tekanan kerja di C 198 kPa (minggu 7); blok dirancang untuk tekanan uji 300 kPa. Daya dukung lateral tanah 50 kPa, angka keamanan 1,5.
- A = 0,0707 m² ; pA = 300.000 × 0,0707 = 21.206 N ; ρQV = 1.000 × 0,080 × 1,13 = 91 N
- Fx = (21.206 + 91) × (1 − cos 45°) = 6.238 N ; Fy = −(21.206 + 91) × sin 45° = −15.059 N
- R = √(6.238² + 15.059²) = 16.300 N = 16,3 kN = 2 × 21.297 × sin 22,5°
- Ablok = 1,5 × 16,3/50 = 0,49 m² → bidang tumpu 0,7 × 0,7 m
Gaya dorong 16,3 kN, hampir seluruhnya dari tekanan; suku momentum hanya 0,4%. Pada tekanan kerja 198 kPa gayanya 10,8 kN; tekanan uji yang lebih besar menentukan ukuran blok.
Tugas 3 · Case method
Bank soal soal per NIM
Cek pemahaman
Soal 1Blok angker belokan horizontal harus ditempatkan…
Resultan mendorong pipa ke luar belokan, sehingga tumpuan harus berada di sisi luar.
Minggu 12 · CPMK-2
Laminar atau turbulen?
Pada kecepatan rendah, fluida mengalir berlapis-lapis (laminar). Pada kecepatan tinggi, pusaran acak mencampur aliran (turbulen). Bilangan Reynolds, perbandingan gaya inersia dan gaya kental, menentukan mana yang terjadi dan seberapa besar kehilangan energinya.
Mengapa hampir semua aliran air di pipa dan saluran adalah turbulen?
Profil kecepatan laminar (parabola) dan turbulen (lebih datar) di dalam pipa.
Konsep inti Re = VD/ν
Bedah soal: kehilangan energi sampai titik C kasus berjalan
Pipa baja D 300 mm, ε = 0,15 mm, debit 80 L/s, air 27 °C (ν = 0,856 × 10⁻⁶ m²/s), panjang sampai C 3.000 m.
- V = 1,132 m/s ; Re = 1,132 × 0,30/0,856 × 10⁻⁶ = 3,97 × 10⁵ → turbulen
- ε/D = 0,15/300 = 0,0005
- f = 0,25/[log(0,0005/3,7 + 5,74/(3,97 × 10⁵)0,9)]² = 0,0180
- hf = 0,0180 × (3.000/0,30) × 1,132²/(2 × 9,81) = 11,75 m
Kehilangan energi 11,75 m dipakai di minggu 7. Untuk perbandingan, pada pelat datar di aliran sungai 0,5 m/s, lapis batas 0,8 m dari tepi depan masih laminar (Rex = 4,7 × 10⁵ < 5 × 10⁵) dengan tebal sekitar 5,9 mm.
Bank soal soal per NIM
Kuis 3 latihan sebelum kuis
Soal 1Pada aliran laminar di pipa, kehilangan energi sebanding dengan…
hf = (64ν/VD)(L/D)V²/2g = 32νLV/(gD²); kekasaran tidak berpengaruh pada aliran laminar.
Minggu 13 · CPMK-2
Menguji bendung di laboratorium
Bangunan air yang rumit diuji dengan model fisik kecil. Agar hasil model bisa diterapkan ke prototipe, bilangan tak berdimensi yang dominan harus sama. Untuk aliran dengan muka air bebas, gravitasi dominan sehingga dipakai keserupaan Froude.
Model bendung dibuat 25 kali lebih kecil. Apakah airnya juga harus mengalir 25 kali lebih lambat?
Konsep inti teorema Π Buckingham
Bedah soal 1: model bendung kasus berjalan
Bendung Krueng Meureubo diuji dengan model skala 1:25. Debit banjir prototipe 150 m³/s; kecepatan di kaki bendung yang diukur di model 1,2 m/s; waktu surut banjir di model 20 menit.
- Qm = 150/252,5 = 150/3.125 = 0,048 m³/s = 48 L/s
- Vp = 1,2 × √25 = 6,0 m/s
- tp = 20 × √25 = 100 menit
Pompa laboratorium cukup 48 L/s. Kecepatan prototipe 6 m/s di kaki bendung menunjukkan perlunya kolam olak dan perlindungan gerusan.
Bedah soal 2: analisis dimensi gaya hambat
Gaya hambat F pada pilar jembatan bergantung pada lebar pilar D, kecepatan V, rapat massa ρ, dan kekentalan μ. Cari kelompok tak berdimensinya.
- n = 5 variabel (F, D, V, ρ, μ) ; k = 3 (M, L, T) → 2 kelompok Π
- Variabel berulang ρ, V, D Π₁ = F/(ρV²D²) ; Π₂ = μ/(ρVD) = 1/Re
F/(ρV²D²) = φ(Re). Satu kurva hasil uji menggantikan ribuan kombinasi D, V, ρ, dan μ.
Bank soal soal per NIM
Cek pemahaman
Soal 1Pada model Froude skala 1:25, debit model adalah…
Qr = Lr2,5 = 252,5 = 3.125.
Minggu 14 · CPMK-3
Berapa debit yang benar-benar mengalir?
Pada sistem tandon dan pipa, debit tidak ditentukan sendiri, melainkan oleh beda tinggi yang tersedia dan kehilangan energi. Karena faktor gesek bergantung pada debit, penyelesaiannya iteratif: tebak f, hitung V, perbarui f, ulangi.
Langkah penyelesaian
Bedah soal: tandon ke kolam kota kasus berjalan
Tandon +38,0 m ke kolam kota +6,0 m (pipa keluar bebas), pipa baja D 300 mm, L = 8.000 m, ε = 0,15 mm, jumlah koefisien kehilangan minor ΣK = 5 (masukan, katup, belokan), air 27 °C.
- 32,0 = (f × 8.000/0,30 + 5 + 1) × V²/(2 × 9,81)
- Iterasi 1, f = 0,020 V = √(2 × 9,81 × 32/(533,3 + 6)) = 1,079 m/s → Re = 3,78 × 10⁵ → f = 0,0181
- Iterasi 2, f = 0,0181 V = 1,135 m/s → f = 0,0180; iterasi 3 V = 1,137 m/s, f = 0,0180 (konvergen)
- Q = 1,137 × 0,0707 = 0,0803 m³/s = 80,3 L/s
- hf = 31,60 m ; hm = 5 × 0,066 = 0,33 m ; tinggi kecepatan keluar 0,066 m
Pipa mengalirkan 80,3 L/s, memenuhi debit rencana 80 L/s. Hampir seluruh beda tinggi habis untuk gesekan; menambah ΣK atau mengecilkan diameter langsung mengurangi debit. Tekanan di C menurut kalkulator 193,8 kPa, sedikit di bawah 198,0 kPa pada minggu 7, karena kehilangan minor dan debit yang sedikit lebih besar kini ikut dihitung. Coba di kalkulator.
Tugas 4 · Case method
Bank soal soal per NIM
Minggu 15 · CPMK-3
Satu sistem air baku, semua materi
Pertemuan ini merangkum langkah penyelesaian persoalan mekanika fluida dengan kasus berjalan.
Ringkasan kasus berjalan
| Bagian | Hasil | Minggu |
|---|---|---|
| Sifat air 27 °C | ρ = 996,5 kg/m³ ; ν = 0,856 × 10⁻⁶ m²/s ; kapiler 5 mm: 5,9 mm | 1 |
| Tekanan statis titik C | 313,9 kPa | 2 |
| Pintu intake | F = 58,9 kN pada 2,167 m dari muka air; gaya angkat 22,7 kN | 3–4 |
| Ponton pompa | Sarat 0,680 m; GM = 0,543 m (stabil) | 5 |
| Pipa transmisi | V = 1,13 m/s (D 300) ; 2,55 m/s (D 200) | 6 |
| Tekanan mengalir titik C | 198,0 kPa (hL = 11,75 m) | 7, 12 |
| Alat ukur | Ambang tajam 229 L/s; venturi 80,0 L/s | 9 |
| Blok angker 45° | R = 16,3 kN pada tekanan uji; bidang tumpu 0,7 × 0,7 m | 11 |
| Model bendung 1:25 | Qm = 48 L/s | 13 |
| Debit sistem | Q = 80,3 L/s | 14 |
Langkah umum menyelesaikan soal
- Gambar dan tentukan sistem: fluida diam (hidrostatika), mengalir tanpa gaya yang dicari (energi), atau ada gaya pada dinding atau pelat (momentum).
- Pilih titik dan volume kontrol: titik di muka air bebas (p = 0, V ≈ 0) dan pancaran bebas (p = 0) mempermudah hitungan.
- Tulis persamaan dengan satuan SI: tekanan Pa, debit m³/s, diameter m. Kesalahan paling umum adalah lupa mengubah mm ke m dan L/s ke m³/s.
- Periksa besaran: 10 m kolom air ≈ 98 kPa ≈ 1 bar; kecepatan pipa air 0,3–3 m/s; gaya pada belokan didominasi tekanan.
Bank soal campuran
Cek pemahaman akhir
Soal 1Untuk menghitung gaya pada belokan pipa, persamaan yang wajib dipakai adalah…
Bernoulli tidak memuat gaya; gaya hanya muncul pada persamaan momentum.
Minggu 16 · CPMK-1 sampai CPMK-3
Ujian Akhir Semester
Ujian tertulis seluruh materi Mekanika Fluida. Bobot 20%.
Kisi-kisi
| No. | Materi | Bentuk | Porsi |
|---|---|---|---|
| 1 | Hidrostatika dan gaya apung | Hitungan | 20% |
| 2 | Alat ukur debit | Hitungan | 20% |
| 3 | Momentum dan blok angker | Hitungan | 20% |
| 4 | Reynolds, kehilangan energi, keserupaan | Hitungan + uraian | 20% |
| 5 | Soal terpadu tandon dan pipa | Hitungan | 20% |
Contoh soal dan pembahasan
Soal: Air dari tangki keluar melalui lubang tepi tajam berdiameter 50 mm yang berada 2,5 m di bawah muka air (Cd = 0,61). Hitung debitnya.
- Q = 0,61 × (π × 0,05²/4) × √(2 × 9,81 × 2,5) = 0,61 × 0,001963 × 7,00 = 0,00839 m³/s
Q = 8,4 L/s.
Soal: Minyak (ν = 1 × 10⁻⁴ m²/s) mengalir 0,5 m/s di pipa D 50 mm sepanjang 100 m. Hitung kehilangan energinya.
- Re = 0,5 × 0,05/10⁻⁴ = 250 → laminar → f = 64/250 = 0,256
- hf = 0,256 × (100/0,05) × 0,5²/(2 × 9,81) = 6,52 m
hf = 6,52 m kolom minyak.