RPS FT12434 · Ganjil 2026/2027
Rekayasa Irigasi
Irigasi adalah urusan membawa air dalam jumlah yang tepat, ke tempat yang tepat, pada waktu yang tepat. Mata kuliah ini menelusuri perjalanan air dari sungai, melewati bendung, saluran primer, sekunder, dan tersier, sampai menggenangi petak sawah, lengkap dengan perhitungan setiap langkahnya.
Daerah irigasi dari bendung sampai petak tersier. Seret untuk memutar, cubit atau gulir untuk memperbesar.
Cara belajar di kelas ini
Kasus berjalan: Daerah Irigasi Krueng Seuneubok
Satu daerah irigasi fiktif dipakai sepanjang semester sebagai tugas besar. Angka-angkanya dibuat realistis untuk latihan di pesisir barat Aceh, bukan data resmi.
| Data | Nilai | Minggu |
|---|---|---|
| Luas baku sawah | 900 ha, pola tanam padi – padi – palawija | 1, 4 |
| Iklim | ETo bulanan 3,5–4,2 mm/hari; curah hujan andalan setengah bulanan R80 | 2–4 |
| Sumber air | Krueng Seuneubok, data debit Agustus 10 tahun | 5 |
| Jaringan | Saluran primer, sekunder BS1 (4 petak, 350 ha), sekunder BS2 (5 petak, 460 ha), 1 petak langsung dari primer (90 ha) | 6–7 |
| Saluran dan bangunan | Dimensi ruas, profil memanjang, alat ukur Romijn, terjun, gorong-gorong | 9–12 |
| Bangunan utama | Bendung tetap mercu bulat, lebar sungai 35 m, Q100 = 150 m³/s | 13–14 |
Capaian pembelajaran
| Kode | Rumusan |
|---|---|
| CPL-2 | Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif serta memanfaatkan teknologi informasi dan perangkat digital dalam pengembangan dan penerapan ilmu teknik sipil. |
| CPL-5 | Mampu mengidentifikasi, merumuskan, menganalisis, dan menyelesaikan masalah rekayasa kompleks di bidang struktur, geoteknik, transportasi, sumber daya air, dan manajemen konstruksi. |
| CPL-6 | Mampu merancang komponen, sistem, atau proses bangunan teknik sipil sesuai standar teknis yang berlaku dengan memanfaatkan metode dan perangkat lunak rekayasa modern, serta mempertimbangkan kinerja, biaya, dan kemudahan pelaksanaan. |
| CPMK-1 | Mahasiswa mampu menganalisis kebutuhan air irigasi, ketersediaan air, dan hidraulika bangunan utama. |
| CPMK-2 | Mahasiswa mampu merancang saluran dan bangunan irigasi sesuai Kriteria Perencanaan Irigasi. |
| CPMK-3 | Mahasiswa mampu menggunakan lembar kerja dan peta untuk perhitungan dan tata letak jaringan irigasi. |
Rencana pembelajaran 16 minggu
| Mg | Materi | CPMK | Penilaian | Bobot |
|---|
Rencana evaluasi
| Unsur nilai | Metode | CPMK-1 | CPMK-2 | CPMK-3 | Total |
|---|---|---|---|---|---|
| Kuis | Kognitif – kuis | 6 | 4 | 5 | 15 |
| UTS | Kognitif – ujian tengah semester | 7 | 0 | 8 | 15 |
| UAS | Kognitif – ujian akhir semester | 7 | 5 | 8 | 20 |
| Partisipasi | Aktivitas partisipatif | 17 | 6 | 0 | 23 |
| Case method | Kognitif – tugas | 0 | 10 | 17 | 27 |
| Jumlah | 37 | 25 | 38 | 100 |
Pustaka
- Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. (2013). Standar Perencanaan Irigasi: Kriteria Perencanaan KP-01 sampai KP-07. Kementerian Pekerjaan Umum.
- Mawardi, E., & Memed, M. (2010). Desain Hidraulik Bendung Tetap untuk Irigasi Teknis. Alfabeta.
- Pendukung: Allen, R. G., Pereira, L. S., Raes, D., & Smith, M. (1998). Crop Evapotranspiration: Guidelines for Computing Crop Water Requirements. FAO Irrigation and Drainage Paper 56. FAO.
Satuan: debit m³/s atau l/s, kebutuhan air mm/hari atau l/s/ha (1 l/s/ha = 8,64 mm/hari), elevasi m di atas datum. Desimal memakai koma. Media: Microsoft Excel, laptop, layar, proyektor.
Minggu 1 · CPMK-1
Perjalanan air dari sungai ke sawah
Dari setiap 100 liter air yang masuk ke pintu pengambilan, hanya sekitar 65 liter yang sampai ke petak sawah. Sisanya meresap, menguap, atau terbuang di sepanjang saluran. Merancang jaringan irigasi berarti mengendalikan kehilangan ini sambil membagi air secara adil.
Mengapa petani di ujung saluran sering kekurangan air, padahal petani di dekat bendung justru kelebihan?
Bendung menaikkan muka air sungai, saluran primer membawa air menyusuri kontur, saluran sekunder membagi ke petak-petak tersier.
Konsep inti tiga tingkatan jaringan
KP-01 membedakan jaringan irigasi menurut tingkat pengaturan dan pengukurannya: sederhana (tanpa bangunan ukur, dikelola petani), semiteknis (bangunan utama permanen, sebagian bangunan ukur), dan teknis (saluran pembawa dan pembuang terpisah, debit dapat diukur dan diatur sampai petak tersier).
- Bangunan utama (bendung, pengambilan bebas, atau waduk) menyadap air dari sungai dan menaikkan muka air agar dapat mengalir secara gravitasi.
- Jaringan utama: saluran primer dan sekunder beserta bangunan bagi, bangunan sadap, dan bangunan pelengkap. Dikelola pemerintah.
- Jaringan tersier: saluran tersier dan kuarter di dalam petak tersier (umumnya 50–100 ha), dikelola petani pemakai air (P3A).
Simulasi kehilangan air di setiap tingkat
Bedah soal: efisiensi irigasi
Pintu pengambilan D.I. Krueng Seuneubok mengalirkan 1,38 m³/s. Efisiensi saluran primer 90%, sekunder 90%, tersier 80%. Berapa debit yang sampai ke sawah dan berapa luas yang dapat dilayani bila kebutuhan bersih di sawah 1,0 l/s/ha?
- Efisiensi total e = ep × es × et = 0,90 × 0,90 × 0,80 = 0,648 ≈ 0,65
- Debit sampai di sawah Qsawah = 1.380 × 0,648 = 894 l/s
- Luas yang terlayani A = 894/1,0 = 894 ha
Sekitar 486 l/s (35%) hilang di saluran. Menaikkan efisiensi tersier dari 80% menjadi 85% (misalnya dengan saluran pasangan dan pemeliharaan) menambah luas layanan sekitar 56 ha tanpa menambah air dari sungai.
Miskonsepsi umum
Aceh Barat. Daerah irigasi di pesisir barat Aceh mengambil air dari sungai-sungai pendek berlereng curam yang debitnya cepat naik saat hujan dan cepat turun saat kemarau. Karena itu bangunan utama harus tahan banjir dan sedimen, sedangkan jaringan harus mampu membagi air dengan adil ketika debit sungai turun.
Cek pemahaman
Soal 1Petak tersier dikelola oleh…
Jaringan utama dikelola pemerintah, jaringan tersier dikelola petani melalui P3A.
Soal 2Efisiensi total 0,65 berarti…
Kebutuhan di pintu pengambilan = kebutuhan bersih sawah dibagi efisiensi total.
Diskusi 1.1 — Daerah irigasi terdekat
Minggu 2 · CPMK-1
Berapa banyak air yang diuapkan sawah setiap hari?
Matahari, angin, dan udara kering menarik air dari permukaan tanah dan daun. Evapotranspirasi adalah komponen terbesar kebutuhan air tanaman, dan besarnya dihitung dari data cuaca dengan metode Penman-Monteith FAO-56.
Pada hari berawan dan lembap, sawah tetap kehilangan air. Dari mana energi untuk menguapkan air itu berasal?
Konsep inti ETo, Kc, dan hujan efektif
- Evapotranspirasi acuan ETo: penguapan dari rumput acuan yang cukup air. Hanya bergantung pada cuaca: radiasi, suhu, kelembapan, dan angin.
- Evapotranspirasi tanaman ETc = Kc × ETo. Koefisien tanaman Kc berubah menurut umur tanaman: kecil saat awal, maksimum saat tanaman menutup lahan, turun menjelang panen.
- Hujan efektif Re: bagian hujan yang benar-benar dimanfaatkan tanaman. Untuk perencanaan dipakai hujan andalan R80 (terlampaui 80% tahun), dan untuk padi KP-01 memakai Re = 0,7 × R80 per periode setengah bulanan.
| Setengah bulan ke- | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Kc padi varietas unggul (FAO) | 1,10 | 1,10 | 1,05 | 1,05 | 0,95 | 0 |
| Kc jagung (palawija) | 0,50 | 0,59 | 0,96 | 1,05 | 1,02 | 0,95 |
Nilai Kc ringkasan yang umum dipakai dalam KP-01 untuk latihan. Untuk jenis tanaman dan varietas lain, baca tabel lengkap KP-01 dan FAO-56.
Bedah soal: ETo bulan Maret di Meulaboh
Data rata-rata Maret (hari ke-74): Tmaks = 31,5 °C, Tmin = 23,5 °C, RH = 82%, u₂ = 1,5 m/s, rasio penyinaran n/N = 0,55, lintang 4,14° LU, elevasi 10 m.
- Suhu dan tekanan uap T = 27,5 °C ; es = 3,759 kPa ; ea = 0,82 × 3,759 = 3,082 kPa ; Δ = 0,2146 kPa/°C ; γ = 0,0673 kPa/°C
- Radiasi ekstraterestrial dan lama hari Ra = 37,60 MJ/m²/hari ; N = 11,97 jam
- Radiasi matahari Rs = (0,25 + 0,50 × 0,55) × 37,60 = 19,74 MJ/m²/hari
- Radiasi netto Rns = 0,77 × 19,74 = 15,20 ; Rnl = 2,25 ; Rn = 12,95 MJ/m²/hari
- ETo ETo = (0,408 × 0,2146 × 12,95 + 0,0673 × 900/300,5 × 1,5 × 0,677)/(0,2146 + 0,0673 × 1,51) = (1,134 + 0,205)/0,316 = 4,23 mm/hari
- ETc padi pada setengah bulan ke-2 ETc = 1,10 × 4,23 = 4,66 mm/hari
ETo 4,23 mm/hari, dan 85% di antaranya berasal dari suku radiasi. Di daerah tropis lembap seperti Meulaboh, radiasi matahari jauh lebih menentukan daripada angin dan kekeringan udara.
Miskonsepsi umum
Cek pemahaman
Soal 1Bila ETo = 4,0 mm/hari dan Kc = 1,05, maka ETc =
ETc = 1,05 × 4,0 = 4,2 mm/hari.
Soal 2R80 setengah bulanan 60 mm. Hujan efektif padi adalah…
Re = 0,7 × 60/15 = 2,8 mm/hari.
Minggu 3 · CPMK-1
Neraca air di petak sawah
Sawah memerlukan air untuk tiga hal: menjenuhkan dan menggenangi tanah saat penyiapan lahan, mengganti air yang diuapkan dan meresap, serta mengganti lapisan air secara berkala. Hujan efektif mengurangi kebutuhan itu.
Mengapa kebutuhan air paling besar justru terjadi sebelum padi ditanam?
Konsep inti kebutuhan bersih dan kotor
Bedah soal 1: masa penyiapan lahan
ETo = 4,2 mm/hari, P = 2 mm/hari, T = 30 hari, S = 300 mm, R80 setengah bulanan 45 mm. Luas 900 ha, efisiensi 0,65.
- Eo = 1,1 × 4,2 = 4,62 ; M = 4,62 + 2 = 6,62 mm/hari
- k = 6,62 × 30/300 = 0,662
- LP = 6,62 × e0,662/(e0,662 − 1) = 6,62 × 1,939/0,939 = 13,67 mm/hari
- Re = 0,7 × 45/15 = 2,10 → NFR = 13,67 − 2,10 = 11,57 mm/hari = 1,339 l/s/ha
- DR = 1,339/0,65 = 2,06 l/s/ha → Q = 2,06 × 900 = 1.855 l/s
Bila seluruh 900 ha menyiapkan lahan bersamaan, pintu pengambilan harus mengalirkan 1,86 m³/s. Minggu 4 menunjukkan cara menurunkan puncak ini dengan sistem golongan.
Bedah soal 2: masa tanam padi
Setengah bulan ke-3 setelah tanam pada bulan November: ETo = 3,5 mm/hari, Kc = 1,05, P = 2 mm/hari, WLR = 3,3 mm/hari, R80 = 80 mm.
- ETc = 1,05 × 3,5 = 3,68 mm/hari
- Re = 0,7 × 80/15 = 3,73 mm/hari
- NFR = 3,68 + 2 + 3,3 − 3,73 = 5,24 mm/hari = 0,607 l/s/ha
- DR = 0,607/0,65 = 0,93 l/s/ha
Kebutuhan di pintu 0,93 l/s/ha, kurang dari separuh kebutuhan saat penyiapan lahan. Hujan musim penghujan menutupi sebagian besar penguapan.
Bank soal latihan per NIM
Kuis 1 latihan sebelum kuis
Soal 1NFR = 8,64 mm/hari setara dengan…
1 l/s/ha = 86.400 l/hari per 10.000 m² = 8,64 mm/hari.
Soal 2Mengapa kebutuhan penyiapan lahan besar?
Air penjenuhan S sekitar 250–300 mm harus diberikan dalam 30–45 hari di samping kehilangan harian.
Minggu 4 · CPMK-3
Satu tahun dalam 24 setengah bulan
Kebutuhan air dihitung setiap setengah bulan selama setahun. Pola tanam dan waktu mulai tanam menentukan kapan puncak kebutuhan terjadi, dan sistem golongan menggeser jadwal tanam antarkelompok petak supaya puncak itu turun.
Bila seluruh petani mulai mengolah sawah pada hari yang sama, apa yang terjadi pada saluran dan pada petani di hilir?
Konsep inti pola tanam dan golongan
Pola tanam padi – padi – palawija dalam setahun disusun sebagai: penyiapan lahan 1 bulan, padi 3 bulan, penyiapan lahan 1 bulan, padi 3 bulan, palawija 3 bulan, lalu bera 1 bulan. Dalam lembar kerja ini satu periode = setengah bulan.
Golongan membagi daerah irigasi menjadi beberapa kelompok yang mulai tanam berselang setengah bulan. Kebutuhan air rata-rata dari semua golongan menjadi lebih rata, sehingga debit rencana saluran dan bangunan lebih kecil. Kekurangannya: jadwal tanam lebih panjang dan hama lebih sulit dikendalikan bersama.
Bedah soal: pengaruh golongan kasus berjalan
D.I. Krueng Seuneubok 900 ha, pola padi – padi – palawija mulai Oktober-II, P = 2 mm/hari, S = 300 mm, efisiensi 0,65, data ETo dan R80 seperti nilai awal kalkulator.
- Tanpa golongan, puncak terjadi pada Februari-II, saat penyiapan lahan padi kedua berlangsung serentak NFR = 11,57 mm/hari → DR = 2,06 l/s/ha → Q = 1,85 m³/s
- Dengan tiga golongan yang berselang setengah bulan, penyiapan lahan tidak lagi serentak puncak Maret-II: NFR = (3,91 + 10,97 + 10,97)/3 = 8,62 mm/hari
- DR = 8,62/(8,64 × 0,65) = 1,53 l/s/ha → Q = 1,53 × 900 = 1,38 m³/s
Tiga golongan menurunkan debit rencana pengambilan dari 1,85 menjadi 1,38 m³/s (−26%). Debit 1,38 m³/s dan NFR puncak sekitar 1,0 l/s/ha (8,62 mm/hari) dipakai untuk merancang jaringan pada minggu 5–7.
Tugas 1 · Case method
Cek pemahaman
Soal 1Manfaat utama sistem golongan adalah…
Kebutuhan penyiapan lahan yang besar tersebar ke beberapa periode.
Minggu 5 · CPMK-1
Cukupkah air sungai di musim kemarau?
Kebutuhan air sudah dihitung; sekarang dibandingkan dengan air yang tersedia. Debit sungai berubah dari tahun ke tahun, sehingga perencanaan memakai debit andalan: debit yang terlampaui pada sebagian besar tahun.
Debit rata-rata sungai di bulan Agustus 3 m³/s, dan kebutuhan pengambilan 1,38 m³/s. Apakah daerah irigasi pasti aman?
Konsep inti debit andalan 80%
Untuk irigasi, KP-01 memakai debit andalan 80%: debit yang terlampaui atau sama pada 80% kejadian. Bila data debit bulanan tersedia, debit diurutkan dari besar ke kecil dan peluang kejadian dihitung dengan rumus Weibull P = m/(n + 1). Bila data debit tidak ada, debit dibangkitkan dari data hujan dengan model seperti F.J. Mock atau NRECA.
Neraca air membandingkan debit andalan dengan kebutuhan pengambilan setiap periode. Bila kurang, pilihannya: kurangi luas tanam, ubah pola tanam atau jadwal, terapkan golongan, atau cari sumber tambahan.
Bedah soal: debit andalan Agustus kasus berjalan
Debit rata-rata Agustus Krueng Seuneubok 10 tahun (m³/s): 3,2 ; 2,1 ; 4,5 ; 2,8 ; 1,9 ; 3,6 ; 2,4 ; 5,1 ; 2,6 ; 3,0. Kebutuhan pengambilan dengan tiga golongan 1,38 m³/s; aliran pemeliharaan sungai diambil 10% dari Q80.
- Urutkan dari besar ke kecil dan hitung P 5,1 (9,1%) ; 4,5 (18,2%) ; 3,6 (27,3%) ; 3,2 (36,4%) ; 3,0 (45,5%) ; 2,8 (54,5%) ; 2,6 (63,6%) ; 2,4 (72,7%) ; 2,1 (81,8%) ; 1,9 (90,9%)
- Interpolasi antara peringkat 8 dan 9 Q80 = 2,4 − (2,4 − 2,1) × (80 − 72,7)/(81,8 − 72,7) = 2,16 m³/s
- Debit yang dapat disadap 2,16 − 0,22 = 1,94 m³/s > 1,38 m³/s
Pada bulan Agustus air cukup dengan cadangan sekitar 0,56 m³/s. Rata-rata 3,1 m³/s tampak jauh lebih besar, tetapi pada 2 dari 10 tahun debit turun di bawah 2,2 m³/s. Neraca yang sama harus diperiksa untuk setiap bulan.
Bank soal latihan per NIM
Cek pemahaman
Soal 1Mengapa irigasi tidak memakai debit rata-rata?
Debit andalan 80% menjamin air cukup pada 4 dari 5 tahun.
Minggu 6 · CPMK-3
Menggambar jaringan di atas peta topografi
Air mengalir dari tinggi ke rendah. Saluran pembawa diletakkan menyusuri punggung dan kontur agar dapat mengairi lahan di bawahnya, sedangkan saluran pembuang mengikuti lembah. Tata letak yang baik membuat bangunan sedikit dan pembagian air mudah.
Mengapa saluran primer sering berkelok-kelok mengikuti lereng bukit, bukan lurus menuju sawah?
Konsep inti petak dan trase
- Petak tersier adalah satuan layanan terkecil yang menerima air dari satu bangunan sadap. Ukuran umum 50–100 ha (maksimum sekitar 150 ha), dibagi menjadi petak kuarter 8–15 ha.
- Petak sekunder terdiri dari beberapa petak tersier yang dilayani satu saluran sekunder, biasanya dibatasi saluran pembuang atau batas alam.
- Petak primer dilayani satu saluran primer dari bangunan utama.
- Trase saluran pembawa mengikuti garis tinggi dengan kemiringan kecil. Bila medan turun lebih curam dari kemiringan saluran yang diizinkan, dipasang bangunan terjun.
Bedah soal: trase saluran sekunder
Saluran sekunder BS1 sepanjang 2.400 m dari elevasi muka tanah +18,40 m ke +12,60 m. Kemiringan dasar saluran tanah yang direncanakan I = 0,0004 (kecepatan masih di bawah batas gerusan). Tinggi terjun maksimum yang dikehendaki 1,5 m.
- Penurunan medan ΔZmedan = 18,40 − 12,60 = 5,80 m
- Penurunan oleh kemiringan saluran ΔZsaluran = 0,0004 × 2.400 = 0,96 m
- Sisa yang harus diturunkan bangunan terjun 5,80 − 0,96 = 4,84 m → n = ⌈4,84/1,5⌉ = 4 terjun @ 1,21 m
Pasang 4 bangunan terjun setinggi sekitar 1,2 m. Alternatifnya: pertajam kemiringan saluran dengan pasangan (kecepatan izin lebih tinggi) sehingga jumlah terjun berkurang. Pemilihan didasarkan pada biaya dan letak bangunan sadap.
Tugas 2 · Case method
Cek pemahaman
Soal 1Saluran pembawa sebaiknya diletakkan…
Dari punggung medan air dapat mengalir secara gravitasi ke lahan di kedua sisinya. Lembah untuk saluran pembuang.
Minggu 7 · CPMK-3
Debit setiap ruas saluran
Setiap ruas saluran membawa air untuk semua petak di hilirnya ditambah kehilangan di perjalanan. Skema jaringan merangkum luas, debit, dan nama setiap ruas dan bangunan dalam satu gambar.
Ruas pertama saluran sekunder melayani 460 ha. Mengapa debitnya lebih besar dari 460 ha dikali kebutuhan air sawah?
Konsep inti debit rencana dan nomenklatur
Nomenklatur: bangunan utama dan saluran diberi nama menurut daerah irigasi dan sungainya. Contoh: BS1 adalah bangunan bagi pertama di saluran primer Seuneubok; ruas saluran sekunder diberi nama menurut bangunan di hulu dan hilirnya; petak tersier diberi kode menurut bangunan sadapnya (misalnya BS2.1 ka untuk petak di sisi kanan bangunan sadap pertama saluran BS2) beserta luasnya.
Bedah soal: debit ruas sekunder BS2 kasus berjalan
NFR puncak 1,0 l/s/ha (dari minggu 4). Petak tersier di BS2: 110 ; 85 ; 90 ; 100 ; 75 ha berurutan dari hulu. et = 0,8, es = 0,9.
- Debit petak tersier pertama Q = 1,0 × 110/0,8 = 137,5 l/s
- Ruas 1 (melayani kelima petak, 460 ha) Q = 1,0 × 460/(0,8 × 0,9) = 638,9 l/s
- Ruas 2 (350 ha) ; ruas 3 (265 ha) ; ruas 4 (175 ha) ; ruas 5 (75 ha) 486,1 ; 368,1 ; 243,1 ; 104,2 l/s
- Saluran primer (BS1 350 ha, BS2 460 ha, petak langsung 90 ha), ep = 0,9 Q = (486,1 + 638,9 + 112,5)/0,9 = 1.375 l/s
Ruas pertama BS2 dirancang untuk 0,64 m³/s, dan saluran primer 1,38 m³/s, sama dengan kebutuhan pengambilan dari minggu 4. Debit 0,64 m³/s dipakai untuk merancang dimensi saluran pada minggu 9.
Bank soal latihan per NIM
Kuis 2 latihan sebelum kuis
Soal 1Petak tersier 80 ha, NFR 1,2 l/s/ha, et = 0,8. Debit di bangunan sadap…
Q = 1,2 × 80/0,8 = 120 l/s.
Minggu 8 · CPMK-1 dan CPMK-3
Ujian Tengah Semester
Ujian tertulis materi pertemuan 1–7. Dinilai dari ketepatan dan kelengkapan jawaban teori dan hitungan. Bobot 15%.
Kisi-kisi
| No. | Materi | Bentuk | Porsi |
|---|---|---|---|
| 1 | Sistem irigasi, tingkatan jaringan, efisiensi | Uraian | 10% |
| 2 | Evapotranspirasi dan hujan efektif | Hitungan | 20% |
| 3 | Kebutuhan air penyiapan lahan dan masa tanam | Hitungan | 25% |
| 4 | Debit andalan dan neraca air | Hitungan | 20% |
| 5 | Tata letak, skema, dan debit rencana ruas | Hitungan + gambar | 25% |
Contoh soal dan pembahasan
Soal: ETo = 4,0 mm/hari, P = 1,5 mm/hari, S = 250 mm, T = 30 hari, R80 setengah bulanan 30 mm, e = 0,65. Hitung kebutuhan air penyiapan lahan di pintu pengambilan (l/s/ha).
- M = 1,1 × 4,0 + 1,5 = 5,90 ; k = 5,90 × 30/250 = 0,708
- LP = 5,90 × e0,708/(e0,708 − 1) = 5,90 × 2,030/1,030 = 11,63 mm/hari
- NFR = 11,63 − 0,7 × 30/15 = 11,63 − 1,40 = 10,23 mm/hari
- DR = 10,23/(8,64 × 0,65) = 1,82 l/s/ha
Kebutuhan di pintu pengambilan 1,82 l/s/ha.
Soal: Saluran sekunder melayani petak 60, 75, dan 90 ha dari hulu ke hilir. NFR = 1,1 l/s/ha, et = 0,8, es = 0,9. Hitung debit setiap ruas.
- ruas 1 = 1,1 × 225/0,72 = 343,8 l/s ; ruas 2 = 1,1 × 165/0,72 = 252,1 l/s ; ruas 3 = 1,1 × 90/0,72 = 137,5 l/s
Debit makin kecil ke hilir karena setiap bangunan sadap mengambil air untuk petaknya.
Latihan UTS bank soal per NIM
Minggu 9 · CPMK-2
Ukuran saluran yang tidak menggerus dan tidak mengendap
Saluran yang terlalu curam menggerus tebingnya sendiri; saluran yang terlalu landai mengendapkan lumpur dan ditumbuhi rumput. Dimensi saluran dipilih agar debit rencana mengalir dengan kecepatan di antara dua batas itu.
Mengapa saluran tanah yang besar dibuat lebar dan dangkal, bukan sempit dan dalam?
Penampang trapesium saluran tanah dengan tanggul dan jalan inspeksi. Ubah debit di kalkulator untuk melihat ukurannya berubah.
Konsep inti rumus Strickler
| Q (m³/s) | m | b/h | k | Tinggi jagaan saluran tanah (m) |
|---|---|---|---|---|
| 0,15–0,30 | 1 | 1,0 | 35 | 0,40 |
| 0,30–0,50 | 1 | 1,0–1,2 | 35 | 0,40 |
| 0,50–0,75 | 1 | 1,2–1,3 | 35 | 0,50 |
| 0,75–1,00 | 1 | 1,3–1,5 | 35 | 0,50 |
| 1,00–1,50 | 1 | 1,5–1,8 | 40 | 0,50 |
| 1,50–3,00 | 1,5 | 1,8–2,3 | 40 | 0,60 |
| 3,00–4,50 | 1,5 | 2,3–2,7 | 40 | 0,60 |
Ringkasan parameter saluran tanah dari KP-03 untuk latihan (tabel lengkap sampai Q = 40 m³/s ada di kalkulator). Saluran pasangan memakai k lebih besar (pasangan batu sekitar 60, beton sekitar 70) dan tinggi jagaan lebih kecil. Kecepatan izin bergantung jenis tanah; periksa grafik kecepatan dasar KP-03.
Bedah soal: ruas 1 saluran sekunder BS2 kasus berjalan
Q = 0,639 m³/s (minggu 7), saluran tanah, I = 0,0004. Dari tabel KP-03: m = 1, b/h = 1,25, k = 35.
- Coba-coba h dengan b = 1,25h sampai k·A·R2/3·I1/2 = Q h = 0,827 m → b = 1,034 m
- Bulatkan b ke atas ke kelipatan 5 cm, lalu hitung ulang h b = 1,05 m → h = 0,823 m
- Periksa geometri A = (1,05 + 0,823) × 0,823 = 1,540 m² ; P = 1,05 + 2 × 0,823 × √2 = 3,377 m ; R = 0,456 m
- Kecepatan v = 0,639/1,540 = 0,41 m/s
- Tinggi jagaan (Q 0,5–1,5 m³/s) w = 0,50 m → tinggi tanggul dari dasar = 0,823 + 0,50 = 1,32 m
Saluran trapesium b = 1,05 m, h = 0,82 m, talud 1:1, tinggi jagaan 0,50 m. Kecepatan 0,41 m/s cukup untuk mencegah pengendapan lumpur halus dan masih di bawah kecepatan izin tanah lempung.
Bank soal latihan per NIM
Cek pemahaman
Soal 1Bila kemiringan saluran dinaikkan, untuk debit yang sama…
v sebanding dengan √I. Kecepatan yang terlalu besar menggerus saluran tanah.
Minggu 10 · CPMK-2
Muka air harus cukup tinggi untuk sampai ke sawah tertinggi
Air harus mengalir sendiri dari saluran sekunder melewati bangunan sadap, saluran tersier, boks kuarter, sampai ke petak sawah tertinggi. Setiap bangunan dan setiap meter saluran menghabiskan sedikit tinggi energi.
Mengapa muka air di saluran sekunder harus lebih tinggi sekitar satu meter dari permukaan sawah yang dilayaninya?
Konsep inti elevasi muka air yang diperlukan
Bedah soal: muka air di bangunan sadap BS2.1 kasus berjalan
Sawah tertinggi di petak BS2.1 berada pada elevasi +12,50 m. Saluran tersier sepanjang 600 m dengan I = 0,0005 melewati 2 boks kuarter dan 1 gorong-gorong. Kehilangan di alat ukur Romijn dan boks tersier 0,10 m, di bangunan sadap 0,10 m. Kedalaman air saluran sekunder 0,82 m.
- Kehilangan di petak tersier a + b + c = 0,10 + 0,05 + 2 × 0,05 = 0,25 m
- Saluran tersier dan bangunannya d + e + f = 0,0005 × 600 + 0,10 + 0,05 = 0,45 m
- Bangunan sadap dan variasi muka air g + Δh = 0,10 + 0,18 × 0,82 = 0,25 m ; Z = 0
- P = 12,50 + 0,25 + 0,45 + 0,25 = +13,45 m
Muka air rencana saluran sekunder di bangunan sadap BS2.1 minimal +13,45 m, hampir satu meter di atas sawah tertinggi. Bila muka tanah di lokasi bangunan lebih rendah dari +13,45 m, saluran harus dibuat dalam timbunan.
Tugas 3 · Case method
Cek pemahaman
Soal 1Bila muka air rencana lebih rendah dari P yang diperlukan, akibatnya…
Kehilangan tinggi tidak dapat diganti tanpa pompa.
Minggu 11 · CPMK-2
Membagi dan mengukur air dengan adil
Pembagian air yang adil hanya mungkin bila debit dapat diukur. Bangunan bagi dan sadap dilengkapi pintu dan alat ukur ambang lebar atau pintu Romijn, sehingga petugas dapat mengatur debit sesuai jadwal.
Bagaimana petugas pintu mengetahui berapa liter per detik yang sedang masuk ke petak tersier hanya dengan membaca papan duga?
Bangunan bagi-sadap: pintu Romijn ke petak tersier dan ambang lebar ke saluran sekunder lanjutan.
Konsep inti aliran kritis di atas ambang
Di atas ambang yang cukup panjang, aliran berubah menjadi kritis. Pada aliran kritis, debit hanya bergantung pada tinggi energi di hulu ambang, sehingga satu pembacaan papan duga cukup untuk mengetahui debit. Pintu Romijn bekerja dengan prinsip yang sama, tetapi ambangnya dapat dinaikturunkan untuk mengatur debit.
Bedah soal: pintu Romijn bangunan sadap BS2.1 kasus berjalan
Q = 137,5 l/s ke petak BS2.1 (minggu 7). Tinggi muka air maksimum di atas ambang yang diinginkan 0,33 m, panjang ambang L = 0,50 m.
- Cd = 0,93 + 0,10 × 0,33/0,50 = 0,996
- Lebar perlu b = Q/[Cd × (2/3) × √(2 × 9,81/3) × h₁1,5] = 0,1375/(0,996 × 0,667 × 2,557 × 0,190) = 0,43 m
- Pilih lebar standar 0,50 m, hitung ulang h₁ h₁ = 0,298 m ; Cd = 0,990
Pakai pintu Romijn lebar 0,50 m. Pada debit rencana tinggi muka air di atas ambang 0,30 m; petugas membaca papan duga lalu membaca debit dari tabel debit pintu (lengkung debit di kalkulator).
Bank soal latihan per NIM
Cek pemahaman
Soal 1Bila h₁ di atas ambang naik dua kali, debit naik sekitar…
Q ∝ h₁1,5, sehingga 21,5 = 2,83.
Minggu 12 · CPMK-2
Ketika saluran bertemu jalan, sungai, atau lereng curam
Bangunan pelengkap membawa air melewati rintangan: di bawah jalan (gorong-gorong), di atas sungai atau lembah (talang), di bawahnya (sipon), atau menuruni lereng tanpa menggerus (bangunan terjun). Setiap bangunan menghabiskan tinggi energi yang harus diperhitungkan dalam profil memanjang.
Air yang terjun 1 meter memiliki energi cukup besar untuk menggerus dasar saluran tanah. Bagaimana energi itu diredam?
Konsep inti kehilangan energi dan peredaman
Bedah soal 1: bangunan terjun di BS1 kasus berjalan
Ruas 2 saluran sekunder BS1 membawa Q = 0,486 m³/s. Terjun tegak dengan lebar ambang B = 1,0 m dan tinggi terjun ΔZ = 1,0 m (minggu 6 memerlukan 4 terjun sekitar 1,2 m; di sini dihitung satu dengan 1,0 m).
- q = 0,486/1,0 = 0,486 m²/s ; hc = (q²/g)1/3 = 0,289 m
- D = 0,486²/(9,81 × 1,0³) = 0,0241
- Ld = 4,30 × 0,02410,27 × 1,0 = 1,57 m ; y₁ = 0,11 m ; y₂ = 0,61 m ; yp = 0,44 m
- Panjang kolam olak sekitar Ld + 2,5 × y₂ (USBR) L ≈ 1,57 + 1,52 = 3,1 m
Kolam olak sepanjang sekitar 3,1 m dengan kedalaman air hilir minimal 0,61 m agar loncatan air terjadi di dalam kolam. Bila kedalaman air di saluran hilir kurang, lantai kolam diturunkan atau diberi ambang ujung.
Bedah soal 2: gorong-gorong di bawah jalan desa
Q = 0,486 m³/s melewati gorong-gorong persegi beton 0,8 × 0,8 m sepanjang 8 m (k = 70). Kecepatan di saluran va = 0,38 m/s, ξmasuk = 0,5, ξkeluar = 1,0.
- v = 0,486/0,64 = 0,76 m/s ; R = 0,64/3,2 = 0,20 m
- Δhmasuk = 0,5 × (0,76 − 0,38)²/19,62 = 0,004 m ; Δhkeluar = 0,007 m
- Δhgesek = 0,76² × 8/(70² × 0,204/3) = 0,008 m
Kehilangan total 0,019 m, di bawah nilai 0,05 m yang dianggap dalam hitungan muka air minggu 10. Gorong-gorong aman secara hidraulis; ukuran juga diperiksa terhadap kemudahan pembersihan.
Bank soal latihan per NIM
Kuis 3 latihan sebelum kuis
Soal 1Sipon dipilih bila…
Sipon adalah saluran tertutup bertekanan yang turun lalu naik kembali melewati bawah rintangan.
Minggu 13 · CPMK-1
Menaikkan muka air sungai tanpa membendungnya habis
Bendung tetap menaikkan muka air sungai agar dapat disadap ke saluran primer, lalu melimpaskan sisa debit lewat mercunya. Saat banjir, air yang jatuh melewati mercu membawa energi besar yang harus diredam di kolam olak, sementara rembesan di bawah tubuh bendung harus dikendalikan.
Banyak bendung rusak bukan karena tubuhnya patah, melainkan karena dasar sungai di hilirnya tergerus. Mengapa?
Bendung tetap mercu bulat dengan pintu pengambilan, pembilas, kolam olak, dan lantai muka.
Konsep inti tiga persoalan hidraulis
- Mercu: menentukan tinggi muka air banjir di hulu. Untuk mercu bulat, debit dihitung dengan rumus ambang dan koefisien Cd dari grafik KP-02 (bergantung H₁/r dan tinggi bendung).
- Kolam olak: air yang jatuh dari mercu menjadi aliran superkritis. Loncatan air di kolam olak mengubahnya kembali menjadi aliran subkritis sambil meredam energi. Jenis kolam dipilih dari bilangan Froude.
- Lantai muka dan rembesan: beda muka air hulu-hilir mendorong air merembes di bawah bendung. Jalur rembesan harus cukup panjang (teori Lane) agar butir tanah tidak terbawa (piping).
Bedah soal: Bendung Krueng Seuneubok kasus berjalan
Q100 = 150 m³/s, lebar bendung B = 35 m dengan satu pilar pembilas (Kp = 0,01) dan pangkal bulat (Ka = 0,10). Tinggi mercu dari lantai kolam z = 2,5 m. Koefisien Cd = 1,30 dibaca dari grafik KP-02.
- Coba-coba H₁ dan Be H₁ = 1,56 m ; Be = 35 − 2(0,01 + 0,10) × 1,56 = 34,66 m
- q = 150/34,66 = 4,33 m²/s ; v₁ = √[2 × 9,81 × (0,78 + 2,5)] = 8,02 m/s ; y₁ = 0,54 m
- Fr₁ = 8,02/√(9,81 × 0,54) = 3,49
- y₂ = ½ × 0,54 × [√(1 + 8 × 3,49²) − 1] = 2,40 m
- Rembesan: ΣLv = 3,7 m, ΣLh = 14 m, ΔH = 2,5 m, tanah pasir kasar (CL = 5,0) Lw = 3,7 + 14/3 = 8,37 m < 5,0 × 2,5 = 12,5 m
Fr₁ = 3,5 berada pada rentang 2,5–4,5: loncatan berosilasi, sehingga KP-02 menganjurkan kolam olak dengan blok halang (misalnya tipe USBR IV) atau kolam bak tenggelam. Jalur rembesan kurang 4,1 m panjang tertimbang; lantai muka hulu perlu diperpanjang sekitar 12,4 m (atau ditambah koperan vertikal sekitar 4,1 m).
Bank soal latihan per NIM
Cek pemahaman
Soal 1Mengapa jalur horizontal dalam teori Lane hanya dihitung sepertiganya?
Lane mengamati bahwa jalur vertikal tiga kali lebih efektif menahan rembesan.
Minggu 14 · CPMK-2
Bendung harus tidak terguling, tidak tergeser, dan tidak amblas
Tubuh bendung didorong tekanan air hulu dan diangkat gaya angkat dari rembesan di bawahnya. Beratnya sendiri yang menahan. Analisis stabilitas memeriksa guling, geser, dan tegangan di dasar untuk kondisi air normal dan banjir.
Bendung yang aman saat air normal bisa gagal saat banjir. Gaya apa yang paling bertambah?
Konsep inti gaya pada tubuh bendung
- Berat sendiri pasangan batu atau beton (γ ≈ 22–24 kN/m³) menahan guling dan geser.
- Tekanan air hulu mendorong bendung ke hilir. Saat banjir tekanan bertambah karena muka air naik setinggi H₁ di atas mercu.
- Gaya angkat dari air rembesan bekerja di dasar bendung. Lantai muka yang panjang, koperan, dan lubang drainase mengurangi gaya angkat.
- Gempa dan tekanan lumpur ditambahkan pada analisis lengkap sesuai KP-02 dan KP-06.
Bedah soal: stabilitas kondisi normal kasus berjalan
Penampang sederhana per meter lebar: tinggi P = 2,5 m, lebar puncak a = 1,0 m, muka hulu tegak, lereng hilir 1:1, sehingga lebar dasar B = 3,5 m. γ pasangan = 22 kN/m³. Muka air hulu setinggi mercu, hilir kering, gaya angkat penuh (ξ = 1), f = 0,75.
- Berat sendiri W₁ = 22 × 1,0 × 2,5 = 55,0 kN (lengan 3,0 m) ; W₂ = 22 × 2,5 × 2,5/2 = 68,75 kN (lengan 1,67 m)
- Tekanan air hulu H = ½ × 9,81 × 2,5² = 30,66 kN (lengan 0,83 m)
- Gaya angkat segitiga U = ½ × 9,81 × 2,5 × 3,5 = 42,92 kN (lengan 2,33 m)
- Momen ΣMtahan = 165,0 + 114,6 = 279,6 kNm ; ΣMguling = 25,5 + 100,1 = 125,7 kNm
- SFguling = 279,6/125,7 = 2,22 ≥ 1,5 OK
- ΣV = 123,75 − 42,92 = 80,83 kN → SFgeser = 0,75 × 80,83/30,66 = 1,98 ≥ 1,5 OK
- e = 1,75 − (279,6 − 125,7)/80,83 = −0,15 m ; |e| ≤ B/6 = 0,58 m OK ; σ = 29,2 dan 17,0 kPa
Penampang stabil untuk kondisi normal. Masukkan kondisi banjir (H₁ = 1,56 m, air hilir 2,4 m) di kalkulator: dengan gaya angkat penuh penampang ini tidak stabil terhadap geser. Perbaikannya: perpanjang lantai muka dan beri drainase agar gaya angkat berkurang, atau perlebar dasar tubuh bendung.
Bank soal latihan per NIM
Tugas 4 · Case method
Cek pemahaman
Soal 1Cara paling efektif menaikkan SF geser tanpa memperbesar tubuh bendung adalah…
Gaya angkat mengurangi ΣV secara langsung; mengecilkannya menaikkan gaya gesek penahan.
Minggu 15 · CPMK-3
Satu daerah irigasi dari sungai sampai sawah
Kelompok mempresentasikan hasil perancangan jaringan irigasi. Ringkasan kasus berjalan berikut dapat dipakai sebagai acuan susunan presentasi.
Ringkasan kasus berjalan
| Langkah | Hasil | Minggu |
|---|---|---|
| Evapotranspirasi | ETo Maret 4,23 mm/hari (FAO-56) | 2 |
| Kebutuhan air | Penyiapan lahan 13,67 mm/hari; puncak dengan 3 golongan 8,62 mm/hari, DR 1,53 l/s/ha | 3–4 |
| Pengambilan | Q = 1,38 m³/s untuk 900 ha | 4, 7 |
| Ketersediaan air | Q80 Agustus 2,16 m³/s, cukup | 5 |
| Tata letak | BS1 4 terjun @ 1,2 m sepanjang 2,4 km | 6 |
| Saluran | Ruas 1 BS2: Q 0,64 m³/s, b = 1,05 m, h = 0,82 m, w = 0,50 m | 7, 9 |
| Muka air | Sadap BS2.1 minimal +13,45 m | 10 |
| Bangunan | Romijn 0,50 m; terjun ΔZ 1 m dengan kolam 3,1 m; gorong-gorong Δh 0,02 m | 11–12 |
| Bendung | H₁ 1,56 m, Fr₁ 3,5, y₂ 2,40 m; lantai muka diperpanjang; stabil pada kondisi normal | 13–14 |
Pedoman presentasi
Bank soal semua topik
Cek pemahaman akhir
Soal 1Besaran yang menghubungkan kebutuhan air (minggu 1–4) dengan dimensi saluran (minggu 9) adalah…
Debit rencana ruas dihitung dari NFR puncak, luas layanan, dan efisiensi, lalu dipakai untuk mendimensi saluran.
Minggu 16 · CPMK-1 sampai CPMK-3
Ujian Akhir Semester
Ujian tertulis seluruh materi Rekayasa Irigasi. Dinilai dari ketepatan analisis, kelengkapan jawaban, dan integrasi seluruh konsep. Bobot 20%.
Kisi-kisi
| No. | Materi | Bentuk | Porsi |
|---|---|---|---|
| 1 | Kebutuhan air dan debit rencana | Hitungan | 20% |
| 2 | Dimensi saluran dan muka air | Hitungan | 20% |
| 3 | Alat ukur dan bangunan pelengkap | Hitungan | 20% |
| 4 | Hidraulika bendung dan rembesan | Hitungan | 20% |
| 5 | Stabilitas bendung | Hitungan + uraian | 20% |
Contoh soal dan pembahasan
Soal: Ambang lebar dengan b = 0,75 m dan L = 0,60 m. Berapa debit bila h₁ = 0,25 m?
- Cd = 0,93 + 0,10 × 0,25/0,60 = 0,972
- Q = 0,972 × 0,667 × 2,557 × 0,75 × 0,251,5 = 0,155 m³/s
Debit 155 l/s.
Soal: Bendung di atas pasir sedang (CL = 6,0) dengan beda muka air 3,0 m. Jalur vertikal 4,0 m. Berapa panjang jalur horizontal minimum?
- Lw perlu = 6,0 × 3,0 = 18,0 m
- ΣLh ≥ 3 × (18,0 − 4,0) = 42,0 m
Jalur horizontal minimal 42 m. Menambah koperan vertikal 1 m mengurangi kebutuhan horizontal 3 m.