RPS FT12450 · Ganjil 2026/2027
Rekayasa Jalur Laut, Udara dan Kereta Api
Jalan raya bukan satu-satunya urat nadi wilayah. Kereta api mengangkut barang berat dengan biaya energi rendah, pesawat menghubungkan daerah terpencil dalam hitungan jam, dan kapal menjadi gerbang perdagangan pulau. Mata kuliah ini membahas dasar perencanaan jalan rel, bandar udara, dan pelabuhan, serta cara membandingkan ketiganya.
Koridor pantai barat Aceh dengan jalur kereta api, bandar udara, dan pelabuhan. Seret untuk memutar, cubit atau gulir untuk memperbesar.
Cara belajar di kelas ini
Kasus berjalan: konektivitas pantai barat Aceh
Satu koridor dipakai sepanjang semester. Prasarananya fiktif dengan angka realistis untuk latihan, bukan data proyek resmi.
| Prasarana | Data latihan | Minggu |
|---|---|---|
| Jalur kereta api | Lintas tunggal lebar sepur 1.067 mm, angkutan 12 juta ton/tahun, Vmaks 100 km/jam | 2–4 |
| Bandar udara perintis | Elevasi 30 m, suhu acuan 32 °C, pesawat rencana turboprop 70 kursi (ARFL 1.300 m, bentang sayap 27 m) | 5–7 |
| Pelabuhan pengumpan | Kapal rencana LOA 110 m, lebar 18 m, sarat 7,0 m; 500 kunjungan per tahun | 9–10 |
| Koridor | Perbandingan moda untuk angkutan penumpang dan barang di pantai barat Aceh | 11–15 |
Capaian pembelajaran
| Kode | Rumusan |
|---|---|
| CPL-2 | Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif serta memanfaatkan teknologi informasi dan perangkat digital dalam pengembangan dan penerapan ilmu teknik sipil. |
| CPL-3 | Mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan analisis informasi dan data, dengan mengkaji implikasi ekonomi, sosial, lingkungan, keselamatan, dan keberlanjutan dari suatu solusi rekayasa. |
| CPL-10 | Mampu belajar secara mandiri dan berkelanjutan dengan mengikuti perkembangan ilmu, teknologi, dan isu terkini konstruksi, serta mengenali peluang pengembangan profesi dan kewirausahaan. |
| CPMK-1 | Mahasiswa mampu menelusuri dan merangkum standar serta perkembangan terbaru prasarana laut, udara, dan kereta api secara mandiri. |
| CPMK-2 | Mahasiswa mampu membandingkan pilihan prasarana transportasi dengan mempertimbangkan keselamatan, biaya, dan lingkungan. |
| CPMK-3 | Mahasiswa mampu menghitung kebutuhan dimensi dasar prasarana secara logis dan sistematis. |
Rencana pembelajaran 16 minggu
| Mg | Materi | CPMK | Penilaian | Bobot |
|---|
Rencana evaluasi
| Unsur nilai | Metode | CPMK-1 | CPMK-2 | CPMK-3 | Total |
|---|---|---|---|---|---|
| Kuis | Kognitif – kuis | 0 | 6 | 9 | 15 |
| UTS | Kognitif – ujian tengah semester | 9 | 0 | 6 | 15 |
| UAS | Kognitif – ujian akhir semester | 8 | 6 | 6 | 20 |
| Partisipasi | Aktivitas partisipatif | 6 | 4 | 9 | 19 |
| Case method | Kognitif – tugas | 17 | 14 | 0 | 31 |
| Jumlah | 40 | 30 | 30 | 100 |
Pustaka
- Horonjeff, R., McKelvey, F. X., Sproule, W. J., & Young, S. B. (2010). Planning and Design of Airports (5th ed.). McGraw-Hill.
- Utomo, S. H. T. (2009). Jalan Rel. Beta Offset.
- Triatmodjo, B. (2010). Perencanaan Pelabuhan. Beta Offset.
- Pendukung: Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 60 Tahun 2012 tentang Persyaratan Teknis Jalur Kereta Api.
Satuan: panjang m, kecepatan km/jam (kapal dalam knot), beban gandar ton, tegangan kg/cm² atau MPa. Desimal memakai koma. Media: Microsoft Excel, laptop, layar, proyektor.
Minggu 1 · CPMK-1
Tiga moda, tiga cara melawan hambatan
Roda baja di atas rel baja hampir tanpa gesekan, sehingga satu lokomotif menarik ribuan ton. Kapal mengapung, sehingga muatan puluhan ribu ton cukup didorong mesin yang relatif kecil. Pesawat membeli kecepatan dengan energi besar untuk melawan gravitasi. Sifat fisik ini menentukan peran masing-masing moda.
Mengapa pengiriman batu bara dari pedalaman Sumatera memakai kereta api dan kapal, bukan truk?
Konsep inti karakteristik moda
| Aspek | Kereta api | Udara | Laut |
|---|---|---|---|
| Kekuatan utama | Massal, hemat energi, tepat waktu, jalur khusus | Cepat, menembus wilayah tanpa jalan | Muatan sangat besar, biaya per ton-km terendah |
| Kelemahan | Investasi jalur mahal, kaku terhadap rute | Biaya dan emisi per penumpang-km tinggi | Lambat, bergantung cuaca dan kedalaman perairan |
| Prasarana utama | Jalan rel, stasiun, persinyalan | Landas pacu, landas hubung, apron, terminal | Alur pelayaran, kolam, dermaga, pemecah gelombang |
| Penentu dimensi | Beban gandar, kecepatan, lebar sepur | Pesawat rencana: panjang lepas landas, bentang sayap | Kapal rencana: panjang, lebar, sarat |
Tahanan gerak menjelaskan keunggulan rel: koefisien tahanan gelinding roda baja di atas rel sekitar 0,001–0,002, sedangkan ban karet di jalan aspal sekitar 0,01–0,02. Untuk muatan yang sama, gaya tarik yang diperlukan kereta api sekitar sepersepuluh truk di jalan datar.
Bedah soal: gaya tarik di jalan datar dan tanjakan
Muatan 1.000 ton (termasuk berat sarana). Bandingkan gaya tarik kereta api (koefisien tahanan 0,0015) dan truk (0,015) di jalan datar dan di tanjakan 1%.
- Datar kereta: 0,0015 × 1.000 t × 9,81 = 14,7 kN ; truk: 0,015 × 1.000 × 9,81 = 147 kN
- Tanjakan 1% menambah 0,01 × berat kereta: 14,7 + 98,1 = 112,8 kN ; truk: 147 + 98,1 = 245 kN
Di jalan datar kereta api memerlukan sepersepuluh gaya tarik truk, tetapi tanjakan 1% hampir menyamai seluruh tahanan gelinding kereta. Itulah sebabnya jalan rel dirancang dengan kelandaian yang sangat kecil (minggu 3).
Cek pemahaman
Soal 1Penentu utama dimensi landas pacu adalah…
Panjang landas pacu ditentukan pesawat kritis pada berat lepas landas maksimum dan kondisi lokal.
Diskusi 1.1 — Prasarana non-jalan di Aceh
Minggu 2 · CPMK-3
Rel, bantalan, balas, dan tanah dasar
Roda kereta menekan rel dengan gaya puluhan kilonewton pada bidang kontak seukuran koin. Struktur jalan rel menyebarkan gaya itu lapis demi lapis: rel ke bantalan, bantalan ke balas, balas ke tanah dasar.
Indonesia memakai lebar sepur 1.067 mm, sedangkan jalur baru di Aceh dan kereta cepat memakai 1.435 mm. Apa untung-ruginya?
Potongan jalan rel: rel, penambat, bantalan beton, balas, subbalas, dan tanah dasar.
Konsep inti kelas jalan rel
| Kelas | Daya angkut (juta ton/tahun) | Vmaks (km/jam) | Beban gandar maks (t) | Tipe rel | Tebal balas atas (cm) | Lebar bahu balas (cm) |
|---|---|---|---|---|---|---|
| I | > 20 | 120 | 18 | R.60 / R.54 | 30 | 60 |
| II | 10–20 | 110 | 18 | R.54 / R.50 | 30 | 50 |
| III | 5–10 | 100 | 18 | R.54 / R.50 / R.42 | 30 | 40 |
| IV | 2,5–5 | 90 | 18 | R.54 / R.50 / R.42 | 25 | 40 |
| V | < 2,5 | 80 | 18 | R.42 | 25 | 35 |
Ringkasan kelas jalan rel lebar sepur 1.067 mm dari PM 60 Tahun 2012 untuk latihan; periksa tabel lengkap (jenis bantalan, jarak bantalan, penambat) pada peraturan.
Tegangan rel metode BOEF (beam on elastic foundation): rel dimodelkan sebagai balok di atas tumpuan elastis dengan modulus jalan rel k. Beban roda statis diperbesar dengan faktor dinamis Talbot, lalu momen maksimum dan tegangan di dasar rel dihitung.
Bedah soal: tegangan rel R.54 kasus berjalan
Lintas dengan angkutan 12 juta ton/tahun, V = 100 km/jam, beban gandar 18 t, rel R.54 (Ix = 2.346 cm⁴, yb = 76,2 mm), modulus jalan rel k = 180 kg/cm².
- Kelas jalan rel 12 juta ton/tahun → kelas II (10–20)
- Beban roda Ps = 18.000/2 = 9.000 kg ; Pd = 9.000 × [1 + 0,01 × (100/1,609 − 5)] = 14.144 kg
- λ = [180/(4 × 2,1 × 10⁶ × 2.346)]¼ = 0,00978 cm⁻¹
- M₀ = 14.144/(4 × 0,00978) = 361.686 kg·cm ; M = 0,85 × 361.686 = 307.433 kg·cm
- σ = 307.433 × 7,62/2.346 = 999 kg/cm² ≈ 98 MPa
Tegangan dasar rel sekitar 1.000 kg/cm². Nilai ini dibandingkan dengan tegangan izin rel untuk kelas jalan rel yang bersangkutan (lihat Utomo dan PM 60). Faktor dinamis menaikkan beban roda 57% pada 100 km/jam.
Bank soal latihan per NIM
Cek pemahaman
Soal 1Bila kecepatan dinaikkan, tegangan rel naik karena…
Ketidakrataan rel dan roda menimbulkan beban kejut yang makin besar dengan kecepatan.
Minggu 3 · CPMK-3
Peninggian rel di tikungan
Di tikungan, kereta terdorong ke luar oleh gaya sentrifugal. Rel luar ditinggikan agar resultan gaya tetap mengarah ke tengah sepur, sehingga penumpang nyaman dan roda tidak menekan rel luar berlebihan.
Kereta barang lambat dan kereta penumpang cepat melewati tikungan yang sama. Berapa peninggian yang adil untuk keduanya?
Lengkung horizontal dengan peninggian rel luar. Ubah kecepatan dan jari-jari di kalkulator.
Konsep inti lengkung horizontal dan vertikal
Bedah soal: lengkung R = 800 m kasus berjalan
V = 100 km/jam, R = 800 m, sepur 1.067 mm. Di lokasi lain, kelandaian berubah dari +8‰ ke −6‰.
- Jari-jari minimum dengan peralihan 0,054 × 100² = 540 m ; tanpa peralihan 0,164 × 100² = 1.640 m → R = 800 m perlu lengkung peralihan
- Peninggian hnormal = 5,95 × 100²/800 = 74,4 mm ; hmin = 8,8 × 100²/800 − 53,5 = 56,5 mm → pakai h = 75 mm (≤ 110)
- Peninggian keseimbangan penuh h = 1.120 × 100²/(127 × 800) = 110,2 mm → kekurangan 35 mm untuk kereta 100 km/jam
- Lengkung peralihan Lh = 0,01 × 74,4 × 100 = 74,4 m → 75 m
- Lengkung vertikal, Rv = 6.000 m Δi = 14‰ → L = 6.000 × 0,014 = 84 m ; ytengah = 84²/(8 × 6.000) = 0,147 m
Peninggian 75 mm adalah kompromi: kereta 100 km/jam masih merasakan sedikit gaya ke luar, kereta barang lambat sedikit menekan rel dalam. Lengkung peralihan 75 m menaikkan peninggian secara bertahap dari 0 sampai 75 mm.
Bank soal latihan per NIM
Kuis 1 latihan sebelum kuis
Soal 1Bila kecepatan rencana digandakan dengan jari-jari tetap, peninggian normal menjadi…
h ∝ V². Bila melebihi 110 mm, jari-jari harus diperbesar.
Minggu 4 · CPMK-1
Membaca peraturan dan rencana perkeretaapian
Jalur kereta api di Indonesia dirancang menurut persyaratan teknis dari Kementerian Perhubungan dan rencana induk perkeretaapian. Mahasiswa perlu mampu menemukan, membaca, dan merangkum dokumen itu sendiri, karena edisinya terus berubah.
Berapa kereta yang bisa lewat per hari di jalur tunggal, bila kereta dari dua arah harus saling menunggu di stasiun persilangan?
Konsep inti isi persyaratan teknis
- Ruang bebas dan ruang bangun: ruang di sekitar sepur yang harus bebas dari bangunan dan tumbuhan.
- Geometri: lebar sepur, lengkung, peninggian, kelandaian (minggu 3).
- Konstruksi jalan rel: kelas, rel, bantalan, penambat, balas, tanah dasar (minggu 2).
- Bangunan pelengkap: jembatan, terowongan, perlintasan sebidang dan tidak sebidang, drainase.
- Kapasitas lintas: pada jalur tunggal, jumlah kereta dibatasi waktu tempuh antarstasiun persilangan.
Bedah soal: kapasitas lintas tunggal
Petak jalan terpanjang antara dua stasiun persilangan ditempuh 25 menit ke setiap arah. Waktu pelayanan sinyal dan wesel 3 menit per kereta, efisiensi 0,7.
- pasangan kereta per hari = 1.440/(25 + 25 + 2 × 3) = 25,7
- kapasitas = 2 × 0,7 × 25,7 = 36 kereta/hari (kedua arah)
Petak terpanjang menentukan kapasitas seluruh lintas. Menambah stasiun persilangan di tengah petak itu (waktu tempuh menjadi 12,5 menit) menaikkan kapasitas menjadi sekitar 65 kereta/hari, jauh lebih murah daripada membangun jalur ganda.
Tugas 1 · Case method
Cek pemahaman
Soal 1Cara paling murah menaikkan kapasitas jalur tunggal biasanya…
Petak terpanjang menjadi penghambat; memendekkannya menaikkan kapasitas seluruh lintas.
Minggu 5 · CPMK-3
Udara panas dan tipis memperpanjang landas pacu
Gaya angkat sayap dan daya dorong mesin bergantung pada kerapatan udara. Di bandar udara yang tinggi dan panas, udara lebih tipis, sehingga pesawat perlu berlari lebih jauh untuk mencapai kecepatan lepas landas.
Pesawat yang sama bisa lepas landas dengan 1.300 m di bandar udara pantai pada pagi hari. Mengapa di siang hari terik ia perlu landas pacu lebih panjang?
Sisi udara bandar udara: landas pacu, landas hubung, apron, dan pesawat rencana.
Konsep inti ARFL dan koreksi
ARFL (aeroplane reference field length) adalah panjang landas pacu minimum untuk lepas landas pada berat maksimum, di permukaan laut, atmosfer standar (15 °C), tanpa angin, dan landas pacu datar. Nilainya dari pabrikan pesawat. Panjang di lokasi diperoleh dengan koreksi berikut (ICAO):
| Kode angka | ARFL | Kode huruf | Bentang sayap |
|---|---|---|---|
| 1 | < 800 m | A | < 15 m |
| 2 | 800 – < 1.200 m | B | 15 – < 24 m |
| 3 | 1.200 – < 1.800 m | C | 24 – < 36 m |
| 4 | ≥ 1.800 m | D ; E ; F | 36 – < 52 ; 52 – < 65 ; 65 – < 80 m |
Bedah soal: landas pacu bandar udara perintis kasus berjalan
Pesawat rencana turboprop 70 kursi: ARFL 1.300 m, bentang sayap 27 m. Elevasi 30 m, suhu acuan 32 °C, kemiringan efektif 0,5%.
- Fe = 1 + 0,07 × 30/300 = 1,007
- Suhu standar di elevasi itu 15 − 0,0065 × 30 = 14,8 °C → Ft = 1 + 0,01 × (32 − 14,8) = 1,172
- Fe × Ft = 1,180 ≤ 1,35 ; Fs = 1 + 0,10 × 0,5 = 1,05
- L = 1.300 × 1,007 × 1,172 × 1,05 = 1.611 m → rencanakan 1.650 m
- Kode referensi bandar udara ARFL 1.300 m → angka 3 ; bentang 27 m → huruf C → kode 3C
Landas pacu perlu sekitar 1.650 m; suhu panas menyumbang 17% tambahan panjang. Kode 3C menentukan lebar landas pacu, jarak landas hubung, dan ukuran apron pada minggu 6.
Bank soal latihan per NIM
Cek pemahaman
Soal 1Mengapa elevasi tinggi memperpanjang landas pacu?
Pesawat harus mencapai kecepatan darat yang lebih tinggi untuk menghasilkan gaya angkat yang sama.
Minggu 6 · CPMK-3
Menata sisi udara
Arah landas pacu ditentukan angin, lebarnya oleh kode referensi, dan jumlah tempat parkir pesawat di apron oleh jumlah pergerakan pada jam sibuk.
Mengapa hampir semua landas pacu di pantai barat Sumatera sejajar garis pantai?
Konsep inti angin silang, lebar, dan pintu
| Kode | Lebar landas pacu (m) |
|---|---|
| 1A, 1B | 18 |
| 1C, 2A, 2B | 23 |
| 2C, 3A, 3B, 3C | 30 |
| 3D, 4C, 4D, 4E | 45 |
| 4F | 60 |
Ringkasan lebar landas pacu ICAO Annex 14 untuk pesawat dengan jarak roda pendarat utama terluar kurang dari 9 m; lebar dapat berbeda untuk kombinasi lain. Periksa edisi Annex 14 dan peraturan Ditjen Perhubungan Udara terbaru.
Bedah soal: sisi udara bandar udara perintis kasus berjalan
Kode 3C. Angin 15 kt dari arah yang membentuk sudut 40° dengan sumbu landas pacu. Pada jam sibuk datang 6 pesawat, masing-masing memakai tempat parkir 45 menit, U = 0,7.
- Lebar landas pacu kode 3C → 30 m
- Angin silang Vc = 15 sin 40° = 9,6 kt < 20 kt (L = 1.611 m ≥ 1.500 m) → aman
- Jumlah tempat parkir G = 6 × 0,75/0,7 = 6,4 → 7 tempat parkir
Landas pacu 1.650 × 30 m, apron untuk 7 pesawat kode C. Angin silang masih dalam batas; pemeriksaan sebenarnya memakai data angin bertahun-tahun (diagram mawar angin) untuk menghitung faktor kegunaan.
Bank soal latihan per NIM
Kuis 2 latihan sebelum kuis
Soal 1Angin 20 kt tegak lurus landas pacu memberi komponen angin silang…
sin 90° = 1, sehingga seluruh kecepatan angin menjadi angin silang.
Minggu 7 · CPMK-1
ICAO, peraturan nasional, dan bandar udara perintis
Bandar udara di seluruh dunia mengikuti standar ICAO, yang diadopsi setiap negara ke dalam peraturan nasional. Untuk bandar udara perintis, tantangannya adalah memenuhi standar keselamatan dengan anggaran terbatas.
Mengapa landas pacu perlu daerah bebas di ujungnya (RESA), padahal pesawat seharusnya berhenti di landas pacu?
Konsep inti elemen keselamatan sisi udara
- Runway strip: daerah datar di sekitar landas pacu untuk mengurangi kerusakan bila pesawat keluar landas pacu.
- RESA (runway end safety area): daerah di ujung landas pacu untuk pesawat yang gagal berhenti atau mendarat terlalu pendek.
- Kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP): batas ketinggian bangunan dan pohon di sekitar bandar udara.
- Alat bantu navigasi dan pertolongan kecelakaan: lampu, PAPI, dan kategori pemadam kebakaran sesuai pesawat terbesar.
Bedah soal: terminal bandar udara perintis
Perkiraan 400.000 penumpang per tahun pada tahun rencana. Rasio jam sibuk 0,13%, standar luas 14 m² per penumpang jam sibuk.
- penumpang jam sibuk = 400.000 × 0,0013 = 520 orang/jam
- luas terminal ≈ 520 × 14 = 7.280 m²
Terminal sekitar 7.300 m². Angka per penumpang dan rasio jam sibuk harus diperiksa terhadap pedoman nasional dan tingkat pelayanan yang ditetapkan pemilik bandar udara.
Tugas 2 · Case method
Cek pemahaman
Soal 1KKOP mengatur…
KKOP melindungi ruang udara untuk lepas landas, pendaratan, dan manuver.
Minggu 8 · CPMK-1 dan CPMK-3
Ujian Tengah Semester
Ujian tertulis materi pertemuan 1–7. Bobot 15%.
Kisi-kisi
| No. | Materi | Bentuk | Porsi |
|---|---|---|---|
| 1 | Karakteristik moda | Uraian | 10% |
| 2 | Struktur dan tegangan jalan rel | Hitungan | 20% |
| 3 | Geometri jalan rel | Hitungan | 25% |
| 4 | Panjang landas pacu dan kode referensi | Hitungan | 25% |
| 5 | Standar perkeretaapian dan bandar udara | Uraian | 20% |
Contoh soal dan pembahasan
Soal: Lengkung R = 600 m, V = 90 km/jam, sepur 1.067 mm. Hitung peninggian normal, peninggian minimum, dan panjang lengkung peralihan.
- hnormal = 5,95 × 90²/600 = 80,3 mm ; hmin = 8,8 × 8.100/600 − 53,5 = 65,3 mm
- Lh = 0,01 × 80,3 × 90 = 72 m
Peninggian 80 mm dengan lengkung peralihan 72 m.
Soal: ARFL 1.700 m, elevasi 400 m, suhu acuan 30 °C, kemiringan 0,8%. Hitung panjang landas pacu.
- Fe = 1 + 0,07 × 400/300 = 1,093 ; Ts = 15 − 2,6 = 12,4 °C → Ft = 1,176
- FeFt = 1,286 ≤ 1,35 ; Fs = 1,08 → L = 1.700 × 1,286 × 1,08 = 2.361 m
Landas pacu sekitar 2.400 m.
Latihan UTS bank soal per NIM
Minggu 9 · CPMK-3
Kapal yang melaju tenggelam lebih dalam
Kedalaman alur tidak cukup sama dengan sarat kapal. Kapal yang bergerak turun beberapa puluh sentimeter (squat), bergoyang oleh gelombang, dan alur terus diisi sedimen. Semua itu harus disediakan dalam kedalaman rencana.
Kapal dengan sarat 7 m kandas di alur yang kedalamannya 8 m. Apa yang terjadi?
Pelabuhan pengumpan: pemecah gelombang, alur masuk, kolam putar, dan dermaga dengan kapal rencana.
Konsep inti kapal rencana menentukan semuanya
Bedah soal: pelabuhan pengumpan kasus berjalan
Kapal rencana Loa = 110 m, B = 18 m, d = 7,0 m, Cb = 0,75, kecepatan di alur 8 knot. Gerak akibat gelombang 0,5 m, ruang bebas bersih 0,5 m, cadangan sedimen 0,5 m, toleransi keruk 0,3 m. Diperlukan 2 tambatan.
- Lp = 2 × 110 + 3 × 11 = 253 m
- squat = 0,75 × 8²/100 = 0,48 m
- H = 7,0 + 0,48 + 0,5 + 0,5 + 0,5 + 0,3 = 9,28 m → kedalaman rencana −9,5 m LWS
- lebar alur satu jalur = 4,8 × 18 = 86 m ; kolam putar = 2 × 110 = 220 m
Dermaga 253 m, alur −9,5 m LWS selebar sekitar 90 m, kolam putar 220 m. Kedalaman 8 m pada pertanyaan pemantik kurang karena squat dan gerak gelombang saja sudah hampir 1 m.
Bank soal latihan per NIM
Cek pemahaman
Soal 1Bila kapal mengurangi kecepatan dari 10 menjadi 5 knot, squat menjadi…
Squat ∝ V², sehingga (5/10)² = 1/4.
Minggu 10 · CPMK-1
Hierarki pelabuhan dan kinerja dermaga
Pelabuhan di Indonesia disusun dalam hierarki dari pelabuhan utama sampai pengumpan lokal, dengan peran berbeda dalam jaringan angkutan laut nasional. Kinerja dermaga diukur antara lain dengan tingkat pemakaian tambatan (BOR).
Kapal sering antre berhari-hari di sebuah pelabuhan, padahal dermaga terlihat tidak selalu penuh. Mengapa BOR 90% justru buruk?
Konsep inti BOR dan jumlah tambatan
Bedah soal: jumlah tambatan pelabuhan pengumpan
500 kunjungan kapal per tahun, rata-rata waktu tambat 22 jam, BOR target 65%.
- Σ waktu tambat = 500 × 22 = 11.000 jam/tahun
- n = 11.000/(0,65 × 8.760) = 1,93 → 2 tambatan
- BOR dengan 2 tambatan = 11.000/(2 × 8.760) = 62,8%
Dua tambatan cukup dengan BOR 63%, sesuai kebutuhan dermaga 253 m pada minggu 9. Bila kunjungan naik 20%, BOR menjadi 75% dan waktu tunggu kapal mulai bertambah tajam.
Bank soal latihan per NIM
Tugas 3
Cek pemahaman
Soal 1BOR yang terlalu tinggi berakibat…
Antrean bertambah secara tidak linear saat pemakaian mendekati 100%.
Minggu 11 · CPMK-2
Menilai risiko dengan matriks
Setiap moda memiliki bahaya khas: perlintasan sebidang dan anjlokan pada kereta api, keluar landas pacu pada penerbangan, kandas dan tubrukan pada pelayaran. Matriks risiko membantu menentukan bahaya mana yang harus ditangani lebih dulu.
Sebagian besar kecelakaan kereta api di Indonesia terjadi di perlintasan sebidang dengan jalan. Apakah itu masalah kereta api atau masalah jalan?
Konsep inti risiko = peluang × keparahan
Risiko dinilai dengan skala 1–5 untuk peluang (sangat jarang sampai sangat sering) dan keparahan (dapat diabaikan sampai bencana). Skor 1–4 rendah, 5–9 sedang, 10–16 tinggi, 20–25 ekstrem. Penanganan mengikuti hierarki: hilangkan bahaya, rekayasa, administrasi, lalu alat pelindung. Laporan investigasi KNKT adalah sumber pembelajaran yang penting.
Bedah soal: perlintasan sebidang
Perlintasan sebidang tanpa palang di jalan kabupaten: peluang tabrakan dinilai 4 (sering), keparahan 5 (korban jiwa).
- skor = 4 × 5 = 20 → ekstrem
- Pilihan penanganan: hilangkan bahaya (perlintasan tidak sebidang atau ditutup dan dialihkan) menurunkan peluang menjadi 1 → skor 5 (sedang); palang otomatis dan sinyal menurunkan peluang menjadi 2 → skor 10 (tinggi)
Perlintasan tidak sebidang paling efektif tetapi mahal; palang otomatis menjadi langkah sementara sambil merencanakan penutupan atau flyover.
Cek pemahaman
Soal 1Dalam hierarki pengendalian, langkah paling efektif adalah…
Menghilangkan bahaya tidak bergantung pada perilaku manusia.
Minggu 12 · CPMK-2
Dampak lingkungan prasarana transportasi
Bandar udara mengganggu dengan kebisingan, semua moda menghasilkan emisi, dan pemecah gelombang pelabuhan mengubah garis pantai: pantai di satu sisi bertambah, sisi lainnya tergerus.
Setelah jeti pelabuhan dibangun, pantai di sebelah barat bertambah lebar, tetapi kampung di sebelah timur kehilangan pantai. Mengapa?
Konsep inti tiga dampak utama
Bedah soal: kebisingan dan garis pantai
- Pesawat lepas landas 95 dB(A) pada 300 m. Permukiman pada 1.500 m L = 95 − 20 log(1.500/300) = 95 − 14,0 = 81,0 dB(A)
- Dua sumber 70 dB bersamaan L = 10 log(2 × 10⁷) = 73,0 dB
- Jeti menahan angkutan sedimen 150.000 m³/tahun selama 5 tahun, Dc = 6 m, Bh = 2 m luas akresi = 150.000 × 5/8 = 93.750 m²
Permukiman 1,5 km masih menerima 81 dB(A) saat lepas landas, sehingga diperlukan zonasi kebisingan. Di sisi lain jeti, kurang lebih 9 ha pantai berpotensi tergerus dalam 5 tahun bila tidak ada pemindahan pasir (sand bypassing).
Bank soal latihan per NIM
Kuis 3 latihan sebelum kuis
Soal 1Jarak dari sumber bising dinaikkan 10 kali, tingkat bising turun…
20 log 10 = 20 dB.
Minggu 13 · CPMK-2
Memilih moda untuk satu koridor
Tidak ada moda yang unggul di semua aspek. Analisis multikriteria membuat pertimbangan biaya, waktu, keselamatan, lingkungan, dan pengembangan wilayah menjadi terukur dan terbuka untuk diperdebatkan.
Untuk menghubungkan pantai barat Aceh dengan Banda Aceh dan Medan, apa yang sebaiknya dikembangkan lebih dulu: rel, bandar udara, atau pelabuhan?
Konsep inti pembobotan dan penilaian
Bedah soal: koridor pantai barat Aceh kasus berjalan
Bobot: biaya investasi 0,25 ; waktu tempuh 0,20 ; keselamatan 0,20 ; lingkungan 0,15 ; pengembangan wilayah 0,20. Skor (rel ; udara ; laut): biaya 2 ; 4 ; 3 · waktu 3 ; 5 ; 1 · keselamatan 4 ; 4 ; 3 · lingkungan 4 ; 2 ; 3 · wilayah 5 ; 3 ; 4.
- rel = 0,25 × 2 + 0,20 × 3 + 0,20 × 4 + 0,15 × 4 + 0,20 × 5 = 3,50
- udara = 1,00 + 1,00 + 0,80 + 0,30 + 0,60 = 3,70
- laut = 0,75 + 0,20 + 0,60 + 0,45 + 0,80 = 2,80
Dengan bobot ini bandar udara unggul tipis. Bila bobot biaya diturunkan menjadi 0,15 dan bobot lingkungan dinaikkan menjadi 0,25, rel menjadi unggul. Hasil analisis multikriteria harus selalu disertai uji kepekaan bobot dan penjelasan siapa yang menetapkan bobot.
Tugas 4 · Case method
Cek pemahaman
Soal 1Mengapa uji kepekaan penting dalam analisis multikriteria?
Bila peringkat mudah berubah, keputusan perlu data tambahan atau kesepakatan bobot yang lebih kuat.
Minggu 14 · CPMK-1
Teknologi baru dan konsekuensi rekayasanya
Kereta cepat menuntut tikungan yang sangat landai, pelabuhan otomatis menuntut dermaga dan lapangan penumpukan yang presisi, dan bandar udara ramah lingkungan menuntut energi terbarukan serta pengelolaan air dan limbah.
Mengapa jalur kereta cepat Jakarta–Bandung banyak memakai jembatan panjang dan terowongan?
Konsep inti jari-jari untuk kecepatan tinggi
Bedah soal: jari-jari minimum kereta cepat
V = 350 km/jam, G = 1.500 mm, h = 180 mm, hd = 100 mm.
- R = 1.500 × 350²/[127 × (180 + 100)] = 183.750.000/35.560 = 5.167 m
- Pembanding kereta konvensional 100 km/jam di sepur 1.067 mm Rmin = 0,054 × 100² = 540 m
Kereta cepat memerlukan jari-jari sekitar 5 km, hampir sepuluh kali kereta konvensional. Di medan berbukit, trase yang hampir lurus dan landai hanya mungkin dengan banyak jembatan dan terowongan.
Otomasi pelabuhan: derek dan kendaraan otomatis di terminal peti kemas memerlukan perkerasan lapangan penumpukan yang sangat rata, toleransi dermaga ketat, dan jaringan data. Bandar udara ramah lingkungan: atap surya, pemanenan air hujan, kendaraan sisi udara listrik, dan prosedur pendekatan yang mengurangi kebisingan dan bahan bakar. Telusuri contoh terbaru di Indonesia secara mandiri.
Cek pemahaman
Soal 1Bila kecepatan rencana naik dari 250 ke 350 km/jam dengan peninggian sama, jari-jari minimum naik sekitar…
(350/250)² = 1,96.
Minggu 15 · CPMK-2
Menyajikan kajian perbandingan prasarana
Kelompok mempresentasikan kajian perbandingan prasarana untuk koridor pantai barat Aceh. Ringkasan kasus berjalan dapat dipakai sebagai kerangka.
Ringkasan kasus berjalan
| Prasarana | Hasil | Minggu |
|---|---|---|
| Jalan rel | Kelas II; σ rel R.54 ≈ 1.000 kg/cm² pada 100 km/jam; lengkung R 800 m dengan peninggian 75 mm dan peralihan 75 m | 2–3 |
| Kapasitas lintas | 36 kereta/hari; 65 kereta/hari dengan tambahan stasiun persilangan | 4 |
| Bandar udara | Kode 3C; landas pacu 1.650 × 30 m; 7 tempat parkir; terminal ≈ 7.300 m² | 5–7 |
| Pelabuhan | Dermaga 253 m (2 tambatan, BOR 63%); alur −9,5 m LWS; kolam putar 220 m | 9–10 |
| Lingkungan | Bising 81 dB(A) pada 1,5 km; akresi 9,4 ha dalam 5 tahun di hulu jeti | 12 |
| Multikriteria | Udara 3,70 ; rel 3,50 ; laut 2,80 (peka terhadap bobot) | 13 |
Pedoman presentasi
Bank soal semua topik
Cek pemahaman akhir
Soal 1Besaran yang paling menentukan dimensi pelabuhan adalah…
Panjang dermaga, kedalaman dan lebar alur, serta kolam putar semuanya diturunkan dari kapal rencana.
Minggu 16 · CPMK-1 sampai CPMK-3
Ujian Akhir Semester
Ujian tertulis seluruh materi. Dinilai dari ketepatan analisis, kelengkapan jawaban, dan integrasi seluruh konsep. Bobot 20%.
Kisi-kisi
| No. | Materi | Bentuk | Porsi |
|---|---|---|---|
| 1 | Dimensi dermaga, alur, dan BOR | Hitungan | 25% |
| 2 | Sisi udara dan geometri jalan rel | Hitungan | 20% |
| 3 | Keselamatan dan dampak lingkungan | Hitungan + uraian | 25% |
| 4 | Analisis multikriteria | Hitungan + uraian | 20% |
| 5 | Standar dan teknologi terbaru | Uraian | 10% |
Contoh soal dan pembahasan
Soal: Kapal Loa = 150 m memerlukan 3 tambatan. Hitung panjang dermaga.
- Lp = 3 × 150 + 4 × 15 = 510 m
Dermaga 510 m.
Soal: Bising jalan rel 85 dB pada 15 m. Berapa pada 120 m (sumber titik)?
- L = 85 − 20 log(120/15) = 85 − 18,1 = 66,9 dB
Sekitar 67 dB. Untuk kereta panjang (sumber garis) penurunannya hanya 3 dB per penggandaan jarak, sehingga hasil sebenarnya lebih besar.